Satu Tahun Yang Lalu…

Salam hangat kawan…
Tak terasa sudah satu tahun lebih saya tidak menyambangi lapak ini. 😆
Bagaimana kabar kawan semua? semoga baik semua yaa…

Jadi ceritanya sekarang ini saya tiba-tiba sangat ingin menyambangi lapak lama ini untuk sekedar berkicau pagi setelah sekian lama berdiam diri dengan segala hiruk pikuk kesibukan dunia #tsah…

Dan saya memilih judul “Satu Tahun yang Lalu” karena memang kebetulan kurang lebih satu tahun yang lalu saya mengalami perubahan hidup yang cukup amazing untuk diceritakan dan baru saat ini sempat untuk menuliskannya disini.

Satu tahun yang lalu bertepatan dengan perayaan pernikahan saya dengan seseorang yang secara spontan dikirimkan oleh Yang Maha Kuasa untuk menemani saya dalam melewati kehidupan di dunia yang hanya sementara ini. Semoga hingga abadan abad dunia akhirat. Amin Yaa Robbal Alamin…

Mungkin saya tidak akan menceritakan seseorang tersebut disini karena saya akan menceritakannya spesial di artikel khusus yang sepertinya akan sangat panjang sekali untuk diceritakan.

Sejak satu tahun yang lalu itu kehidupan saya benar-benar berubah, mulai dari tempat tinggal baru, kebiasaan baru, aktivitas baru, dan segalanya baru. Mungkin sama halnya seperti kebanyakan orang yang baru menikah, saya juga merasakannya. Tapi sepertinya tidak afdol kalau saya tidak menceritakan pengalaman saya sendiri, dan hanya mengenangnya sendiri.

Sejak itu saya mulai tinggal ditempat baru yang terpisah dengan kedua orang tua dan keluarga yang sudah kurang lebih 25 tahun menemani. Memang sudah sangat sering saya tinggal terpisah dengan orang tua, seperti saat kuliah di Surabaya, saat kuliah di Taiwan, saat bekerja di Madura, namun saat-saat itu saya masih merasa terikat dan terpaut erat dengan kedua orang tua saya. Setiap minggu saya bisa leluasa pulang, setiap saat bisa bermanja ria dengan keluarga. Perubahan yang cukup drastis saya rasakan sejak saat saya berada di tempat baru dan tinggal bersama dengan orang baru yang tak lain adalah suami saya.

Meski suami tidak pernah mengekang saya untuk tetap bermain tiap dua minggu sekali ke rumah orang tua, atau orang tua yang bermain ke rumah saat waktu senggang. Meski suami selalu membebaskan saya untuk tetap bermanja ria dengan keluarga saya saat berada di rumah atau saat bertelpon, bahkan jika hanya beberapa hari suami saya tidak mendapati saya menelpon rumah dia selalu menyuruh saya untuk melakukannya dengan pertanyaan yang khas, “Kok ndak telpon Ibuk, Dek?” Dan magic-nya saya pasti segera menelpon rumah.

Sejak saat itu saya merasa separuh jiwa saya yang dulu bebas sekarang telah terpaut dengan benang suci layaknya layang-layang yang selalu terbang tinggi namun tetap terikat. Dan ikatan itu semakin lama menjadikan diri saya bergantung padanya.

Lika liku kehidupan memang selalu menarik untuk diceritakan. Rutinitas harian saya drastis berubah. Kalau sebelumnya bangun tidur saya hanya melihat bantal guling yang menemani, sejak saat itu ada seseorang yang terbaring disana. Kalau sebelumnya saya makan kapanpun sesukanya dan mau makan apa saja yang saya suka, sejak saat itu saya harus berfikir apakah suami saya sudah makan? Atau apakah suka dengan makaman ini? Kalau sebelumnya saya tak acuh dengan penampilan, sejak saat itu saya mulai sedikit tertarik untuk memperhatikan, apakah suami saya suka penampilan seperti ini? Kalau sebelumnya saya hanya mendapatkan pemasukan yang saya peroleh sendiri, sejak saat itu saya mendapatkan darinya juga untuk segala keperluan kami. Dan masih banyak perubahan lainnya yang tak tertuliskan disini.

Saya yakin bukan hanya pihak saya saja yang merasakan perubahan, kehidupan suami juga pasti sangat berubah total. Berubah semakin menyenangkan dan mengiurkan untuk diresapi. Dan apapun itu, segala keputusan, pertimbangan, kesepakatan, melebur menjadi satu. Tak ada lagi Aku atau Kamu, tetapi semua menjadi tentang “Kita”.

Sungguh indah untuk diceritakan. Terima kasih Ya Allah, karena tak perlu menunggu waktu yang lama, Engkau menjawab segala gundah gulana saya dengan mempertemukannya untuk saya, dan saya untuk dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s