Kabar Kaca Pecah

Salam hangat kawan…
Bagaimana kabarnya? Semoga kawan-kawan semua baik, lebih baik, dan tambah baik saja ya. Sekarang bagaimana kabarnya kaca pecah? Eh, maksudnya?

WhatsApp-Image-20150929Kaca pecah saat tragedi badai di Taipei beberapa bulan yang lalu

Yaps kawan, entah hari ini saya ingin sekali mengetahui kabar kaca pecah. Selama ini yang saya tau kalau kaca pecah, langsung saja dibuang keping-kepingannya ke sampah. Tapi ternyata apa yang saya ketahui itu cuma sedikit, kaca yang pada dasarnya terbuat dari pasir, abu soda, kapur, dan bahan-bahan tambahan lainnya yang pada akhirnya berbentuk bening, rapuh, dan mudah pecah itu ternyata bisa di gunakan kembali kawan. Caranya bagaimana? Tunggu sebentar ya kawan, akan saya ceritakan berurutan setelah menyelesaikan tulisan introduction terlebih dahulu. :p

Dari situ saya jadi berpikir, sering kali bukan (kita) para galauwers mengibaratkan perasaan, atau hati kita dengan sebuah kaca. Perasaan yang katanya rapuh, mudah pecah, dan kalau disambung lagi akan meninggalkan bekas luka. Eh ternyata bisa kok kita memperbaiki kaca pecah tersebut tanpa meninggalkan bekas. 😀

Memang butuh usaha yang lebih banyak dan lebih besar sih untuk memperbaikinya. Bukan hanya dengan menyatukan kembali kepingan pecahannya dan mengelemnya hingga terlihat utuh. Tapi melalui segala proses panjang mulai dari membuat kepingan kaca pecah tersebut menjadi lebih kecil lagi, hingga menjadi serbuk kalau perlu. Kemudian dibersihkan dari kotoran yang tercampur. Lalu dipanaskan dengan suhu yang teramat sangat tinggi (>1500°C) hingga meleleh menjadi cairan. Dan kemudian dibentuk sesuai dengan bentuk semula, atau dengan bentuk lain yang lebih bagus. Hingga kembali berwujud kaca seperti sedia kala. Keren bukan? Selain membutuhkan usaha yang besar, tenaga, waktu, dan biaya yang dikeluarkan pun harus besar pula.

Demikian pula dengan perasaan. Memang perasaan yang terluka atau dikatakan pecah bisa diperbaiki lagi. Namun sama halnya dengan kaca, butuh metode yang benar dan proses yang panjang untuk mengembalikannya seperti bentuk semula tanpa meninggalkan bekas yang nyata.

Trus pada intinya, karena kabar kaca pecah bisa diperbaiki, apakah kita diperbolehkan untuk memecahkan kaca (perasaan) dan kemudian di daur ulang kembali? Wait kawan, kalau kita mau mencari-cari pekerjaan, sepertinya masih banyak pekerjaan lain yang lebih berguna alias bermanfaat untuk orang banyak deh, dari pada bermain dengan kaca. :p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s