Marahmu, Kasihku

Dulu sempat mempertanyakan.
Saat aku terjatuh, kenapa kamu marah?
Saat aku menghilangkan sesuatu, kenapa kamu juga marah?
Saat aku kesulitan untuk bangun, Kenapa kamu pun marah?
Saat aku melakukan kesalahan, mungkin ini yang paling wajar kalau kamu marah.

1462444681609

Bukan itu yang aku harapkan sebenarnya.
Aku ingin kau yang memapahku saat terjatuh.
Aku ingin kau membantuku mencarikanku barang saat kehilangan.
Aku ingin kau membantuku bangkit untuk beranjak.
Aku hanya ingin kau menuntunku dan menasehatiku dari kesalahan.

 

Aku semakin takut atas perlakuanmu.
Apakah aku memang hanya pantas mendapatkan luapan kemarahanmu?
Apakah hanya marah yang mampu kamu berikan padaku?
Apakah tak ada yang lain?

Belakang aku baru tersadar.
Ternyata marahmu adalah wujud peduli terbesarmu.
Ternyata marahmu menunjukkan betapa khawatirnya dirimu.
Ternyata kau memang kesulitan dalam menunjukkan rasa kasihmu.

Mungkin kamu butuh belajar.
Karena tak semua kemarahan dapat menafsirkan maksud baikmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s