Day 10 (What a Beautiful Day)

Salam hangat kawan,,

Hari ini, Selasa, 30 September 2014, saya akan bercerita kawan, sekali lagi tentang perjalanan saya mencari kitab suci (baca: menuntut ilmu) di negeri Taiwan. Kenapa saya menamakan judul postingan ini “What a Beatiful Day”?

Begini ceritanya,,,

Saya akan memulai dari hari Selasa adalah hari dimana saya tidak mempunyai jadwal untuk masuk kelas dan duduk manis mendengarkan ceramah atau kuliah dari mata pelajaran tertentu. Namun hari Selasa ini hanya khusus alias spesial sebagai hari Lab saya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya kawan, saya disini secara sengaja masuk di Lab. Nanoarchitecture and Nanotechnology.

Lalu dari mana segi indahnya? Tenang dulu kawan, saya pasti akan menceritakannya. 😀 Baca lebih lanjut

Spaghetti Ala Chef Atut

Salam hangat kawan,,,

Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang sebuah resep rahasia (berjualan) Spaghetti, meski rahasia namun sangat diperbolehkan bagi kawan-kawan yang ingin mencoba resep tersebut mungkin juga ingin berbisnis Spaghetti. 😀

Resep (berjualan) Spaghetti ini sangatlah sederhana dan mudah dicontoh kawan, rasanya pun hmmm…. Numero uno 😉 Baca lebih lanjut

Mencicipi Sate Padang Pariaman

Sudah lama sekali rasanya saya tidak lagi menjelajah kuliner Indonesia. Dan Alhamdulillah kali ini saya kembali berkesempatan untuk melakukannya lagi.

Okay, kali ini saya akan membagikan sedikit cerita kuliner saya kepada para rekan-rekan sekalian, semoga tulisan kali ini dapat menjadi referensi bagi rekan-rekan yang ingin merasakan kuliner Nusantara. Khusunya makanan Sate Padang Pariaman. Meski namanya Sate Padang, tapi saya mencicipinya bukan di Padang rekan-rekan, saya hanya mencicipinya di kota Jakarta. Never mind, 😉 Baca lebih lanjut

Mencoba Kerak Telor Khas Betawi

Malam Selawe selalu bisa mengundang dan menghadirkan pengunjung dari berbagai penjuru tiap tahunnya. Tak ketinggalan masyarakat pribumi pun terusik hatinya untuk menjadi pengunjung setianya. Salah satunya, Saya.

Malam ini sayapun menyempatkan diri untuk jalan-jalan sejenak setelah sholat Isya’ dan Tarawih. Kali ini saya ditemani dua sahabat rantau yang rumahnya juga di Daerah Gresik. Sebut saja Emak dan Ica.

Kami bertiga jalan-jalan tanpa satu tujuan khusus, yang ada hanya mengikuti sepanjang kaki melangkah. Sampai tiba pada satu stan yang berjualan Kerak Telor makanan Khas Betawi. Kali ini yang berinisiatif beli adalah saya yang didasari karena rasa penasaran ingin mencoba rasanya.

IMG_20130802_233120

IMG_20130802_233453

Setelah mendekati stannya, saya baru tau kalau kerak telur itu berasa dari beras ketan, Srundeng (pasrahan kelapa yang di bumbui dan di sangrai), dan yang terakhir adalah telur.

Pertama-tama, beras ketan di masak dengan air di atas wajan yang dipanaskan dengan tungku ber-arang. Setelah ketan sudah mendidih dan cukup matang, ditambahkan bahan kedua yakni srundeng tadi beserta bumbu-bumbunya seperti garam, micin, gula, dll. Dan yang terakhir ditambahi satu telur utuh yang langsung di masukkan kedalam wajan. Setelah telur dan semua bahan diaduk dan diratakan diatas wajan, barulah wajan tersebut dibalik menghadap ke nyala arang. Dan jadilah kerak telor yang sedikit gosong namun rasanya delississioosssooo….

Terakhir setelah membayar Kerak Telor seharga 10rb itu, saya mengantongi pulang Kerak Telur hangat tersebut dan menyantapnya di rumah. Nyaaammmm,,, 😀

IMG_20130802_233302

Mau mencobanya??? Kayaknya mudah dicontoh kok 😉

Twin Tumpeng

Ditengah-tengah kesibukan yang menumpuk, deadline yang semakin mendekat, dan ujian yang tak kunjung selesai, tak melupakan satu hari penting bagi sepasang anak manusia.

Senin, 1 Juli 2013, hari ini adalah tanggal kelahiran dua orang keluarga, sahabat, teman seperjuangan, serta musuh bebuyutan saya. Sebut Nani dan Qisthy. Mereka berdua lahir diwaktu yang sama namun tempat yang berbeda. Nani di Madura dan Qisthy di Gresik 22 tahun silam.

Tak ada satu ucapan selamat bagi mereka sebelum ritual resmi telah digelar. Yah… Satu ritual yang biasa orang menyebutnya tiup lilin. Baca lebih lanjut