Bacang: Lemper Ala Taiwan

Salam hangat kawan,,,

Selamat menunaikan ibadah di bulan yang penuh berkah ini ya, Bulan Suci Ramadhan, bagi seluruh umat muslim di dunia dan tentunya yang menjalankan. :3

Mohon maaf sebelumnya kalau postingannya tentang makanan. #hehe

Minggu kemarin kami sudah mendapatkan email pemberitahuan di alamat email kampus (ntust.edu.tw) dan alamat email pribadi (gmail.com) dua kali berturut-turut yang isinya memberitahukan bahwa akan ada pembagian Bacang gratis di asrama tanggal 6 Juni 2016, pukul 6 sore sampai pukul 7.30. Bacang atau bahasa kerennya Zongzi (Sticky Rice Dumpling) adalah makanan semacam lemper kalau di indonesia, cuman bentuknya bukan lonjong panjang, melainkan segitiga atau prisma yang isinya ketan dan daging atau sayuran yang dibungkus dengan daun. Bacang adalah makanan tradisional yang biasa digunakan untuk merayakan acara Festival Perahu Naga. Kalau tahun ini kebetulan festivalnya jatuh pada tanggal 9 Juni 2016.

Bacang vegetarian

Sebenarnya saya sedikit tidak berminat untuk mengambilnya, namun karena semesta mendukung, akhirnya saya mendapatkan 6 bacang sekaligus. Bukan untuk saya pribadi memang, masing-masing orang hanya mendapatkan satu bacang, namun karena keberuntungan yang memihak, maka pihak panitia pembagi bacang mengizinkan saya untuk mengambilkan jatah teman-teman sekamar yang berhalangan untuk mengambil jatah mereka meski tanpa membawa kartu mahasiswa masing-masing orang.

Jadi ceritanya, sore itu saya memang berminat kembali ke kamar karena jam sudah menunjukkan waktu pergantian hari dari siang ke malam. Saat itu belum ada pikiran untuk ikut mengantri mengambil jatah bacang. Namun ditengah perjalanan tiba-tiba salah satu teman sekamar memulai percakapan di grup line kamar yang isinya ingin merasakan bacang, namun tidak ada kesempatan untuk mengambil, dan pada intinya pingin mencicipi jatah bacang saya, itupun kalau saya mengambilnya. Moment yang sangat pas memang, karena saat saya membuka pesan tersebut, saya berada tepat di depan asrama yang mulai terbentuk barisan antrian teman-teman untuk mengambil bacang. Serta merta kaki saya menuju garis antrian tersebut.

imageAntrian bacang

Sesampai di petugas yang mendata, sambil menunjukkan student card saya, saya iseng-iseng mencoba untuk bertanya, bisa ndak kalau saya mengambilkan jatah bacang teman saya? Petugas tersebut sedikit bingung, dan bertanya pada teman lainnya, akhirnya menjawab pertanyaan saya sambil bertanya, “Ada student card nya?” Saya jawab tidak ada. Namun pada akhirnya mereka mengijinkan, “Baiklah, namanya siapa?” dan jawaban saya “Semua teman kamar saya kamar nomor 410, jumlahnya 6 termasuk saya” yang kembali membuat mereka kembali berdiskusi. Karena masih bingung kembali saya meyakinkan, “Tenang saja, jangan kawatir, saya jamin mereka tidak akan mengambil lagi kok, kalau ada yang datang jangan dikasih.” sambil tersenyum. Dan akhirnya lolos enam bacang sudah ada di tangan. Rejeki anak-anak sholehah di bulan Ramadhan. 😀

Enam bacang vegetarian

Sekali lagi, happy fasting mubarak all,,, 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s