Day 10 (What a Beautiful Day)

Salam hangat kawan,,

Hari ini, Selasa, 30 September 2014, saya akan bercerita kawan, sekali lagi tentang perjalanan saya mencari kitab suci (baca: menuntut ilmu) di negeri Taiwan. Kenapa saya menamakan judul postingan ini “What a Beatiful Day”?

Begini ceritanya,,,

Saya akan memulai dari hari Selasa adalah hari dimana saya tidak mempunyai jadwal untuk masuk kelas dan duduk manis mendengarkan ceramah atau kuliah dari mata pelajaran tertentu. Namun hari Selasa ini hanya khusus alias spesial sebagai hari Lab saya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya kawan, saya disini secara sengaja masuk di Lab. Nanoarchitecture and Nanotechnology.

Lalu dari mana segi indahnya? Tenang dulu kawan, saya pasti akan menceritakannya. 😀

Mulai pukul 13.30 GMT+8 saya sudah berada di Lab. Kali ini kebetulan juga adalah hari bersih-bersih Lab. Meski saya hanyalah mahasiswa baru, dan tidak dituntut untuk ikut membersihkan Lab, saya dengan suka rela membantu bergotong royong membersihkan Lab. Saya hanya menduga bahwa yang membersihkan mungkin hanya kami para mahasiswa, lama maupun baru. Namun dugaan saya salah kawan. Dua Profesor saya, Prof. Imae dan Prof Ujihara, sama-sama ikut turun tangan membersihkan Lab juga. Saat itu saya kebagian mengepel lantai seluruh ruangan dibantu oleh Reta (salah satu teman Lab.). Dan yang lainnya pun sudah mendapatkan job masing-masing, ada yang membersihkan kabinet, ada yang menyapu, ada yang mengelap meja, ada yang menata peralatan-peralatan serta bahan-bahan kimia, dan semua bekerja.

Toet4218

Suasana diskusi Lab sesaat setelah selesai kerja bakti membersihkan Lab.

Akhirnya kami berhasil menyelesaikan semua pekerjaan tepat pukul 15.00 GMT+8. Selanjutnya kami memiliki agenda rapat Lab. Rapat Lab. ini dilaksanakan di Gedung TR, lantai 9, Gedung TR letaknya berseberangan dengan gedung T1 (tempat Lab. kami).

Memang rapat Lab. ini rutin selalu kami lakukan setiap hari Selasa sore hari. Rapat Lab. merupakan agenda rutin yakni untuk memperesentasikan laporan mingguan bagi yang sudah melakukan penelitian dan juga presentasi hasil dari membaca paper/artikel untuk semua anggota Lab. secara bergilir tiap minggu satu anggota. Hari ini adalah giliran Peter yang memperesentasikan bacaannya. Saya kapan? Tenang jadwal saya presentasi masih 6 minggu lagi kawan. 😀

Mana bagian yang indahnya? Tak usah diingatkan kawan, pasti saya ceritakan kok 😀

Tak berhenti sampai di Lab meeting, Kami mempunyai agenda selanjutnya yakni makan malam bersama. Makan malam kali ini dalam rangka menyambut kedatangan murid baru (saya, dan dua teman lainnya) serta merayakan Hari Guru (Teacher’s Day). Tempat makan malamnya di Fardo kawan, restoran di Taipei City yang cukup mewah.

Kami semua sepakat kumpul di Lab. pukul 5.30 PM, namun karena 12 menit lagi, alias pukul 5.42 PM sudah masuk waktu sholat Maghrib, maka saya ijin untuk kumpul terlambat. Saya masih di gedung TR untuk melaksanakan Sholat maghrib terlebih dahulu sebelum berangkat menuju restoran yang dituju.

Selesai Sholat, saya langsung bergegas menuju Lab. Benar, saya sudah ditunggu oleh semuanya, Profesor maupun teman-teman yang lain. Saya meminta maaf ke Profesor atas keterlambatan saya. Dan dengan tersenyum beliau menjawab, “Tenang, Tidak apa-apa, memang biasanya orang Indonesia Sholat (Pray) ya,” Beliau mengira bahwa yang sholat hanya orang Indonesia, namun saya luruskan bahwa sebenarnya bukan hanya orang Indonesia yang sholat, melainkan semua muslim wajib untuk melakukan sholat 5 waktu sehari.

Akhirnya kami berangkat menuju restoran yang sudah di pesan. Sebelumnya saya mengira kami akan berangkat menggunakan Seattle bus khusus dan langsung sampai di tempat makan karena di undangan yang tertulis, kita akan naik bis menuju tempat makan. Namun dugaan saya meleset kawan, ternyata kami semua berangkat menggunakan Bus umum, tak terkecuali Profesor. Kami naik Bus nomor 650 dari halte depan kampus berombongan.

Sepanjang perjalanan yang cukup lama saya diajak mengobrol oleh salah satu kawan Lab. Dia anak lokal. Dia terlihat penasaran dengan apa yang saya lakukan dan ucapkan saat sholat. “Kamu kalau sholat ngomong apa?” dan jawaban saya, “Banyak kata dan kalimat, intinya berdoa, dan memuja tuhan saya”. “Lalu, kamu sholat (Pray)-nya tadi dimana?”, “Di gedung TR lantai 11”, “Diatapnya ya?”, “Iya, cuma ndak sampai keluar, hanya di terasnya sebelum keluar ke atap. Sebenarnya dimanapun kita bisa sholat asalkan tempatnhya bersih dan tidak mengganggu orang lain yang mau lewat.” jawab saya. Akhirnya satu pertanyaan penutup dari saya yang membuat kami menghentikan percakapan malam itu, “Lalu bagaimana dengan agamamu?”, “Saya tidak punya”, jawabnya dengan tersenyum.

Bus tidak langsung berhenti di tempat tujuan kami, Bus hanya mengantarkan kami di Halte terdekat dari tempat makan tujuan. Dan menurut perkiraan google map, kita harus berjalan kaki dulu selama 7 menit untuk mencapai tempat makannya. Dan malam yang indah yang akan saya ceritakan adalah malam ini kami di temani oleh rintik hujan yang tiba-tiba menghiasi kota Taipei. Karena tidak semua dari kami membawa payung, maka kami saling berbagi payung malam itu, terutama Profesor yang juga tidak membawa payung.

Sesampai di tempat makan, kami benar-benar dibuat takjub oleh tempatnya yang indah. Baru sampai di pintu masuk kami sudah disambut oleh alunan piano putih tak bertuan yang noots-nya bisa berjalan sendiri (otomatis). Kami sudah disiapkan tempat melingkar dengan pemandangan para koki yang memasak di depan kami.

Kami semua memesan makanan sesuai dengan selera masing-masing. Dan untuk saya, tentunya Vegetarian. Sambil memastikan, salah satu teman saya menanyakan kepada pelayan yang melayani kami, apakah menu vegetarian disini masaknya jadi satu atau bercampur dengan barang-barang lain (barang haram seperti babi, dll). Dan pelayan tersebut menjawab bahwa khusus untuk vegetarian ada dapur khusus yang memasaknya, jadi tidak jadi satu dengan dapur di depan yang digunakan untuk memasak sekaligus pertunjukkan. Baiklah, makan disini aman.

Toet4222

Part-1 meja masih kosong, hanya disediakan air minum jeruk, dan peralatan makan

Toet4221

Toet4220

Pemandangan Koki yang sedang memasak dengan atraksi tangannya yang lihai

Toet4224Part-2 dan 3, Kue kentang, putih telur rebus di cup, dan salad buah


Toet4225

Part-3 Appetizer, Salad buah

Ditengah makan malam, kami memesan menu khusus untuk menyambut ulang tahun Profesor Masaki Ujihara, Kue ulang tahun dengan sebuah lilin. Kami memberi selamat kepada Profesor Ujihara dengan cara bersulang. Sungguh momen yang sangat membahagiakan. 😀

Toet4227

Kue ulang tahun untuk Profesor Masaki Ujihara
Toet4229

Profesor Masaki Ujihara yang hendak meniup lilin dan menyantap kue ulang tahunToet4226

 Part-4, makanan berat, ada nasi beras merah, dan makanan vegetarian yang katanya dikemas menyerupai seafood.Toet4230Part-5 Dessert, Kue teh hijau

Setelah acara makan malam selesai, tak luput kami berfoto bersama di depan piano yang tak bertuan tadi, namun saya tidak memegang filenya. Dan terakhir kami kembali berangkat pulang bersama-sama dengan menggunakan Bus umum lagi. Kali ini ditengah perjalanan Prof. Imae selalu berada di dekat saya, bercerita tentang apartemennya, tentang pengalamannya keliling Taipei dengan bus, dll. Terakhir yang membuat saya haru, beliau menanyakan kepada saya, “Bagaimana makan malamnya? apakah kamu menikmati malam ini?”. Dan tentunya dengan bahagia saya sampaikan, “Saya sangat menikmati malam ini Profesor, Terimakasih banyak.” Terimakasih banyak karena sudah mensubsidi makan malam kami semua Profesor. 😀

Iklan

3 thoughts on “Day 10 (What a Beautiful Day)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s