Kajian Sholat #4 : Sholat dan Energi

Kawan, seperti yang saya sampaikan dalam postingan sebelumnya, sholat itu dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas bukan. Dan kalau boleh digambarkan dari atas kebawah atau dari bawah ke atas adalah ibarat sebuah garis vertikal. Sedangkan saat salam pada bagian terakhir sholat kita akan menoleh ke kanan dan ke kiri yang sama seperti garis horizontal.

Dua garis tersebut (vertikal dan horizontal) kalau digabungkan akan menjadi bentuk plus (+). Sedangkan manusia adalah mahluk yang terbuat dari tanah dan tanah bersifat negative (-). Lalu kenapa? Apa hubungannya plus (+) dan minus (-)?

Masih ingat dengan sebuah batrai atau aki yang biasa digunakan untuk mengisi daya alat-alat elektronik kawan? Yap, plus (+) dan minus (-) itu diibaratkan sebuah baterai atau aki yang siap diisi. Sholat diibaratkan kita sedang mengisi daya dan kekuatan dari Allah, kawan.

Sekarang mari kita perhatikan lafal adzan yang mengajak kita untuk berangkat sholat kawan. Salah satu lafalnya; Hayya‘alassholaah (marilah kita sholat). Dan jawabannya adalah; Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim. “Haula” yang berarti daya, dan ”Quwwata” yang berarti kekuatan. Sebenarnya saat sholat kita sedang melakukan pengisian energi atau daya atau kekuatan kawan. Oleh karena itu, saat sholat kita senantiasa berdzikir kawan.

“Sesungguhnya aku ini adalah Allah. Tidak ada tuhan selain aku maka sembahlah aku dan dirikanlah sholat untuk mengingatku” Qs: Thoha (14)

Yang menjadi pertnayaan sekarang adalah seberapa banyak sambungan yang kita buat saat sholat dengan Allah? Disitulah letak kualitas sholat kita akan terlihat. Disitu pula lah letak energi yang akan kita serap yang sangat erat hubungannya dengan kemampuan kita untuk mencegah diri kita dari perbuatan yang keji dan mungkar.

Berbicara tentang dzikir, apakah dzikir itu? Dzikir berarti ingat kepada Allah, nyambung dengan Allah, dan tidak putus dengan Allah. Bukan hanya sebatas mengucap lafal-lafal yang hanya keluar dari mulut saja tanpa peresapan yang mendalam. Disaat kita nyambung kepada Allah, maka Allah akan mengisi dan mengingat kita.

“Ingatlah (dzikirlah) kamu sekalian kepadaku niscaya aku ingat (pula) kepadamu” Qs: Al-Baqoroh (152)

Masihkah kawan-kawan ingat dengan urutan huruf hijaiyah? Jika kita sedikit menyambungkan gambaran dzikir dengan perhitungan angka, maka kita akan menemukan sebuah keajaiban didalamnya. Dzikir terdiri dari 3 huruf, yakni; Dzal, Kaf, dan Ro’. Dzal dalam huruf hija’iyah terletak pada urutan ke 9, Kaf urutan ke 22, dan Ro’ pada urutan ke 10.

Jika kita jumlah angka urutan dari ketiga huruf tersebut maka akan menghasilkan jumlah; 9+22+10=41. Dan kita jumlahkan dua angka dari 41; 4+1=5. Angka lima tersebut merupakan sebuah symbol. Sekarang mari kita buka bersama-sama surat ke-5 = Al-Maidah. Surat Al-Maidah berarti hidangan. Salah satu fungsi hidangan adalah untuk kehidupan dan kekuatan bukan. Tidak makan maka tidak akan kuat, demikian juga jiwa kita, jika jiwa kita tidak diberi asupan makanan maka jiwa kita akan lemah. 😀

Sekian dulu kajian sholat kali ini kawan. Mari kita perbanyak dzikir kita kepada Allah SWT dengan dzikir yang berkualitas! Selamat menikmati postingan-postingan selanjutnya kawan. Semoga bermanfaat! Amiin… 😀

Iklan

One thought on “Kajian Sholat #4 : Sholat dan Energi

  1. Ping-balik: Sholat dan Kehidupan | Navigasi Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s