Hakekat Perbintangan

Salam hangat kawan, sudah lama saya tidak menggerakkan jemari di blog ini. Dan akhirnya entah ada angin apa yang membuat saya ingin kembali menari-nari di pagi hari.

Kali ini saya ingin menuliskan tentang sebuah hakekat perbintangan. Perbintangan dalam hal ini bukanlah zodiak, ataupun bintang-bintang yang ada dalam ilmu astronomi. Perbintangan yang saya maksud adalah nilai kepuasan kita sebagai pengguna jasa-jasa aplikasi online yang semakin hari semakin marak sehingga mengalahkan jasa konvensional dan biasanya disubmit setelah kita selesai menggunakan jasa tersebut. Seperti contoh saat saya menggunakan jasa marketplace online S**pee, ketika saya telah selesai melakukan transaksi dan saya telah mendapatkan barang yang saya inginkan, saya dapat memberi penilaian terhadap pedagang barang tersebut dalam buntuk bintang. Bintang 1-5 biasanya. 1 untuk yang paling tidak puas dengan barang yang diperoleh dan 5 untuk kepuasan maksimal terhadap barang yang telah diterima.

whatsapp image 2019-01-15 at 8.32.10 am

Dan sekali lagi saya menulis artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi saya yang telah mendapatkan siraman rohani dari seseorang yang saya sebut *suami*. Cerita lebih tepatnya kemaren saat saya menggunakan jasa transportasi online Go**k, Pak supir yang jasanya saya pakai tersebut sepertinya masih buta arah tujuan yang akan di tempuh. Jadi perjalanan kita sedikit berputar-putar, kalau biasanya waktu yg ditempuh dengan rute yang sama hanya 10 menit, kali ini saya sampai dalam waktu kurang lebih 20 menit. Ada 10 menit terbuang disana, wasting time batin saya. Akhirnya dengan itikat yang kuat, saya sudah berniat dalam hati kalau nanti selesai akan saya kasih nilai bintang 3 dia.

Namun nasib berkata lain, setelah menyelesaikan orderan, saya bercerita kepada suami saya bahwa saya jengkel karena tadi perjalannya agak berputar-putar dan hampir menekan tombol bintang 3 karena kurang puas. Namun seketika sang suami langsung mencegah dan menyuruh saya memberi bintang 5 meski agak jengkel. Alasannya suami saya bilang kalau percuma saja saya memberi bintang berapapun, toh saya juga tidak akan mendapatkan apa-apa, mungkin kepuasan sesaat iya. Namun taukah kita kalau bintang yang kita pencet itu, penilainnya sangat berpengaruh pada sang sopir, bisa jadi nilai performa dia, atau bahkan jumlah bonusan yang akan diterima kelak. Jadi apa salahnya kalau kita memberi sedikit kebahagiaan kepada oranglain dengan cara yang simple.

Yah, mungkin karena saya tukang baper, akhirnya saya menuruti petuah suami saya tersebut. Memang benar, terkadang apa yang kita rasakan tidak semuanya harus dilampiaskan dengan emosi yang berlebihan maupun mendalam. Cukup menikmati hidup sewajarnya saja.

Sepertinya artikel kali ini hanya bagaikan angin lalu, mohon maaf kalau seandanya mengganggu kawan sekalin. Dan terima kasih bagi yang sudah membaca, semoga ada maanfaat yang bisa diambil. 😀

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s