TERUNTUK EMAK-EMAK MILENIAL YANG GEMAR MENENGOK ORANG SAKIT DI RUMAH SAKIT

Sudah sangat lama sekali saya jarang update status di facebook, media sosial yg sempat sy gandrungi di masa-masa jd mahasiswa dulu. Tapi sekarang semenjak menjadi emak-emak sepertinya kegandrungan sy sudah mulai berkurang.

Kali ini saya ingin menuliskan unek-unek sy yg mungkin juga sedikit masukan buat emak-emak milenial yg gemar menengok orang sakit di rumah sakit. Kenapa emak-emak? jawabannya mungkin sudah umum, banyak yg sudah bisa menjawab. Kenapa di Rumah Sakit? jawabannya karena sekarang anak sy sedang di rawat di rumah sakit.

Hari Kamis dini hari, Si Sulung masuk rumah sakit karena kejang, panas tinggi setelah sebelumnya sy imunisasikan lanjutan yang katanya diberikan saat usia 18 bulan. Menyesal karena sudah imunisasi dan membuat anak demam setelah sebelumnya sang anak sangat ceria dan aktif? Sedikit, tp bukan itu poin penting yg ingin sy sampaikan di tulisan ini.

Setelah dr IGD, anak sy mendapat fasilitas kamar kelas 1 di rumah sakit tersebut. Meskipun sudah kelas 1, tp sekamar diisi dua pasien, kalau mau sekamar sendirian berati harus masuk kelas VIP. Sebelumnya saya rasa kelas tersebut bukan masalah, toh anak sy juga hanya demam saja, mungkin sebentar sudah boleh pulang.

Namun yg menjadi masalah adalah ketika jam sudah mulai menunjukkan jam besuk.  Di RS ini, jam besuk mulai pukul 10-12 am, dilanjut pukul 3-5 pm (kalau tidak salah). Sepertinya RS sudah membuat peraturan perbesukan agar pasien bisa beristirahat dg tenang dan nyaman. Tapi yg namanya manusia dg kode +62 (termasuk saya) jam tersebut bukanlah acuan untuk  bisa datang menjenguk orang yg sakit di RS ini. Yang artinya bisa menjenguk kapanpun kita mau dan kapanpun kita sempat untuk menjenguk, maka jam jenguk bisa menjadi fleksibel.

Dari sinilah mulai timbul keresahan sy. Tetangga kamar yg masuk lebih dahulu dan sudah hampir pulang karena treatment di rumah sakit sudah selesai, mulai mendapatkan banyak kunjungan yg berdatangan. Mulai dr kelompok teman dan guru TK sang anak, tetangga dekat rumahnya, atau ibu-ibu arisan teman sang mama. Dari sinilah kegaduhan mulai terjadi.

Kondisi kamar yg hanya disekat tirai tinggi membuat kegaduhan yg terjadi cukup mengganggu tetangga sekamar yg juga memiliki pasien, apalagi pasiennya seorang bayi. Bukan masalah yg besar kalau semisal sang anak merasa tidak terganggu dg keributan yg ada. Yang menjadi masalah adalah saat anak sedang rewel mungkin karena merasakan sakit dan tidak dapat beristirahat dengan tenang.

Makanya, tak perlu lah menjenguk orang sakit di RS berlama-lama, yg biasa dilakukan oleh emak-emak milenial jaman now. Bahkan ada sekelompok pengunjung yg sepertinya kerasan bisa sampai berjam-jam mengobrol haha-hihi di kamar RS yg ber AC, ber TV, dan akses wifi gratis ini. Tak perlu lah membahas arisan, bumbu dapur yg naik, atau sepeda anak yg rusak saat menjenguk pasien di RS.

Saya rasa harus ada pelajaran etika saat menjenguk pasien di RS. Cukup menanyakan kabar, kasih support, membuat pasien dan keluarga bahagia atas kedatangan kita tanpa membuat kegaduhan. Selesai dan pulang. Sepertinya hal tersebut tidak membutuhkan waktu yg lama, mungkin 15-30 menit lebih dari cukup. Bukankah pasien yg dikunjungi jg butuh istirahat cukup untuk memulihkan kondisinya?

Muncullah pikiran saya untuk pindah kamar, naik tingkat ke kelas VIP, sekamar yg hanya diisi satu pasien agar anak saya tidak terganggu. Tapi entah mengapa dengan kondisi bumi saat ini, secara kebetulan atau tidak, saat anak saya sakit dan menginap di RS, kondisi RS sangat penuh sesak. Bahkan di IGD, pasien harus rela tinggal sedikit lebih lama dan menunggu kamar sampai ada kamar yg kosong. Keinginan pindah kamar mulai tidak semudah membeli kacang kulit di pasar.

Hallo emak-emak millenial jaman now, menjenguk orang sakit itu kalau dapat bocoran dr malaikat pencatat amal, memang pahalanya sangat sangat besar. Tp cobalah pikirkan jg kondisi sekitar, buatlah lingkungan yg lebih kondusif di RS, jangan sampai ada yg terdholimi karena perbuatan kita. Kalaupun ada, dihitung-hitung entah banyakan mana pahala sama dosa yg kita perbuat secara bersamaan tersebut.

Sekian. Mohon maaf kalau semisal tulisan ini menyinggung beberapa kelompok tertentu. Semoga segala amal perbuatan kita selalu mendapat Ridho-Nya. Aamiin….

Nb:
-Ternyata tulisannya panjang juga yaa. akhirnya pindah posting di blog, karena status FB dibatasi jumlah karakternya.
-Tulisan ini ditulis sepotong-sepotong sambil ngemong si kecil.

Hakekat Perbintangan

Salam hangat kawan, sudah lama saya tidak menggerakkan jemari di blog ini. Dan akhirnya entah ada angin apa yang membuat saya ingin kembali menari-nari di pagi hari.

Kali ini saya ingin menuliskan tentang sebuah hakekat perbintangan. Perbintangan dalam hal ini bukanlah zodiak, ataupun bintang-bintang yang ada dalam ilmu astronomi. Perbintangan yang saya maksud adalah nilai kepuasan kita sebagai pengguna jasa-jasa aplikasi online yang semakin hari semakin marak sehingga mengalahkan jasa konvensional dan biasanya disubmit setelah kita selesai menggunakan jasa tersebut. Baca lebih lanjut