Lemari dan Surga

Salam hangat kawan…
Bagaimana kabarnya? Semoga kawan baik-baik saja. Aamiin…
Kali ini saya akan membahas seputar hubungan Lemari dan Syurga. Lho kok bisa? Benar kawan ternyata mereka berdua masih bersaudara lho. 😀

Lemari, seperti yang kita ketahui bersama, lemari adalah sebuah tempat untuk menyimpan, meletakkan, dan memajangkan suatu barang tertentu seperti; baju, buku, atau pajangan lainnya. Sedangkan Surga adalah suatu tempat di alam akhirat kelak yang penuh dengan keindahan, kesenangan dan kebahagiaan seperti yang telah dijanjikan oleh Allah.

Lemari dan Surga sama-sama makhluk ciptaan Allah. Meskipun secara kasat mata Lemari dibuat oleh tangan manusia, namun manusia hanyalah perantara semata. Lemari tak akan pernah ada jika Allah tidak berkehendak untuk menciptakannya. Demikian pula Surga, Surga tak akan pernah ada meskipun hanya sebatas dalam cerita bila Allah tidak menghendakinya.

Sekarang marilah kita bersama-sama berpikir sedikit lebih jauh dengan menggunakan  logika akal manusia yang sangat terbatas ini. Kita ibaratkan saja Lemari adalah sebuah Surga, kita seorang manusia adalah sebuah baju, dan Allah SWT sebagai pemilik Surga dan Lemari. Seperti halnya kita yang berhak penuh atas baju yang biasa kita beli dan kita pakai, Allah SWT pun demikian. Dalam firman-Nya disebutkan;

 (QS. At-Taubah: 111) إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka.(QS. At-Taubah:111)

Seperti halnya sebuah baju, apabila baju tersebut bersih, indah, dan bagus, niscaya baju tersebut akan disayang oleh pemiliknya. Dirawat agar tidak sampai rusak, ditempatkan ditempat yang mulia,dan dimasukkan kedalam Lemari yang mewah nan wangi. Demikian pula manusia, apabila kita menjadi seorang manusia yang bersih, suci, senang melakukan amalan-amalan yang dianjurkan dan dicintai oleh Allah, niscaya Allah pun sebagai pemilik kita akan menempatkan kita ke dalam tempat yang mulia baik di dunia maupun di akhirat kelak di Surga-Nya.

Adapun kebalikannya, apabila sebuah baju telah kusut, kotor, dan bau, apakah mungkin baju tersebut akan dimasukkan ke dalam lemari yang indah oleh sang pemilik? yang ada mungkin baju tersebut akan dimasukkan kedalam ember atau keranjang cucian bersama baju-baju kotor yang lainnya. Demikian pula manusia, apabila kita menjadi seorang manusia yang suka membangkang akan perintah Allah, banyak melakukan maksiat, apakah mungkin kita akan ditempatkan ditempat yang mulia oleh Allah?

Lalu bagaimana nasib baju kotor tersebut? apakah akan selamanya berada ditempat yang kotor bersama baju-baju kotor yang lainnya? Tidak. Jika baju kotor tersebut MAU untuk dicuci, dibersihkan dari segala kotorannya, bisa jadi baju kotor yang sudah menjadi tersebut akan ditempatkan di tempat yang mulia bersama-sama dengan baju bersih lainnya. Demikian halnya dengan kita yang telah kotor, mempunyai banyak dosa, sering melakukan maksiat, namun pada akhirnya kita mau untuk bertaubat dan membersihkan diri kita, niscaya Allah akan memperhatikan kita lagi.

Kita yang diibaratkan sebagai baju, apakah bisa baju yang meski bersih dan suci meminta kepada pemiliknya untuk dimasukkan kedalam Lemari? Memaksa sang pemilik untuk menaruh kedalam tempat yang mulia? Tidak! Apakah jika kita sudah bersih, sudah banyak beramal sudah pasti akan dimasukkan kedalam Surga karena amalan kita? Sekali lagi segala kuasa atas diri kita yang bukan apa-apa ini sepenuhnya ada ditangan Sang Pemilik. Mau ditempatkan dimana baju tersebut, mau digantung atau dilipat dengan rapi di Lemari, semuanya adalah hak sang pemilik.

Ditempatkan dimana kita kelak adalah kuasa Allah SWT, entah itu di masukkan dalam Surga ataupun Neraka. Namun yang perlu diingat Allah adalah Maha dari segala Maha. Karenanya Surga adalah tempat yang disediakan sebagai tanda bukti Maha Rahman (pengasih) yang diberikan kepada kita. Demikian pula Neraka adalah tempat yang disediakan sebagai tanda bukti Maha Adil-Nya.

Terkadang sangking sayangnya dan cintanya sang pemilik baju akan sebuah baju, Dia akan sering memakai bajunya kemana-mana, menempelkannya pada badannya, memuliakan baju yang disayanginya. Demikian pula kita sebagai manusia, apabila terkadang kita menjadi seorang yang kaya, memiliki harta yang melimpah, bukankah “Kaya” adalah sifatnya Allah yang ditempelkan kepada kita pada saat itu sama seperti baju! Saat kita menjadi orang yang cerdas dan berilmu, bukankah “Alim” adalah sifatnya Allah yang ditempelkan kepada kita!

-Tak ada yang pantas untuk disombongkan dalam dunia ini-

Demikian kawan tulisan sederhana kali ini, semoga bisa menjadikan perenungan bagi kita semua, dan semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s