Fulong Beach: Salah Satu Bukti CintaNya

Salam hangat kawan-kawan…
Selamat hari senin semuanya. 😀

Kali ini sebenarnya saya hanya ingin berbagi poto-poto hasil buruan hari minggu kemarin, tapi sepertinya kurang komplit kalau tidak dibarengi dengan sedikit cerita sebagai caption-nya. 😉

Jauh sebelum bulan Mei berlangsung, sudah ramai pemberitaan tentang festival pasir yang diadakan di pantai Fulong pada tanggal 7 Mei 2016 – 10 Juli 2016. Sejak saat itu saya sangat tertarik untuk mengunjungi pemerannya. Mulai dari mencari partner, menentukan tanggal, sampai rencana perjalanan komplit untuk berangkat kesana. Saya benar-benar tertarik untuk pergi kesana. Terlebih sebelum saya kembali ke tanah air tercinta. Mungkin kalau diibaratkan, saya bakal gentayangan jadi arwah penasaran kalau sampai belum berhasil datang ke festival ini.

imageFulong International Sand Sculpture Art Festival 2016

Semula, saya dan kawan-kawan satu lab berencana untuk berangkat tepat pada awal dibukanya festival, Sabtu, 7 Mei 2016. Namun sepertinya saat itu semesta masih belum mendukung kita untuk berangkat. Sehari sebelum keberangkatan banyak anggota yang tiba-tiba membatalkan perjalanan. Fix, tanggal 7 Mei gagal berangkat menuju tempat festival.

Hari berganti hari, akhirnya semakin banyak tuntutan dan halangan untuk membatalkan rencana bersama kawan-kawan lab. Sampai pada akhirnya tiba-tiba muncul pembicaraan sekilas yang mengantarkan saya beserta beberapa kawan untuk berangkat ke lokasi keesokan harinya. Dan tepat hari Minggu, tanggal 22 Mei 2016, akhirnya saya sampai pula disini. Fulong International Sand Sculpture Art Festival 2016.

Allah benar-benar Maha Mendengar keinginan hambaNya bukan?

Perjalanan sebelum sampai di lokasi festival di Pantai Fulong

Selama perjalanan yang cukup panjang, kami sedikit merasa khawatir karena jam buka festival dimulai pukul 8.00-18.00 sedang kami baru berangkat sore hari. Dan akhirnya, sampailah kami di lokasi sekitar pukul 4 sore.

Hasil karya seni Sand Sculpture para seniman dari berbagai negara

Sebenarnya yang sangat membuat saya penasaran tentang festival ini adalah bagaimana cara mereka menjaga pasir-pasir yang sudah terbentuk dalam waktu yang cukup lama (kurang lebih 2 bulan selama festival berlangsung)? Sedangkan cuaca di Taiwan sering kali tidak menentu, terkadang galau sampai hujan deras, terkadang panas sampai terik. Kenapa tidak rusak pasirnya?

Dan sekarang terjawab sudah rasa penasaran saya setelah memegang salah satu karya masterpiece pahatan pasir yang ada. Mereka semua sudah diatur mengeras seperti tercampur dengan semen, kokoh tak tertandingi (Semen Gresik.Red). 😀

Bahagia? Sangat! ditambah beruntung pula saat itu kami sekaligus menikmati tenggelamnya matahari di pesisir barat pantai Fulong yang sangat indah.

image
Matahari tenggelam yang sedikit tertutup awan, namun pemandangan sebenarnya yang tampak langsung oleh mata, berkali-kali lipat lebih indah dari pada pemandangan yang tertangkap kamera HP. MasyaAllah..

Terimakasih untuk hariMu yang indah ini ya Allah..
Bukan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali, dan bahkan tak terhitung lagi, Kau telah berhasil menunjukkan wujud kasihmu pada hamba yang masih terlalu banyak dosa ini. ❤

15 Sya’ban 1437, di Bumi Allah.

Iklan

One thought on “Fulong Beach: Salah Satu Bukti CintaNya

  1. Ping-balik: Kaohsiung Trip: Cijin Island | Navigasi Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s