Mengapa Harus Tidur?

Salam hangat kawan,,,

Sudah berapa lama kita tak berjumpa? Benar, jawaban yang paling tepat adalah lama sekali. Saya sudah lama tidak menyapa kawan-kawan dan menengok blog ini. Alasannya? Karena saya terlalu lama keasyikan tidur. Maksudnya?

Belakangan ini (kata salah seorang kawan yang kebetulan memperhatikan) saya dianggap telah hilang dari peredaran. Bahkan saat liburan Spring Break (liburan selama 1 minggu)  saja, kalau kawan-kawan yang lain menyempatkan diri untuk berlibur, mengelilingi segala pelosok Taiwan demi merefresh otak dari kepenatan dan kesibukan sehari-hari, saya lebih memilih untuk tidur. Meski sebenarnya saya sudah keluar sih, satu hari dalam seminggu, menyempatkan diri saya untuk menyatu dengan alam (hiking) di Yangmingshan.

Salah satu kawan tersebut menanyakan alasan saya yang mungkin melihat saya terlihat aneh daripada biasanya, “Kamu kenapa kemaren kok nggak ikut? Pergi kemana? Ngapain aja? dan terakhir ada masalah?”

Banyak pertanyaan yang hanya saya jawab dengan satu jawaban, “Saya sedang bertapa, mau mencari kitab suci. Hahaha” sambil berkelakar seperti biasa. Meski saya tau jawaban itu tidaklah menjawab segala pertanyaan yang dilimpahkan kepada saya. Sebenarnya yang saya lakukan adalah berdiam diri di dalam kamar, hanya merenungi nasib, kontemplasi dan mengkorek-korek perbuatan yang telah saya lakukan, mungkin banyak salah yang sudah telah saya kerjakan.

Dan yang pasti, membalas dendam untuk tidur. Maksudnya merapel waktu tidur yang telah lama tersita karena beberapa kesibukan. Memang hal ini kurang baik, namun satu alasan yang membuat saya yakin melakukannya adalah “Lebih baik tidur dari pada bersosialisasi dengan banyak orang tapi malah membuat kesalahan” Tenang kawan, pedoman itu hanya saya lakukan saat saya sedang menggalau ria atau saat mempunyai sebuah masalah yang membuat pikiran saya tidak bisa berjalan dengan normal. 😆

Saya membutuhkan waktu-waktu seperti itu. Membutuhkan waktu-waktu untuk sendiri, waktu-waktu untuk tidur. Saat sedikit stress, saya lebih memilih untuk tidur dari pada melakukan kegiatan lain yang menghibur, seperti menonton film, jalan-jalan atau lainnya. Pemalas? bukan. Karena saya tidur masih dalam tahap wajar (ngeles). Hehehe…

Berbicara tentang tidur, saya juga pernah membaca sebuah buku cerita sufi yang isinya mengisahkan tentang seorang raja yang zalim. Kemudian raja tersebut memanggil seorang sufi ke istananya untuk diminta sebuah nasehatnya.

Raja tersebut berkata kepada seorang yang sufi tadi, ” Berikanlah aku nasehat, amal apa yang paling utama untuk aku lakukan sebagai bekalku ke akhirat nanti?”

Sufi tersebut akhirnya menjawab, “Amal terbaik untuk baginda adalah tidur.”

Rajapun keheranan, “Mengapa?”

“Karena ketika tidur, baginda berhenti menzalimi rakyat. Sehingga ketika baginda tidur, rakyat dapat beristirahat dari kezaliman.”

Hihihi,, Intinya saat setelah saya posting tulisan ini, saya sudah terbangun kawan. Terbangun dari tidur yang sangat panjang sekali. Dan Zhao an, Selamat pagi semuanya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s