Setetes Sentuhan Kalbu di Negara Asing

Salam hangat kawan,

Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan dari malam yang berkah. Kemarin malam, 17 Okt 2014, saya terpanggil untuk mengikuti pengajian Jum’at malam yang diselenggarakan oleh FORMIT UTARATU, sebuah perkumpulan Mahasiswa Muslim Indonesia di wilayah Taiwan bagian Utara.  Pengajian diasuh oleh Imam Musa (Masjid Besar Taipei) dengan tema “Larangan Perbuatan Ujub dan Takabbur”.

Toet4252Ceramah agama oleh Imam Musa (Masjid Besar Taipei)

Cerita tentang Iblis

Beliau memulai ceramah dengan cerita tentang Iblis. Siapakah Iblis itu sebenarnya? Dan sejak kapan iblis itu ada?

Perlu kita ketahui bersama bahwa sebelum manusia diciptakan, telah diciptakan terlebih dahulu mahluk Allah SWT yang bernama Malaikat dan Jin. Setelahnya barulah diciptakan Manusia yang pertama yakni Nabi Adam. Allah SWT memuliakan manusia dengan ni’mat yang  luar biasa berupa Akal pikiran. Dengan akal pikiran manusia bisa berpikir, tidak seperti hewan yang meski punya otak namun tidak memiliki akal untuk berpikir.

Setelah Nabi Adam tercipta Allah menuyuruh kepada Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Nabi Adam sebagai manusia yang dimuliakan oleh Allah. Para Malaikat mematuhi segala perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam kecuali Iblis dari golongan Jin yang membangkang dan enggan bersujud kepada Nabi Adam meski diperintahkan Allah sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Nabi Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang nabi Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya tersebut menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati nabi Adam seperti para malaikat yang lain

Iblis inilah mahluk pertama kali yang membangkang perintah Allah. Dan pertama kalinya muncul sifat “Ujub” di dunia ini.

Karena membangkang tersebut Iblis dikutuk oleh Allah SWT kekal selama-lamanya di dalam Neraka. Karenanya Iblis meminta kepada Allah agar diijinkan untuk menggoda Manusia agar masuk kedalam jalan kesesatan sepertinya. Dan Allah mengabulkan permintaan Iblis tersebut.

Lalu siapakah yang disebut Syaitan? Syaitan sama seperti Iblis. Syaitan juga bersifat buruk dan bertugas menggoda manusia agar tersesat. Syaitan bisa berasal dari jenis Jin maupun Manusia yang buruk akhlak dan sifatnya. Syaitan dan Iblis bisa bertempat tinggal dimana saja tanpa kita ketahui. Oleh karena itu, dimanapun kita tinggal, dimanapun kita akan pergi, tidak peduli di pulau manapun, hendaknya kita selalu berdoa untuk diri sendiri dan mendoakan keluarga kita agar selalu diberi perlindungan dari godaan Syaitan. Berikut adalah do’a untuk menjaga agar diri kita dan keluarga kita dilindungi oleh Allah agar terhindar dari godaan Syaitan dan terjerumus kedalam jalan yang sesat.

بِسْمِ اللهِأعوذبكلمات اللّه التّامّة من كلّ شيطان وهامّة ومن كلّ عين لامّة

Bismillahi A’uudzu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haam matin wa mingkulli ‘aiinin laammah.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah, Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari syaitan yang menggoda dan dari pandangan mata yang menyeramkan.”

Kembali pada cerita Nabi Adam, Iblis yang telah dikutuk oleh Allah mulai menggoda Nabi Adam dan Ibu Hawa. Tak henti-hentinya Iblis menggoda hingga Nabi Adam dan Ibu Hawa berhasil di goda oleh Iblis untuk memakan buah terlarang (Buah Khuldi), maka Nabi Adam dan Ibu Hawa dihukum dan diturunkan ke Bumi yang sampai saat ini kita tempati. Nabi Adam dan Ibu Hawa pernah melakukan kesalahan, tetapi selama diturunkan di Bumi, Nabi Adam dan Ibu Hawa tak henti-hentinya bertaubat, memohon ampunan kepada Allah dengan do’a yang tertulis pada Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 23:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin’ (QS. Al A’raf 7 : 23)

Artinya: Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi. (QS. Al A’raf 7 : 23)

Larangan Perbuatan Ujub dan Takabbur

Sifat Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Islam menjadikan kita sebagai orang yang baik. Jangan pernah melihat sesorang dari pekerjaannya, dari tingkat ekonominya ataupun dari status sosialnya. Seorang muslim dilarang untuk bersikap Ujub. Sifat Ujub adalah penyakit hati, sifat yang dilarang dalam ajaran agama dan termasuk dalam dosa besar, sama seperti;  sifat Bakhil, Takabbur, Riya’, Hasad, dll.

Sedangkan Takabbur sendiri adalah bangga terhadap diri, menganggap rendah orang lain, merendahkannya dan tidak mau menerima kebenaran darinya. Dituliskan di papan tulis oleh Imam Musa sebuah hadist riwayat Imam Muslim tentang larangan atau peringatan kepada kita agar menghindari sifat Ujub dan Takabur.

:عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَّلَم

 .لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

.قَفَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً

 .قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Artinya: Dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam hatinya ada kesombongan, walaupun sekecil biji dzarah”. Kemudian berkata seorang laki-laki: ”Sesungguhnya ada seseorang yang menyukai supaya bajunya bagus dan sandalnya bagus.” (maksud lelaki ini mempertanyakan apakah yang demikian termasuk sombong). Maka bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Indah dan mencintai keindahan. Yang sombong itu adalah menentang kebenaran serta merendahkan manusia.” (HR. Muslim).

Kita sebagai manusia bukanlah siapa-siapa dan tanpa memiliki kuasa apapun. Jauh, sangat jauh dan tidak ada artinya jika dibandingkan dengan sang Maha Pencipta sang Azza Wa Jalla. Kita diciptakan oleh Allah, bukan diciptakan oleh Ibu dan Bapak kita. Allah lah yang memiliki segala kuasa atas kehidupan kita di bumi ini. Lalu apa yang pantas dan bisa kita sombongkan? Tidak ada!

Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dari sifat Ujub dan Takabbur. Selain itu kita juga masih membutuhkan orang lain untuk memberikan nasehatnya. “Lihatlah apa yang dibicarakan, jangan melihat siapa yang berbicara”.

Allahu’alam. Semoga bermanfaat.

***

Di akhir acara, disediakan suguhan istimewa bernuansa Lebaran Qurban. Makan-makan bersama menikmati daging kurban. Alhamdulillah  bisa merasakan daging kurban di bumi Allah yang lain dengan masyarakat Islam yang minoritas.

Toet4253

Sajian makan malam Kambing dan Telur Tongseng

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s