Bukan, Ini bukan Perpisahan!

Salam hangat kawan,

Masih ingat dengan cerita-cerita saya sebelumnya? Iya benar, saya akan berangkat melancong ke negara Formosa, Taiwan. Melancong untuk menuntut ilmu lebih tepatnya. Rencana keberangkatan InsyaAllah besok hari Minggu, tanggal 7 September 2014 (tinggal satu hari lagi). Saya akan berangkat bersama rombongan 9 orang kawan lama maupun kawan baru saya dari kota Surabaya. Pesawat yang akan membawa saya tersebut besok Minggu akan take off pada pukul 13.00 WIB.

IMG_20140830_080624

Saya rasa cukup itu saja dulu informasi mengenai rencana keberangkatan saya kawan. Yang ingin saya ceritakan disini sekarang adalah… Aduh saya pingin nangis dulu, mohon bersabar ya kawan πŸ˜₯

Yap, yang ingin saya ceritakan adalah kumpulan beberapa ringkasan cerita yang katanya bertema “Perpisahan”. Aduh,, saya jadi sedih lagi kawan, apalagi sejak dua hari kemarin, Ibu saya meminta saya untuk tidur dikamarnya sebelum saya berangkat, untuk sementara Bapak saya harus mengalah tidur dikamar saya. Tuuh,,, saya jadi tambah sedih kan… πŸ˜₯ Tidak-tidak ini bukan perpisahan, Meski hanya raga yang terpisah namun jiwa tetap terjaga berdampingan. Cukup bersedih-sedihnya!

Okay, ini bukan perpisahan! Kali ini saya akan berpikir lebih positif kawan. Banyak sekali bekal yang terkantong kawan, baik do’a, pesan, nasehat, wejangan, dll. Terlebih saat saya sowan dan memohon pamit kepada para Sesepuh, Pak yai, Bu Nyai, Guru, Pimpinan, Pembimbing, Dosen, dll, terutama dari seluruh pihak keluarga.

Beberapa bekal nasehat yang saya peroleh dari orang-orang super tersebut adalah;

  1. Dimanapun saya berada, saya tetap berada di bumi Allah. Jadi selama saya disana jangan sampai melupakan amalan-amalan baik yang dilakukan secara istiqomah, karena ibadah yang paling disukai oleh Allah adalah ibadah yang dilakukan secara istiqomah meskipun itu hanya sebuah amalan kecil. Membaca Sholawat nabi sehabis subuh 11 kali, misalnya.
  2. Ada yang sangat senang saat mengetahui saya akan ke negara Taiwan. Dengan tersenyum beliau membacakan sebuah hadist “Utlubul Ilma walau bissin” Taiwan itu bagian dari negara Cina kan? Wah berarti kamu sudah mengikuti petuah hadist itu, imbuh beliau.
  3. Sebelum berangkat kuliah usahakan terlebih dulu membaca Al-Qur’an surat Al-Insyirah (Alam Nasyroh).
  4. Saya juga mendapatkan ijazah Do’a sehari-hari agar saya selalu diberi kemudahan dalam mencari ilmu.
  5. Ada yang memberi saya nasehat agar selalu bersabar karena selama menuntut ilmu itu kita sangat ditunt untuk bersabar.
  6. Ada yang memberi nasehat saya bahwa kalau besok saya di negara Taiwan mengalami kabar yang mungkin kurang mengenakkan (kabar buruk) selama saya masih bisa mengatasinya sendiri, jangan sampai memberi tahu orang tua dirumah, karena selain membuat orang rumah ikut kepikiran pun pula tidak akan dapat membantu secara maksimal kecuali bantuan do’a. Dan kalau saya mempunyai kabar bahagia segeralah untuk memberi kabar orang tua.
  7. Selama saya berhijrah ke Negara Taiwan jangan lupa berdo’a kepada Allah untuk diri kita sendiri, untuk kesehatan orang tua, panjang umur, berdo’a untuk keluarga-keluarga yang ditinggalkan, dan swbagainya karena do’a orang musyafir insyaallah mustajab.
  8. Jangan sampai saya mengecewakan orang tua, orang yang memberi beasiswa, sekolah, bahkan bangsa dan negara.

***

IMG_20140905_173324Seuntai bingkisan pelepas rindu dari sahabat-sahabat

Hei, selain bekal nasehat, masih banyak bekal-bekal lain yang saya kantongi kawan. Mulai dari berbagai macam bingkisan yang berdatangan ke tangan saya spt; Kerudung, rok, baju, sepatu, sampai bekal berupa uang saku. Apalagi uang saku yang katanya disuruh untuk membeli es atau permen di negara Taiwan tersebut sampai berjumlah lebih dari TUJUH KALI uang i’anah syahriyah (bimbingan bulanan) atau bahasa kasarannya uang transport (karena saya masih dalam masa mengabdi) yang biasa saya peroleh perbulannya. Ya Allah… πŸ˜₯ #terharusanget

Sampai-sampai Bapak saya bilang, “Ya wis disyukuri wae nduk, iku ngunu rejekimu. Rejeki sing ndoleki lan marani awakmu, dudu awakmu sing marani rejeki

Terakhir, bekal do’a dari semua orang lah yang semoga selalu mengiringi langkah saya selama berada di bumi perantauan kelak. Dan sekali lagi ini bukanlah sebuah perpisahan. Ini hanyalah masah jarak. Selama masih diatas bumi yang sama dan dibawah langit yang sama kata perpisahan masih belum absah untuk dikumandangkan. πŸ˜€

***

Terimakasih Ya Allah…
Terimakasih Bapak lan Ibuk
Terimakasih Pak Yai lan Bu Nyai
Terimakasih Gus lan Neng
Terimakasih Para pinisepuh dan Binisepuh
Terimakasih Bapak-bapak dan Ibu-ibu Guru
Terimakasih para sedulur
Terimakasih para rencang sahabat
Terimakaaih semuanya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu

Terimakasih atas segala bantuannya
Terimakasih atas segala Do’anya
Terimakasih atas segala petuah lan nasehatnya
Terimakasih atas segala perhatiannya

Mohon maaf apabila saya banyak salah kata
Mohon maaf apabila saya banyak salah perbuat
Mohon maaf apabila saya banyak merepotkan

Semoga Allah meridhoi segala apa yang kita perbuat dalam hal kebaikan
Semoga Allah senantiasa membalas dan mengganjar segala amal baik kita dengan pahala yang setimpal

Aamiin-Aamiin Ya Rabbal Alamiin…

Iklan

7 thoughts on “Bukan, Ini bukan Perpisahan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s