Kaohsiung Trip: Cijin Island

Salam hangat kawan,

Ketemu lagi bersama saya yang akan bercerita tentang perjalanan panjang saya di kota Kaohsiung. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya saat berada di pulai Cijin. Seperti yang sudah saya bagikan di postingan sebelumnya, setelah sowan ke patung budha, kami langsung berangkat menuju pulau Cijin dari Zuoying KRT station jalur merah, pindah menuju Sizihwan KRT Station jalur orange, O1. Dari Sizihwan Station, kami keluar lewat exit 1 dan langsung berangkat menuju Cijin Ferry Station. Perjalanan yang cukup jauh, dengan menaiki kapal ferry, kami bisa menikmati pemandangan dan semilirnya angin lautan yang hangat. Biaya naik kapal ferry ini cukup murah, hanya 25 NT untuk orang umum dewasa, sedangkan untuk harga mahasiswa cukup membayar 20 NT saja.

Menyebrang ke pulau Cijin dengan kapal ferry

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuyeberang, kurang lebih 5-15 menit kapal sudah berlabu di sisi pulau Cijin. Begitu keluar kapal, kami sudah langsung disuguhi pemandangan ramai penuh dengan sepeda pancal carteran. Yup, disini kami bisa menyewa sepeda pancal untuk mengelilingi pulau Cijin yang luasnya hanya kurang lebih 18km. Ada berbagai macam sepeda yang disediakan oleh para rental, mulai dari sepeda electric, sepeda motor, sepeda pancal, sampai becak pun ada. Harga tergantung model dan selera. Kalau ingin menyewa sepeda motor yang bisa ditumpangi dua orang, harganya cukup 300 NT untuk 2 jam perjalanan. Namun saat itu kami memilih untuk menyewa sepeda pancal yang paling murah dengan harga 100 NT untuk keliling satu hari. Cukup hemat untuk seukuran sepeda pancal bermerek Giant. Selanjutnya kami juga dibekali peta pulau Cijin dari tempat persewaan sepeda. Mulailah kita berpetualang keliling pulau dengan menggunakan sepeda.

Gerbang masuk pulau cijin dari kapal ferry

image
Peta pulau Cijin dari rental sepeda

Tempat yang pertama kali kami tuju adalah pesisir pantai Cijin. Dengan ditemani oleh ombak laut yang berdesir renyah dan lambaian daun kelapa melengkapi kenikmatan pantai yang panas saat itu. Di pantai Cijin ini, kami bisa menikmati lautan secara langsung sambil bermain ombaknya. Selain itu terdapat pertunjukan pahatan pasir, sama seperti yang ada di Pantai Fulong, namun bedanya pahatan pasir disini berwarna hitam, sedang di Fulong berpasir kuning.

Panorama keindahan pantai Cijin

Rasanya keliling pulai dengan sepeda dengan udara yang lumayan sejuk tanpa polusi membuat kenyamanan tersendiri disini. Selanjutnya, tempat terakhir yang kami singgahi sebelum kembali ke Kaohsiung adalah Cihou Lighthouse. Bangunan putih yang terletak diatas bukit dan dapat menikmati pemandangan pelabuhan dari atas bukit. Indah. Angin sepoi-sepoinya membuat kita betah berlama-lama diatas bukit ini sambil menikmati museum sejarah yang ada di dalam bangunan putih Cihou Lighthouse.

Panorama keindahan dari atas Cihou Lighthouse

Hari bergulir menjadi gelap, dan memaksa kami untuk segera turun dari bukit dan kembali menyebrang selat dengan menggunakan kapal ferry lagi. Selanjutnya kami akan mengunjungi museum Takao Railway, sebuah museum kereta api tua yang cukup terkenal di Kaohsiung. Jadi untuk cerita di pulau Cijin ini sampai disini dulu kawan. Selamat menikmati perjalanan demi perjalanan kami. 😀

Iklan

2 thoughts on “Kaohsiung Trip: Cijin Island

  1. Ping-balik: Kaohsiung Trip: Fo Guang Shan Buddha Memorial Centre | Navigasi Kehidupan

  2. Ping-balik: Kaohsiung Trip: Takao Railway Museum | Navigasi Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s