Kajian Sholat #1 : Sholat dan Gerak

Kawan, pernahkah terpikir oleh kita, kenapa sholat mesti memakai gerakan? Kenapa bukan hanya duduk berdiam diri saja? Apakah semua itu memiliki arti? Yap, pada pembahasan kali ini saya akan sedikit menuliskan (kembali) beberapa korelasi antara sholat dan gerak.

Seperti yang saya sebutkan dalam postingan sebelumnya, bahwa sholat sangatlah berhubungan erat dengan kehidupan kita, bahkan tidak dapat dipisahkan lagi. Salah satu ciri-ciri mahluk hidup adalah bergerak. Sholat pun demikian, memerlukan serangkaian gerakan ritmik yang telah diatur (ruku’, sujud, i’tidal, duduk, berdiri). Berbeda dengan mahluk hidup yang telah mati, dia tidak akan bergerak. Sama seperti sholat untuk orang yang meninggal dunia (Sholat Jenazah) yang tidak memerlukan gerak (tidak ruku’ dan tidak sujud). Betapa bagus dan indah Allah membuat ketentuan Sholat tersebut bukan, Subhanallah

HIDUP – SHOLAT – GERAK tiga hal yang tidak dapat dipisahkan.

Apakah ini sebuah sindiran bahwa yang hidup harus sholat? Yang Sholat berarti hidup? Yang tidak sholat berarti mati? Karena yang mati tidak bergerak? Masih adakah manusia yang hidup namun tidak sholat? Hanya orang yang berfikirlah yang kan mampu menjawabnya. La khaula wa laa quwwata illa billa hil ‘aliyyil adzim

“Tidakkah kamu tahu bahwasannya kepada Allahlah bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” Qs; An-Nur (41)

Kembali lagi pada kajian sholat dan gerakannya yang telah diatur kawan. Hidup pun demikian, gerakannya juga diatur. Gerak dalam hidup dinamakan beraktifitas atau berbuat. Dan gerak yang baik adalah gerakan yang diatur. Sholat memberikan pelajaran  bahwa hidup ini diatur!

Salah satu peraturan dalam sholat yakni yang wajib sholat adalah orang yang sadar. Yang “gila” tidak wajib Sholat. Sholat tidak bisa pisah dengan kesadaran. Disaat sholatpun seharusnya sadar kalau sedang menjalankan sholat

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan” Qs; An-Nisa’ (43)

Bagaimana dengan keadaan sholat kita? Apakah kita sudah sadar mengerjakannya? Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar upaya kita untuk meningkatkan kesadaran saat sholat? Sholat memberikan pelajaran kesadaran bahwa hidup ini diatur!

SHOLAT – SADAR – HIDUP – DIATUR

Lalu siapakah yang mengatur hidup? Yang mengatur hidup adalah yang pertama kali disebut dalam sholat, Allahuakbar…

Sadar bahwa hidup ini diatur merupakan buah dari sholat. Alangkah indahnya kehidupan yang didasari dengan kesadaran, bahwa hidup ini ada yang mengatur. Betapa tenangnya orang tersebut dalam kehidupan ini.

Tenang dalam hidup digambarkan dengan Tuma’ninah (diam setelah bergerak) dalam sholat. Dalam sholat setelah bergerak harus berhenti sejenak. Dengan demikian sebenarnya Allah menghendaki ketentraman bagi yang mengerjakan sholat. Orang yang sholat semestinya hidup dan kehidupannya tenang dan tentram (tuma’ninah).

Bagaimana dengan perasaan dan keadaan kita, sudahkah berbuah seperti itu? Padahal kita sholat sudah sangat-sangat lama sekali!

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentaram.” Qs; Ar-Ra’d (28)

Walaupun kehidupan sering menghadapi masalah (gerak), tetapi hati tetap tentram (thuma’ninah). Itulah sebabnya, maka setiap gerakan pasti nama Allah selalu disebut; Allahu’akbar atau Sami’allahu liman hamidah…

Akhirnya orang yang sholat seharusnya sadar bahwa hubungan dengan Allah semestinya tidak boleh putus meski dalam keadaan bagaimanapun! Sekian dulu kajian sholat kali ini kawan. Selamat menikmati postingan-postingan selanjutnya. Semoga bermanfaat! Amiin… 😀

Iklan

3 thoughts on “Kajian Sholat #1 : Sholat dan Gerak

  1. Ping-balik: Sholat dan Kehidupan | Navigasi Kehidupan

  2. Menarik nih korelasi sholat dan gerak. Cuma yang jadi permasalahan sekarang, kebanyakan umat islam di Indonesia jangankan paham korelasi sholat dan gerak atau makna dibalik gerakannya. Buat geraknya aja suka asal. Sujud asal sujud, ruku’ asal ruku’, tumaninah kurang diperhatiin. Saya sendiri masih belajar buat memperbaiki cara shalat, tapi ya suka risih juga kalo pas jama’ah ketemu imam yang shalatnya cukup ekspres. Hehehe

    • bener banget, tapi mungkin juga tidak hanya di Indonesia aja ya yang mengalami hal serupa, 😀
      Semoga kita dimasukkan dalam golongan yang mau terus memperbaiki diri. Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s