Please, Saya Jangan di-PHP

Salam hangat kawan…

Kali ini saya akan kembali bercerita tentang pengalaman yang semoga bermanfaat jika saya bagikan. Jadi langsung saja kawan, ceritanya hari ini adalah agenda  untuk mencari sebuah kamera. Lebih tepatnya mencari, memilih dan membeli. Sebenarnya kakak saya yang berminat untuk membelinya, saya hanya melaksanakan amanah. Dan kamera incarannya adalah kamera dengan merk Sony mirrorless A****.


Dan kali ini tempat yang saya tuju adalah Guanghua electronic, sebuah pusat perbelanjaan barang elektronik yang cukup besar di kota Taipei. Sebelumnya saya sudah pernah survey ke beberapa toko di Guanghua ini, dan hari ini saat saya mendatanginya kembali barang incaran telah habis terjual. Akhirnya saya kembali berkeliling ke beberapa tempat. Hampir setiap tempat yang saya singgahi menganjurkan untuk langsung membeli kamera di counter resmi Sony yang terletak di lantai 3.

Cus langkah kakipun menuju ke counter tersebut. Setelah sampai barang incaran sudah terpajang rapi di beberapa deretannya. Mulailah sang seles menjampiri saya dan mempromosikan barang dagangannya. Pertanyaan pertama yg saya tujukan adalah “Harganya berapa?” Dan jawaban dari sang seles tersebut, “Harganya cuma Xx.xxx, tp nanti bakal dapet tax refund (pengembalian pajak) 5% di bandara kalau keluar dari Taiwan tidak lebih dari 90hari setelah pembelian barang. Nanti jadi tinggal segini xx.xxx-1.000” Sayapun menanggapinya bakal pulang bulan depan. Lumayan berarti, selisih seribu dari harga awal, kalau harga yang sudah dipotong pengembalian pajak, berarti murah (batin saya).

Akhirnya pertanyaan-pertanyaan selanjutnya saya lontarkan. Mulai dari fasilitas yg di dapat apa saja, assesoris apa saja yang di dapat, dll. Untuk pembelian kamera ini, saya akan mendapatkan memory card 32gb kelas 10, screen guard, baterai cuma 1. Berarti tas dan baterai cadangan harus beli sendiri. Selanjutnya bertanya harga tas yang sebesar 480NT, dan harga baterai cadangan yang ori 1460NT, sedangkan yang produksi Taiwan hanya 1240NT.

Ok fix, akhirnya saya membelikan kakak saya kamera ini dengan sekalian tasnya, untuk baterainya bisa nanti-nanti dulu.

Proses pembayaran pun selesai. Dan saya diharuskan mengurus dokumen pengembalian pajak di lantai satu. Setelah sampai di konter pengurusan pengembalian pajak yang dimaksud, ternyata saya diharuskan menyetorkan paspor aseli, padahal saat itu saya sedang tidak membawanya. Saat saya tunjukkan foto paspor dari hape, mereka tidak mau menerimanya. Selain itu, saya juga harus menunjukkan paspor aseli hari ini juga, kalau seandainya saya menunjukkannya besok, berarti tanggal struk juga harus diganti besok. Karena sekarang ataupun besok sama-sama kembali, akhirnya saya putuskan untuk kembali hari ini juga. Mereka mengingatkan kalau bakal tutup pukul 6.30 pm. Baiklah, masih ada banyak waktu.

Tadi saat berangkat saya hanya menggunakan sepeda pancal dari asrama menuju Guanghua, namun sepertinya stamina saya sudah mencapai ambang batas. Walhasil saya kembali ke Guanghua dengan menggunakan bus nomor 643.

Setelah kembali ke kounter pengurusan pengembalian uang pajak dengan menunjukkan paspor. Ternyata paspor saya tidak dapat memproses pengembalian uang pajak dikarenakan sudah tinggal di Taiwan hampir satu tahun. Tertera di paspor saya memasuki taiwan pada tangal 9 Agustus 2015. Sedangkan pajak baru bisa dikembalikan kalau saya tinggal di Taiwan kurang dari 183 hari (6 bln).

Memang harusnya wajar ada peraturan seperti itu. Hanya saja sepertinya saya merasa dirugikan atas kejadian seperti ini. Pertama, saya merasa kena PHP dan sudah terlanjur melihat harga murah karena pengembalian pajak. Kedua, hari ini saya merasa lelah bolak balik Asrama-Guanghua namun hasilnya nihil, karena tidak dapat kembalian pajak.

Akhirnya saya kembali ke galeri Sony tempat saya membeli kamera tadi. Saya melancarkan curhat kepada bapak seles yang menangani saya tadi. Saya melaporkan kalau saya tidak bisa mendapatkan kembalian uang pajak karena alasan yang telah tersebut di atas.

Mereka terlihat bingung. Tidak dapat melakukan apa-apa. Mereka takut kalau saya tidak jadi membeli kameranya, sedang segel box telah terbuka. Uangpun tidak dapat dikembalikan. Sebenarnya saya sudah meninggalkan kamera di kamar asrama, saya hanya kembali untuk mengingatkan saja agar lain kali kalau ada pembeli lagi tidak usah diberi PHP harga murah karena pengembalian pajak. Kalau ada kasus seperti ini lagi, PHP itu tidak enak. :3

Akhirnya mereka sedikit merasa bersalah dan meminta maaf. Terakhir, saya mendapatkan baterai cadangan gratis dari peristiwa ini. Meski hanya baterai produksi Taiwan, sudah lumayan berarti, harganya sudah diatas uang pengembalian pajak. Rejeki anak sholehah. 🙂

Pelajaran kali ini, semoga kita selalu diberi kesabaran dalam menghadapi setiap masalah dan menyelesaikannya tanpa emosi. Kedua, ternyata tax refund tidak berlaku bagi mereka-mereka yang sudah tinggal lebih dari 183 hari di Taiwan. Ketiga, ternyata di-PHP itu rasanya tidak enak. :3

Iklan

2 thoughts on “Please, Saya Jangan di-PHP

  1. Aku belum paham masalah pajak membajak. *eh

    Jadi, pajak yang dimaksud di atas apa Mbak? dan hubungannya dengan pasport dll? Belum ngeh aku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s