Hidup Bersama Masyarakat Berbahasa Masa Depan

Proses belajar mengajar bagi pelajar asing di Taiwan sebagian besar adalah menggunakan bahasa Inggris. Namun, untuk hidup bermasyarakat, seperti; membeli makan, minum, serta membeli kebutuhan hidup sehari-hari diperlukan sosialisasi dengan masyarakat umum yang mayoritas menggunakan bahasa Mandarin dan sedikit asing dengan bahasa Inggris. Bahasa Mandarin yang digunakan oleh masyarakat Taiwan adalah Mandarin Tradisional (belum disederhanakan) yang secara garis besar mirip dengan bahasa Mandarin Simplified yang digunakan negara China.

Oleh karena itu tak heran jika sekolah menyediakan fasilitas kursus bahasa Mandarin bagi para pelajar asing yang berminat untuk mempelajari bahasa Mandarin. Di National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan Tech) sendiri, tempat saya bersekolah, disediakan kelas kursus mandarin dari berbagai level. Mulai dari tiingkat dasar hingga tingkat ahli. Dan saat tulisan ini saya tulis, saya masih duduk di kelas kursus Mandarin level dasar karena sebelum berangkat ke Taiwan saya belum belajar dan memiliki kemampuan untuk berbahasa Mandarin.

Bahasa Mandarin menggunakan empat “tone” (nada datar, naik, turun naik, dan naik) untuk membedakan kata yang satu dengan kata yang lain. Ketika kita salah nada dalam pelafalannya, bisa jadi orang yang mendengarkannya akan salah dalam pemaknaannya. Kursus mandarin yang diajarkan oleh Lǎoshī (guru) kami mempelajari tentang bahasa sehari-hari dan kalimat yang sering kami gunakan dalam proses bersosialisasi dengan masyarakat Taiwan. Seperti contoh bahasa mandarin saat kita belanja ke pasar, ke rumah sakit, ataupun saat kita tersesat.

Kursus mandarin yang difasilitasi sekolahan dan tanpa tambahan biaya lagi tersebut cukup membantu kami yang masih awam dalam mempraktikkan bahasa Mandarin. Selain kita bisa lebih diterima oleh masyarakat Taiwan karena dapat berkomunikasi dengan bahasa yang mereka gunakan, pernah suatu ketika bahasa mandarin juga dapat membantu saya hingga mendapatkan harga yang sangat murah saat belanja kaos oleh-oleh khas Taiwan.

Ceritanya, sebelum mudik lebaran 2015 kemarin, saya menyempatkan diri membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Selain makanan khas, pilihan lain adalah kaos khas Taiwan khusus diperuntukkan untuk keponakan yang masih balita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pusat perbelanjaan oleh-oleh yang paling murah di Taipei adalah Shilin Night Market (士林夜市). Shilin Night Market adalah pasar malam yang besar dan terkenal di kawasan Shilin, Taipei.

Tidak sulit untuk mencapainya dan yang paling gampang adalah dengan menggunakan Taipei Mass Rapid Transportation (MRT) jalur merah kemudian turun di stasiun Jiantan, keluar Exit-1. Di sebrang jalan akan langsung terlihat rombongan orang-orang yang hilir mudik memenuhi pasar malam entah itu hanya sekedar untuk membeli jajanan ringan ataupun untuk menghabiskan malam yang panjang.

10805810_989120894438443_2274964799464338636_n

Shilin Night Market

Saat itu, saya ditemani seseorang kawan yang juga memiliki tujuan yang sama, membeli kaos oleh-oleh yang bertuliskan atau bergambar khas Taiwan. Seperti biasa, dengan bermodalkan bahasa mandarin ala kadarnya yang kami peroleh selama kursus tingkat dasar di sekolah, kami berusaha berkomunikasi dengan penjual kaos.

“Lǎobǎn, nǐ hǎo, zhègé duōshǎo qián? (Halo Bos, ini harganya berapa?)” Tanya kami dengan nada ramah sambil memegang kaos yang terpajang di tokonya.

Yībǎi Qī qián (170 NTD)” Jawab sang penjual.

“Wǒ shì xuéshēng, wǒ méiyǒu qián, gěi wǒ piányí diǎn (Saya adalah mahasiswa, saya tidak punya uang, beri saya lebih murah sedikit)” Ini adalah jurus andalan untuk merayu pedagang yang kami peroleh dari kursus.

Sambil tertawa lebar sang penjual menjawab, Nǐ shì Tái Kē Dà de xuéshēng ma? (Kamu mahasiswa Taiwan Tech ya?)” dan banyak kalimat lain yang keluar dari mulut beliau yang kurang lebih maknanya adalah, “Selalu saja mahasiswa Taiwan Tech itu bilang tidak punya uang agar dapat potongan harga. Ya sudah, kamu tunggu disini dulu, saya melayani pelanggan yang lain, nanti jangan bilang yang lainnya kalau saya kasih harga pelajar.”

“Yes” Tawa kami pun ikut meledak karena langsung dikenali sebagai mahasiswa Taiwan Tech padahal masih banyak kampus lain di Taipei selain Taiwan Tech. Setidaknya, satu jurus yang diajarkan oleh lǎoshī kami sangat ampuh. Dan akhirnya kami mendapatkan harga 130 NTD. Harga yang paling murah untuk harga kaos oleh-oleh di Taipei.

Dari pengalaman diatas terlihat bahwa bahasa dapat merubah harga kaos oleh-oleh menjadi lebih murah bukan? Tak hanya itu sebenarnya, masih banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh jika kita bisa berkomunikasi dua arah dengan menggunakan bahasa yang baik. Karena sesungguhnya bahasa adalah komponen terpenting dalam berkomunikasi. Komunikasi dapat berlangsung karena adanya bahasa yang digunakan serta dapat dipahami oleh pemberi informasi dan penerima informasi.

Untuk saat ini bahasa Mandarin merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia selain bahasa Inggris. Ada beberapa peneliti yang mengatakan bahwa 20 tahun yang akan datang, bahasa Mandarin akan menjadi bahasa yang sangat penting untuk menghadapi perubahan raksasa global dunia di masa depan. Mandarin adalah bahasa masa depan. Kemampuan berbahasa mandarin akan menjadi nilai lebih di masa depan. Di masa depan, ketika kita fasih berbahasa inggris, orang-orang akan kagum kepada kita. Akan tetapi ketika kita fasih berbahasa mandarin, maka pekerjaan, karir, dan bisnis skala besarlah yang akan mengantri untuk kita pinang. Karena suatu hari nanti, China akan memimpin dunia. Hal tersebut sangat jelas dikatakan oleh Martin Jacques dalam bukunya, When China Rules the World.

Jadi, mulai dari sekarang bagi yang masih tinggal di lingkungan masyarakat berbahasa Mandarin, mari kita bergerak bersama-sama dan lebih bersemangat lagi untuk belajar bahasa Mandarin! Manfaatkan fasilitas-fasilitas kursus gratis yang di sediakan sekolah dan manfaatkan hidup bersama masyarakat yang berbahasa masa depan dengan sering-sering aktif dan praktik dengan mereka agar kemampuan bahasa Mandarin kita cepat terasah. Bagi yang masih tinggal di tanah air dan belum pernah belajar di negara asing, segera persiapkan dirimu sebelum terlambat untuk memasuki era baru! Jiā yóu! (eNTe)

Iklan

7 thoughts on “Hidup Bersama Masyarakat Berbahasa Masa Depan

  1. Wah iya emang bener, manfaat bahasa mandari udah mulai kerasa nih. Kemarin saya sempet dapat tawaran wawancara kerja, nah usut punya usut ternyata setelah siterima nanti kita diwajibkan belajar bahasa mandarin. Padahal kerjanya di kalimantan barat loh -____-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s