Amira, Wǒ Xǐhuan Nǐ

Salam hangat kawan,,,

Kali ini saya akan bercerita tentang seorang gadis cilik yang lucu menggemaskan. Namanya Amira, gadis cilik berkulit gelap yang tambun. Entah dia berkewarganegaraan mana, saya belum pernah bertanya. Dia belum sekolah, usianya pun belum genap 5 tahun. Kami sudah sering bertemu selama bulan Ramadhan ini, di Masjid Besar Taipei. Selama bulan Ramadhan, selalu diadakan buka puasa bersama di masjid. Sebagai mahasiswa perantauan, salah satu agenda terfavorit dalam rangka perbaikan gizi adalah berangkat ke masjid menjelang maghrib untuk mengikuti buka puasa dan sholat maghrib berjama’ah. Tak ketinggalan Amira dan Ibunya pun sering datang ke Masjid Besar ini.

Selama ini, pertemuan kami hanya sebatas saling bertukar pandang tanpa pernah berkomunikasi. Biasanya saya hanya tersenyum melihat tingkah polahnya yang aktif dari kejauhan. Sambil menunggu adzan maghrib para jama’ah sudah berkumpul memanjang dengan sajian kurma dan air mineral gelas tertata diatas selembar kain putih. Amira biasanya bermain-main dengan kawan-kawan kecilnya, entah itu saling kejar-kejaran atau mercanda gurau. Dan saya, sekali lagi hanya melihatnya dari kejahuan. Namanya pun belakangan saya ketahui karena ada seseorang yang memanggilnya.

Pertemuan-pertemuan selanjutnya pun tak ada yang istimewa, Amira sibuk dengan dunianya dan saya sibuk dengan sendirinya. Sesekali kita berpapasan di toilet saat dia hendak menunaikan hajadnya dan saya tengah berwudhu, sesekali juga dia melangkahi tempat duduk saya karena berkejaran dengan teman sebayanya.

Namun hari ini ada sedikit yang berbeda. Selesai sholat tarawih berjama’ah, Amira masih ada di dalam masjid bersama ibunya. Saat hendak menuruni tangga untuk beranjak pulang, tiba-tiba Amira sedang berbincang dengan seseorang yang terlihat menggodanya hingga hampir menangis. Saya hanya tersenyum kecil (mencep) dan melihatnya dari kejauhan seperti biasa.

Tiba-tiba saat saya berada di dekatnya dia memandang saya dan berkata “Wǒ xǐhuān nǐ” dengan logatnya yang lucu.

Saat itu saya tidak percaya dan mencoba menanyakannya ulang,”pardon?” Amira ini bisa bahasa Inggris dan Mandarin.

Dan ternyata dia mengulanginya “Wǒ xǐhuān nǐ” yang artinya “Aku suka kamu”.

Saya sangat bahagia saat itu, mungkin karena kejujuran dan ketulusan Amira. Seketika saya pun membalas ” Xièxiè, wǒ yě xǐhuān nǐ” (Terima kasih, Aku juga suka kamu). Akhirnya saya merangkulnya dan menciumnya. Amira tersenyum. Kemudian secara spontan saya mengajaknya untuk poto selfie, “Let’s take a picture together” dan Amira pun tampak senang.

Selanjutnya banyak percakapan yang kita lakukan. Selama ini komunikasi yang hanya melalui mata, kini sudah turun ke mulut.

Terakhir saya bertanya padanya, “Won’t you go home?” Saat itu sudah menunjukkan pukul 9.50pm.
Dia jawab, “Waiting my mom”
“Where is ur Mom?”
“Up stair”
“So, where want you go?”
“Throw this, where is garbage can?”, sambil menunjukkan kulit pisang.
“Oh, down stair, come, go with me” Pingin bawa pulang ini anak. Sayang di asrama tidak membolehkan bawa tamu masuk ke dalam kamar 😀

Dan begitulah cerita malam ini hingga kita berpisah dan berharap bisa bertemu lagi pada kesempatan yang akan datang. “Bye-bye Amira, see you….”

Pesan moral: Ajarilah anak untuk bertanggung jawab membuang sampah pada tempatnya sejak dini. 😀

Iklan

One thought on “Amira, Wǒ Xǐhuan Nǐ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s