Day 6 (Benar-benar Kuliah Berbahasa Pengantar Mandarin)

Salam hangat kawan,

Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang pengalaman kuliah saya di hari yang ke enam (dihitung dari hari aktif saja). Seperti yang saya ceritakan pada postingan seblumnya, saya belajar dan mencoba menimba ilmu dengan hanya bermodalkan beberapa peruntungan saja di negeri Formosa ini.

Di hari yang ke enam ini begitu istimewa kawan, karena saya akan kuliah di mata kuliah “Nanoanalysis Technology”. Mata kuliah ini di asuh oleh Prof. Hsieh-Chih Tsai. Lalu kenapa istimewa? selain karena mata kuliahnya, yang terpenting adalah karena bahasa pengantar yang disampaikan dalam bahasa Mandarin. Wow… o.O

Jadi ceritanya saya memang tidak berencana untuk mengambil mata kuliah tersebut kawan, namun karena saya dengan sengaja masuk di lab. Nanoarchitecture dan Nanotechnology, jadi mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah yang cukup penting sebagai bekal saya di kemudian hari. Oleh karena itu saya harus mengambil mata kuliah tersebut, meski bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Mandarin.

Setelah menambahkan mata kuliah tersebut lewat sistem online di keranjang kredit saya, saya dengan segera langsung berkunjung ke ruangan Prof. Hsieh untuk meminta ijin agar diperbolehkan mengambil mata kuliah bimbingannya yang berbahasa pengantar Mandarin. Diluar dugaan, dengan senang hati Prof. Hsieh menerima dan mempersilahkan saya untuk mengikuti mata kuliahnya, meski beliau meminta maaf karena tetap akan menggunkan bahasa pengantar Mandarin dengan alasan mahasiswa lokal banyak yang mengambil mata kuliah bimbingan beliau tersebut. Namun  saya mendapatkan notes istimewa kawan, saya diperbolehkan untuk privat dengan beliau seputar mata pelajarannya beliau, kapanpun selama profesor ada di ruangannya.

***

Dan mulai kemarin Rabu, 24 September 2014 adalah kelas pertemuan pertama saya di mata pelajaran Nanoanalysis Technology kawan. Meski sebenarnya pertemuan tersebut adalah pertemuan kedua, karena hari Rabu pada minggu kemarin saya masih belum berencana untuk mengambil mata kuliah tersebut, jadi saya tidak masuk kelas.

Lalu apa yang saya alami kawan? Dan benar, saya merasakan kuliah dengan bahasa yang sama sekali tidak saya pahami. Memang benar sebagian besar slide pada PPT materi yang disampaikan adalah Bahasa Inggris, lebih tepatnya sebagian besar isi dari Slide PPT materi tersebut hanyalah berupa gambar yang berjudul bahasa Inggris namun tanpa penjelasan di dalamnya. Dan penjelasannya disampaikan Profesor dengan menggunakan bahasa Mandarin di depan kelas. Saat itu materi yang dijelaskan adalah Optical Nanoanalysis.

Materi bisa didownload disini >> Optical nanoanalysis

Dan sub bab pertama yang dijelaskan adalah Difraction Limit. Sesekali Profesor menjelaskan dengan menuliskan beberapa rumus dan pengertian di papan tulis, dan sayapun dengan rajinnya mencatat apapun yang ditulis oleh Profesor di papan tulis tersebut kedalam buku catatan saya.

Saat bel tanda istirahat setelah 50 menit kuliah berbunyi, Profesor menghentikan kuliah, beliau mengambil botol minumnya dan bergegas menuju keluar hendak mengisi ulangnya di dapur mungkin. Karena saya duduk tepat dibangku yang paling depan, Profesor menghampiri saya, dan untuk kedua kalinya beliau meminta maaf karena kuliahnya berbahasa Mandarin. Dan yang paling membuat bangga adalah saat Profesor bilang akan menjelaskannya ulang materinya nanti setelah kelas selesai di ruangan beliau. Namun sejenak profesor sadar, bahwa beliau ada jadwal lain setelah mengajar, jadi beliau berjanji akan menghubungi saya segera tetiba beliau di ruangan dan tidak sibuk tentunya. Pikiran kembali tenang, meski sebagian materi sedikit banyak bisa diraba dengan nalar.

Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi, pelajaranpun kembali dimulai. Selain melihat slide ppt yang beliau siapkan, kami juga disuguhi dengan video yang memutar tentang sebuah metode Scanning Transmission Electron Microscope (STEM) dan Photoactivated Localization Microscopy (PALM). Nah kali ini baru videonya berbicara menggunakan bahasa Inggris. Dan yang bisa saya tangkap hanyalah saat menganalisis satu molekul tidak akan menjadi masalah bagi STEM, sedangkan saat molekul tersebut jamak, makah disinilah akan timbul masalah, karena image tidak akan terlihat dengan jelas. Oleh karena itu masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cara menggunakan PALM.

***

Akhirnya pelajaran berakhir. Dan syok terapi tiba-tiba datang menghampiri. Profesor membagikan kertas HVS kosong kepada seluruh mahasiswanya termasuk saya. Dengan bahasa mandarin beliau berkata, dan serta merta menuliskan dua buah soal (untungnya dalam bahasa inggris) di papan tulis.

Ternyata soal tersebut harus kita kerjakan dan kumpulkan diakhir pelajaran kawan. What? saya juga termasuk mahasiswa yang harus mengumpulkannya. >.< Dan soalnya adalah;

  1. Apa yang dimaksud dengan Difraction Limit?
  2. Bagaimana cara mendapatkan gambar dengan resolusi yang tinggi pada Microskop? Sebutkan contohnya dan jelaskan!

Bad news kawan, saya kebetulan tidak membawa satupun gadget yang bisa membantu saya untuk menjawabnya karena tertinggal di kamar. Jadi dengan pedenya saya langsung bebas merangkai kalimat hanya dengan bermodal nalar dan coretan sedikit catatan tanpa penjelasan.

Soal pertama saya jawab dari nalar saya saat melihat di buku catatan saya yang ada gambar lingkaran dengan panah saling menghimpit dan bertanda delta XY, okay, saya isi saja jawaban pertama tersebut dengan kalimat Seadanya; Difraksi limit adalah batas limit dari difraksi sebuah cahaya, atau sebuah pola dari dua sumber cahaya yang keduanya berjarak sangat dekat dan dapat digambarkan dengan rumus:

d=0.61 \frac {\lambda}{(NA)}

Nemu rumus difraksi limit di catatan 😀

Kemudian untuk soal yang kedua saya sedikit kebingungan merangkai kata. Okay dan akhirnya saya hanya menjawab: Kita bisa mendapatkan hasil gambar dengan resulusi yang tinggi dari mikroskop yang menggunakan sumber cahaya yang tepat, jarak fokus yang pas dan letak sample yang tepat. Sambil memberikan contoh benda yang diletakkan tidak pas pada mikroskop akan mendapatkan hasil yang blur karena lensa tidak bisa menangkap refleksi cahaya dengan sempurna, dsb. (ngarang bebas)

Dan terkumpullah lembar jawaban saya tersebut satu halaman penuh dengan coretan. Semoga dimaklumi 😀 Lain kali saya tidak boleh meninggalkan gadget sebagai alat tempur saya di kelas Technology Nanoanalysis ini. 😀

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s