Menengok Monumen Perjuangan Gunung Lengis

Siapapun yang mengaku Arek Gresik Aseli wajib mengetahui keberadaan Monumen Perjuangan yang satu ini, Monumen Perjuangan Kota Gresik.

1Monumen Perjuangan Gunung Legis tampak depan

2Monumen Perjuangan Gunung Lengis tampak menyerong

3Bendera Sangsaka Merah Putih yang berkibar tegak di depan Monumen Perjuangan Gunung Lengis. Baca lebih lanjut

Iklan

Menengok Klenteng Kim Hin Kiong

Semenjak lahir hingga tumbuh sebesar ini, saya baru tau kalau di kota kelahiran saya, kota Gresik telah berdiri sebuah Klenteng yang cukup tua namun terawat. Dan ternyata tidak hanya saya, salah seorang rekan saya (dari Gresik juga), yang ikut menengok Klenteng yang bernama Kim Hin Kiong ini juga baru menyadari keberadaan Klenteng di kota Gresik. Klenteng tersebut terletak di sebelah timur dari Alun-alun Gresik, atau Lebih tepatnya di Jl. Dr. Setiabudi Gang IV No. 56.

Ketika kami bertiga (saya dan kedua rekan saya) baru sampai, Klenteng  tersebut terlihat sangat sepi, tak ada satu orangpun yang dapat kami jumpai. Akhirnya kami memutuskan untuk  mengabadikan Klenteng ini dalam gambar dengan kamera kami masing-masing. Untungnya selang beberapa saat, muncul ibu-ibu sang penjaga Klenteng yang menemui kami. Ibu tersebut mengaku berasal dari Madura yang kini tinggal di daerah sekitar Klenteng Kim Hin Kiong ini.

DSCN3301

Klenteng Kim Hin Kiong tampak depan Baca lebih lanjut

Menengok Kota Lama Grissee

Sebagai seorang warga Gresik, rasanya kurang afdhol kalau belum mendalami sejarah-sejarah yang tertoreh di bumi kejayaan ini. Oleh karena itu, ditengah kesibukan di bumi perantauan Surabaya,  kami (saya dan kedua rekan saya) menyempatkan diri untuk menengok peninggalan-peninggalan kota lama Gresik dengan bangunan-bangunan kunonya yang masih terawat hingga saat ini.

Kali ini, tujuan kami adalah menjelajah kampung Kemasan yang berada di sepanjang Jalan Nyi Ageng Arem-arem. Kampung tersebut dinamai kampung Kemasan karena pada Tahun 1853 di perkampungan ini berdiri rumah yang dibangun oleh seorang turunan China yang bernama Bak Liong. Bak Liong mempunyai keterampilan, membuat kerajinan dari emas. Dari keterampilannya yang juga merupakan usaha ini, nama Bak Liong menjadi terkenal. Banyak orang yang datang untuk memesan atau memperbaiki perhiasannya. Sejak itu kawasan ini dinamakan Kampung Kemasan (tukang emas).

Gaya arsitektur rumah-rumah di kampung Kemasan beragam, ada yang bergaya kolonial (Belanda), Otina, Melayu dan Jawa yang sekarang usianya rata-rata 100 tahun lebih. Pada masa tersebut, kota Gresik merupakan pusat transaksi perdagangan antara pedagang Islam (Gujarat), pedagang keturunan Cina, serta para Kolonial. Kondisi inilah setidaknya yang kemudian membawa pengaruh dari gaya-gaya bangunan di kawasan Kampung Kemasan. Karena mereka juga mendirikan bangunan untuk dijadikan tempat tinggal, bahkan tempat bisnis untuk menjalankan roda transaksi perdagangan. Baca lebih lanjut

My Home Town

Alhamdulillah..
Akhirnya terwujud juga bisa poto2 di gapuro pintu masuk kota Gresik, kota kelahiran saya, dari arah surabaya.

Ceritanya pas pulang dari surabaya bareng ica kemarin, tanpa sengaja terbesit pikiran untuk bernarsis ria di gapura yang baru saja dibangun beberapa waktu yang lalu ini.

Minggu yang cerah untuk sebuah kepenatan. Hari ini, seorang diri saya langsung capcus memompa sepeda polygon milik kakak saya yang sudah lammmmmaaaaa sekali tidak pernah dipake. Tepat pukul 5.15 WIB, setelah selesai sholat subuh dan sedikit cuci muka tanpa basa-basi langsung ngacir ke arah gapuro tersebut. (sangking kepinginnya kali,,)

Baca lebih lanjut