Taiwan Vs Indonesia #Part1

Salam hangat kawan…

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menyambangi blog kesayangan ini. Mungkin karena sedikit kesibukan yang rasanya menguras sebagian besar energi. Maafkanlah… 😥

Kali ini saya akan berbagi tentang apa yang saya jumpai selama disini dan mencoba membandingkannya dengan negara tercinta, Indonesia. Bukan berarti saya suka membanding-mbandingkan dan tidak bangga dengan negara sendiri. Sekali lagi tujuan saya sangatlah mulia. Agar dan semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik dan terus membaik. 😀

1. Toilet kering Vs Toilet basah

Disini (mulai sekarang saya akan menggunakan negara Taiwan dengan kata “disini”) seluruh toilet umum hanya menggunakan tisu kering untuk cebok. Sedang disana (dan mulai dari sekarang saya akan menggunakan kata “disana” untuk menyebutkan negara Indonesia) sebagian besar atau bahkan hampir keseluruhan toilet baik umum maupun khusus menggunakan air untuk cebok.

Jadi selama disini saya yang belum dan tidak pernah bisa cebok dengan hanya menggunakan tisu akhirnya selalu menyediakan botol lipat di dalam tas. Baik itu hanya keluar untuk kuliah atau ke lab, atau hanya sekedar jalan-jalan santai. Botol lipat? ya botol lipat itu saya gunakan untuk menampung air yang saya ambil dari wastafel dan membawanya masuk kedalam bilik toilet untuk digunakan sebagai cebok. hehehe 😀

2. Macam-macam tempat sampah Vs mungkin hanya sampah organik dan anorganik

Disini ada berbagai macam tempat sampah. Yang paling banyak yang pernah saya hitung ada 7 tipe tempat sampah dalam satu tempat. Apa sajakah itu? ada sampah kertas, botol plastik, kaca, kaleng, kotak minum, kotak makan, organik, dan general trash. bahkan saya sampai bingung kadang mau membuangnya ke tempat yang mana. Disini tempat sampah jarang ditemui kawan, hanya di tempat-tempat tertentu atau di toilet. Meski demikian jarang ada orang yang membuang sampah sembarangan. Biasanya disimpan dulu dalam tas, segera setelah menemukan tempat sampah baru membuangnya.

Sedang disana biasanya hanya ada dua atau tiga macam sampah, organik, anorganik, atau sampah kering, sampah basah. Meski disana banyak ditemukan tempat sampah dijalan-jalan namun sampah masih terlihat banyak tercecer dimana-mana bukan?

3. Mayoritas tidak beragama Vs Mayoritas beragama Islam

Disini mayoritas masyarakatnya tidak beragama, tidak memiliki tuhan, dan tidak memiliki kepercayaan. Meski demikian, anehnya disini sering mengadakan acara perayaan natal (padahal tidak beragama). Jadi perayaan natal disini bukan karena ritual keagamaan namun sebagai tradisi atau budaya tahunan.

Sedang disana mayoritas masyarakatnya beragama islam. Selain Islam ada agama Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Hampir jarang atau malah tidak ada orang yang di KTP nya tidak memiliki agama.

4. Tidak salaman Vs salaman

Disini jarang sekali ada budaya salaman (berjabat tangan) ketika pertama kali bertemu atau saat berjumpa dengan kawan lama. Paling pol hanya menyapa “Hello” dan terakhir saat perpisahan hanya bilang “Bye-bye”. Bahkan saat mengucapkan ucapan selamat ulang tahun-pun hanya dengan “selamat” di mulut tanpa salaman.

Sedang disana salaman merupakan budaya yang sangat erat dan hampir selalu dilakukan. berjumpa, berpapasan, mengucapkan selamat, mengucapkan belasungkawa, dan semuanya. Dulu saat pertama kali saya bertemu dengan profesor saya bersalaman dengan beliau, bahkan saya sempat mencium tangannya. Dan ternyata setelah beberapa kali bertemu akhirnya budaya itu hilang, berganti budaya hanya menyapa dan menanyakan kabar hanya dalam mulut. 😥

5. Beli kresek Vs Kresek dimana-mana

Disini kalau kita mau belanja mendingan membawa kresek untuk tempat belanjaan sendiri karena kresek disini tidak gratis. Contohnya kalau kita belanja di Supermarket maka saat di kasir kita akan ditawari mau membeli kresek atau tidak? kalau mau membeli berarti harga kreseknya akan ditotal dan dimasukkan dalam pembayaran kita. Kalau tidak beli kresek berarti barang-barang belanjaan kita akan diberikan langsung tanpa dibungkus. Kitalah yang akan membungkusnya sendiri.

Sedangkan disana kresek gratis. Kita tidak perlu membawa apa-apa saat belanja di supermarket. Cukup menyiapkan uang yang banyak saja.

To be continued…

Iklan

3 thoughts on “Taiwan Vs Indonesia #Part1

  1. Ping-balik: Taiwan Vs Indonesia #Part2 | Navigasi Kehidupan

  2. kasih foto-foto dong mba atut biar lebih menarik dan orang yang baca bisa bayangin. terutama yg ttg tempat sampah itu kan keren bgt hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s