Karena Sebelum Lebaran Pasti Ada Puasa


Salam hangat kawan,
Bagaimana kabar lebaran hari ini? Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia… 🙂

Ada kebahagiaan tersendiri saat mendengarkan alunan takbir ilahi secara langsung di bumi nan asing. Namun tenang kawan, kali ini saya tidak akan meratapi nasib seperti tahun kemarin. 😉 Benar… Sudah dua lebaran ini saya tidak merasakan nikmatnya tusukan sate dari daging lebaran. 😀

Bicara soal lebaran, kali ini saya ingin menuliskan sebuah argumen dari beberapa pengalaman yang belum terlalu banyak dan pengamatan yang sepertinya juga belum teramat jelas. Dan satu kalimat yang sedikit membungahkan hati untuk saat ini adalah “Karena sebelum lebaran pasti ada puasa”.

Dalam sebuah kesempatan, seorang kawan bercerita tentang masalahnya, “Sekarang saya harus segera memperbaiki kerja C++ orang lain, padahal saya belum pernah memegang program itu sama sekali, sekarang saya harus belajar C++ dari awal”. Seorang kawan lainnya juga bercerita, “Draft paper saya juga major revision”. Saya? Saya sukses merubah instrumen penelitian saya dengan alat yang benar-benar baru dan belum ada yang pernah menggunakannya di lab. Mulai dari perakitan, karakterisasi, sampai penggunaan. Lalu selama dua semester kemaren kerjaan saya apa saja? Just trial and error!

Lalu apa hubungannya masalah-masalah di atas dengan kalimat judul di atas? Ujung-ujungnya peratapan nasib lagi? Bukan! masalah-masalah tersebut hanyalah sekian dari bumbu pelengkap. Masih banyak bumbu-bumbu lain yang masih belum dimasukkan dalam racikan. Masalah bukan berarti suatu hal yang akan terus menerus menghinggapi kita tanpa ujung. Seperti halnya puasa, tidak mungkin  setiap hari dalam sepanjang tahun kita akan terus berpuasa. Bahkan Baginda Rasulullah SAW sendiri melarang hambanya untuk berpuasa sepanjang tahun tanpa berbuka.

Setelah puasa, pasti dipungkas dengan lebaran. Sebuah momen agung yang akan hanya bisa dirasakan bagi dia yang telah berpuasa. Seperti Lebaran Idul Fitri, disana ada puasa satu bulan sebelumnya. Pun pula Lebaran Idul Adha, disana ada puasa 9 hari sebelumnya atau minimal satu hari bagi dia yang benar-benar akan beruntung di hari lebaran. Lalu apa yang akan terjadi setelah adanya masalah? Tak dapat dipungkiri setelahnya pasti ada solusi! Hanya butuh waktu yang cukup, usaha yang lebih, dan tak lupa do’a pada Sang Pembuat masalah dan solusi.

Bahkan aliran sungai pun butuh berkelok-kelok terlebih dahulu sebelum menemukan muaranya. Coba, pernahkah kita menemukan sungai yang mengalir lurus saja tanpa kelokan? ~

Lebih dari itu. Tak hanya solusi yang akan kita peroleh setelah masalah selesai. Disana ada pelajaran yang mampu mengembangkan pribadi kita. Disana ada hikmah dibalik sebuah masalah. Disana ada  pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Dan bukankah kata pepatah, pengalaman adalah guru yang paling baik?

Tinggal pribadi dewasa kita yang harus melewati semua masalah tanpa mengeluh. Karena sudah pasti disana ada solusi yang tengah menunggu. ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s