Taiwan Vs Indonesia #Part2

Salam hangat kawan…

Melanjutkan postingan sebelumya, Taiwan Vs Indonesia #Part1. Kali ini saya akan berbagi tentang apa yang saya jumpai selama disini dan mencoba membandingkannya dengan negara tercinta, Indonesia. Bukan berarti saya suka membanding-mbandingkan dan tidak bangga dengan negara sendiri. Sekali lagi tujuan saya sangatlah mulia. Agar dan semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik dan terus membaik. 😀

6. Taxi Kuning Vs Taxi warna warni

Disini Taxi-nya cuma ada satu warna kawan. Belum pernah saya menemukan Taxi yang lain selain warna kuning. Dan, Taxi disini kebanyakan milik personal, bukan milik perusahaan atau jasa tertentu.

Kalau disana warna Taxi ada bermacam-macam, biasanya tergantung warnanya bukan? ada Blue, Orange, Silver, dll. Dan, Taxi-nya bukan milik pribadi, alias milik perusahaan tertentu.

7. Kemudi kiri Vs Kemudi kanan

Pertama kali saya datang disini saya sempat kaget saat menghadang sebuah Taxi. Saat itu saya dan beberapa teman memanggil Taxi yang kebetulan lewat, namun ternyata sebelah kirinya ada orangnya. Yang mengherankan dia berhenti menghampiri kami. Saya sempat berpikir dan menyeletuk, “lho, itu Taxi ada penumpangnya kok berhenti menghampiri kita?” Spontan teman-teman saya menertawakan saya. karena memang beliau adalah supirnya. Bagaimana Taxi bisa jalan kalau tidak ada supirnya? Tak hanya Taxi, mobil, bus, truk, dll pun kemudi berada di sebelah kiri. Dan segala rambu-rambu lalu lintas pun mengikuti. (berlawanan dengan rambu-rambu disana)

Kalau disana kemudi disebelah kanan. jadi kalau kita naik angkot dan ingin berhenti biasanya bilang “kiri pak”, maka kita akan diberhentikan disebelah kiri.

8. Sopir disini Vs Sopir disana

Sejauh pengamatan saya selama disini, sopir disini saya rasa lebih ahli sopir disana. Bagaimana bisa? karena jika dibandingkan saat naik bus disini dan disana kita akan merasakannya.

Kalau sopir disini rasanya mengemudi hanya menggunakan satu gigi perseneleng, dan hanya bermain di gas atau rem. Jadi rasanya sungguh nano-nano saat berada didalamnya, cukup membuat mual. Sedangkan sopir disana sangat ahli dalam mengendalikan perpindahan gigi perseneleng, sehingga membuat kita cukup nyaman bukan?

9. Zebra cross disini Vs Zebra cross disana

Setiap zebra cross disini sebagian besar dilengkapi dengan lampu rambu lalu-lintas. Dan penggunanya pun sangat patuh dengan rambu tersebut. Saat lampu masih menyala merah, para pedestrian atau pengguna sepeda tidak akan menyebrang sebelum lampu berganti warna hijau. Disini jarang sekali saya temukan orang yang menyebrang tanpa menggunakan jalur zebra cross. Zebra cross disini selalu ada di perempat, atau persimpangan jalan. Saya juga belum menemukan zebra cross yang berada di tengah-tengah jalan.

Sedang disana zebra crossnya terkadang ada yang tidak dilengkapi dengan lampu rambu lalu lintas. Para penggunanya pun kebanyakan tidak mematuhi lampu rambu tersebut. Bahkan tidak jarang orang menyebrang tidak pada zebra cross, hanya dengan dasar jalanan sedang sepi tidak ada pengguna bermotor.

10. Motor disini Vs Motor disana

Motor disini sebagian besar atau bahkan keseluruhan bentuk dan wajahnya hampir senada dan serupa kawan. Motor disini tipenya seperti scooter semua. Jarang ada motor tipe bebek atau motor cowok meski pernah saya temukan motor cowok modelnya seperti Honda GL, tapi itu hanya satu dua saja.

Sedang motor disana bentuk dan tipenya lebih beraneka ragam bukan? ada motor scooter, ada vespa, ada bebek, ada cowok, dll.

To be continued…

Iklan

6 thoughts on “Taiwan Vs Indonesia #Part2

  1. Koreksi dari bang Putu >> kakak Intan Dzikria (http://intandzikria.blogspot.tw/)’s Husband
    1. Taxi milik personal itu maksudnya gimana ya? Disini regulasi nya cukup ketat… Dan hanya satu yang bisa mengoperasikan taxi yaitu Taiwan taxi company –> http://www.taiwantaxi.com.tw/taiwantaxi/english_about.asp#
    2. Automatic Transmission bukan berarti satu perseneleng hehehe
    3. Sebenarnya banyak zebra cross yg ga di persimpangan jalan, kalo dekat kampus itu di sekitar taipower building, atau kalau mau ke masjid besar taipei ada juga. Namun satu yg pasti, setiap penyeberangan ada traffic light dan biarpun ga ada yg nyebrang, kalo lampu merah ya semua kendaraan berhenti…. Jadi ngerasa geje kalo bepergian pake motor atau mobil lalu berenti padahal ga ada yg nyebrang dan juga bukan persimpangan hahahaha
    Sekian suggest revisi dari saya.

    Terimakasih Bang Putu atas koreksinya.. Semoga bermanfaat.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s