String Art di NTUST

Salam hangat kawan-kawan,
Kali ini ada yang berbeda lho.. 😀

Saya akan berbagi tentang sebuah karya seni yang cukup unik, bahasa kerennya “String Art”. Kerajinan tangan yang hanya menggunakan papan kayu, tancapan paku, dan benang sebagai bahan utamanya. String art awalnya berasal dari aktivitas “curve stitch” yang ditemukan oleh Mary Everest Boole, seorang ahli Matematika dari Inggris pada akhir abad ke-19. Beliau membuat string art untuk menjelaskan tentang konsep Matematika supaya lebih dimengerti oleh murid-muridnya. Nah, di sekitar tahun 1960-an lah aktivitas ini mulai dikembangkan dan menjadi karya seni khususnya di negara-negara Eropa, dan hingga kini merambah keseluruh dunia. Baca lebih lanjut

Iklan

Toko Buku Bekas Kita

Gerimis rintik-rintik menemani perjalanan kita berdua malam itu. Tujuan kita sama, menjelajah toko buku bekas di kota Taipei. Bukan untuk membeli buku tapi hanya sekedar membaca di dalamnya. Sejak satu tahun yang lalu kita berdua sepakat memiliki jadwal khusus di hari Sabtu malam untuk berkeliling Taipei dari toko buku satu ke toko buku lainnya.

Masih ingat? Sabtu malam sengaja kita pilih untuk bersama. Memang tidak seperti mudi-mudi lain yang menggunakan Sabtu malam untuk berpacaran. Saya? Saya memang belum mempunyai pasangan. Sedangkan kamu harus berhubungan jarak jauh dengan suamimu yang berada di kota Apel, Malang. Sabtu malam, karena saya ingin istirahat sejenak dari rutinitas eksperimen di laboratorium, dan kamu kebetulan libur setiap hari minggunya. Baca lebih lanjut

Terima Kasih, Aku Bahagia

Jumpa pertama kali denganmu adalah saat yang tentu kan terus terkenang.

Seketika aku terkagum akan keteguhanmu, usahamu, dan segala kemauanmu.

Benar, kau begitu berbeda diantara segala pembeda.

Kau tampak begitu murni dan jernih bak air dari mata air pegunungan.

Begitulah kata promosi air mineral segala kemasan.

***

Kala itu aku masih suka bermain dalam kenangan dan kesenangan.

Bangga bagiku mengabadikan momen-momen singkat bersamamu dalam diam.

Kau pun menyambut bahagia kenangan itu dalam barismu.

Kau tunjukkan dengan bahagia kepingan kenanganku itu pada mereka.

Mereka ikut menyambutmu, membicarakanku, mengimaji tentang kita.

Tentu aku sangat bahagia.

***

Sekarang masih tersimpan rapi kenangan itu.

Semoga sampai kelak pun kan terus tetap tersimpan rapi.

Hingga aku mampu untuk mencerita tentang segala kekonyolan yang lebih dari ini padamu.

Hingga kamu pun dengan segenap hati meramu segala ceritaku.

Saat kamu benar-benar menjadi yang paling tepat dan pantas untuk mendengarnya.

Pasti aku akan sangat bahagia.

***

Kau yang disana, namamu kan selalu terangkai indah dalam setiap barisan do’a.

Bahkan dalam tulisan pun wujudmu terlihat amat nyata.

Bukan saat galau memikirkanmu aku merangkai tulisan ini.

Tetapi saat aku terdiam terhanyut dalam kenanganmu.

Terima kasih, karena aku sangat bahagia.

Makna Kebersamaan #SPARTA 2014

Masih ingat kenapa kita dipertemukan?
Sudah tau alasan mengapa kita mesti bersama?
Bukan sebuah kebetulan, atau bahkan sebuah ketersengajaan.
Kita memang sudah ditakdirkan untuk bertemu, ditakdirkan untuk bersama, dan ditakdirkan untuk menggapai cita bersama.

Dan disinilah kita sekarang.
Ribuan kilometer jauhnya dari jarak asal rumah kita.
Tanpa keluarga yang menemani tiap malam.
Tanpa sahabat masa kecil yang senantiasa mengajak bermain bersama.

Disini kita bukan sekedar keluarga, disini kita juga sahabat.
Disini kita bukan hanya kawan, disini kita juga lawan.
Keluarga di bumi perantauan nan asing, dan sahabat dikala kesibukan menerjang.
Kawan disaat senang maupun susah, dan lawan sebagai pemicu semangat dikala lelah.

SPARTA
Salah satu ajang yang mempersatukan kita.
Berkumpul menjadi satu di bumi tempat kita berpijak sekarang.

Tak hanya menguji kekuatan kita, kemampuan kita, keahlian kita, atau keperkasaan kita.
Namun menuntut kita untuk berjuang, bertarung, bertahan dan berkorban.

Kita bukan hanya membawa nama pribadi didalamnya.
Atas nama kebersamaan kita pun dipertaruhkan.

Kita bukanlah musuh yang saling menjatuhkan.
Kita juga bukan saingan yang berebut kemenangan pribadi.

Karena di akhir hari, bukan menang atau kalah yang dicari.
Bukan pula kebanggaan pada angkatan masing-masing.
Tetapi kebersamaan sesama mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang di bumi Formosa.

SPARTA 2014
Men sana in corpore sano

Keindahan

Karena keindahan, puisi ini tertuliskan
Karena keindahan yang memandu tangan untuk menuliskan sebait puisi yang tak cukup indah ini
Dan, karena keindahan pula yang mengantarkan sel-sel otak untuk merangkai kata, memaksanya hingga menjadi kalimat yang indah.

Masjidil Haram, Sumber gambar: di sini

Yah, aku sedang jatuh cinta dengan sebuah keindahan
Saat sebuah keindahan itu tak hanya dari lengkungan senyum yang tersungging dari sebuah bibir yang indah
Saat sebuah keindahan tak hanya sekedar bunga yang bermekaran saat tiba waktunya
Ataupun saat sebuah keindahan hanya dapat diucapkan dengan sebuah kalimat nan indah.

Keindahan itu semakin indah saat jalan untuk mendekatinya tinggal sejengkal langkah kaki
Dan keindahan itu semakin terlihat indah saat melihat kalian pun menyukai keindahan itu
Aku, kalian, dan keindahan, melebur menjadi satu

Aku pernah berjanji pada kalian bukan,
Suatu saat, ya pada saatnya nanti kita akan bersama-sama mendekat menuju keindahan itu
Dan keindahan itu tetap utuh menjaga janjiku pada kalian.

Coretan Usang

Maaf,
Saya sudah menghapus coretan itu dari segala memori penyimpanan yang saya miliki,
Benar,
Memang saya yang membuatnya,
Namun saya malu untuk membacanya ulang.

IMG_20140903_221444

Mungkin,
Kalau Kamu masih menyimpannya di memori yang Kamu miliki,
Kamu pun boleh menghapus atau membuangnya,
Percuma saja Kamu menyimpannya,
Karena sangat mungkin coretan itu akan semakin membuat saya malu.
Terlebih saat Kamu membacanya ulang.

Iya,
Saya memang mencoba melupakan semuanya,
Bukan karena bermaksud melarikan diri,
Saya hanya melihat segala realita yang ada,
Siapa juga saya dan siapa pula Kamu.

Sekali lagi maaf,
Karena semua isi dalam coretan itu hanyalah sebuah masa lalu bagi saya,
Meski masa lalu itu teramat sangat ingin sakali saya wujudkan,
Hasil akhir tetaplah Sang Produser Kehidupan yang akan menentukannya.

Anomali

Hey kamu, iya kamu…
Bukankah kita baru saling kenal?

Hemm kamu, iya kamu…
Kenapa aku merasa tak asing denganmu?

Benar-benar kamu, iya kamu…
Kenapa aku ingin selalu bersamamu?

Dan kamu, iya kamu…
Kenapa aku selalu merasa menjadi diriku sendiri saat denganmu?

Lalu kamu, iya kamu…
Kenapa aku tak pernah bisa diam jika di depanmu?

Trus kamu, iya kamu…
Kenapa aku tak pernah lepas mengingatmu?

Kalau kamu, iya kamu…
Apakah kamu juga merasa demikian jika denganku?

Jika kamu, iya kamu…
Apakah kamu hanya mencoba berbuat baik kepadaku?

Tapi kamu, iya kamu…
Apakah kamu terusik dengan polahku?

Mungkin kamu, iya kamu…
Apakah kamu cuma berpura-pura mengikuti kemauanku?

Lho kamu, iya kamu…
Apakah kamu mulai bosan?

Ah kamu, iya kamu…
Memang hanya kamu yang tau…