Proses Berburu Beasiswa: Tirakat!

Yah, ini mungkin bagian terakhir dari Proses Berburu Beasiswa #Part1 #Part2 #Part3 yang akan saya ceritakan kawan. Namun jangan khawatir, selain kisah-kisah berburu beasiswa saya akan banyak menceritakan kisah-kisah baru yang mungkin bisa membawa suasana segar pada panasnya cuaca di siang hari. #ngomongoposehiki -.-“

Oh ya kawan, sebelumnya saya juga ingin memberikan informasi lagi. Tepat sehari sebelum saya memposting tulisan ini (kemarin) saya mendapat pengumuman hasil beasiswa Taiwan Scholarship. Beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintahan Taiwan yang prosesnya belum saya ceritakan sebelumnya, namun sebagian besar persyaratannya hampir sama dengan NTUST Scholarship, hanya saja berkas yang ada harus dikirim ke kedutaan besar Taiwan (TETO) di Jakarta, bukan langsung ke negara Taiwan. Taiwan Scholarship ini lebih besar montly stipend-nya dari pada NTUST Scholarship. Jadi, karena saya tidak bisa mengambil dua-duanya, dan saya diharuskan memilih salah satu, maka saya dengan yakin akan memilih beasiswa ini (Taiwan Scholarsip). Alhamdulillah, Sesuatu bukan kawan? 😀

pengumuman taiwan scholarsPengumuman Taiwan Scholarship, Saya nomor 5 kawan 😉

***

Akhir dari upaya terbaik kita adalah awal dari campur tangan Tuhan. Maka bekerjalah sebaik mungkin, lalu bersabarlah seyakin mungkin. ~Mario Teguh~

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya kawan, nampaknya sudah cukup banyak perbuatan yang telah saya lakukan. Dan terakhir tentunya hasil yang kita inginkan dan harapkan tak pernah terlepas dari campur tangan Allah SWT.

Yah, selain merasa cukup berusaha secara lahiriyah, saya juga melakukan usaha bathiniyah kawan. Seperti pada judul yang saya buat, yakni Tirakat! Dan Alhamdulillah karena saya masih diberi ni’mat berupa agama Islam, maka yang saya lakukan pun tentunya tirakat seputar ibadah dengan tuntunan ajaran agama Islam.

IMG_20140602_113751Peralatan tempur 😀

Bukan bermaksud hendak pamer kawan, namun saya benar-benar merasakannya betapa besar pengaruh usaha bathiniyah ini dengan beasiswa yang saya dapatkan. Tentunya semua itu juga karena kehendak dari Allah SWT. Besar harapan semoga apa yang saya lakukan sedikit banyak ada yang niru, terus saya dapat amal jariyahnya. Amin… 😀

  1. Puasa Senin-Kamis

Puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW kawan. Yakni selalu puasa pada setiap hari Senin dan hari Kamis jika tidak ada udzur. Dan Alhamdulillah saya sudah terbiasa mencontoh beliau sejak duduk di bangku MTs (Madrasah Tsanawiyah) atau yang setara dengan tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Insyaallah (semoga Allah meridhoi) masih bisa istiqomah hingga sekarang dan nanti.

Selain mendapatkan pahala, manfaatnya apa saja? Tak perlu bertanya-tanya kawan. Dengan perpuasa Senin-Kamis banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Tentunya selain metode penghematan bagi para perantau :D, puasa Senin-Kamis bisa menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan maksiat kawan. Lho kenapa? Karena dengan puasa, kita diwajibkan untuk menahan segala hawa nafsu, mulai dari nafsu makan, minum, hingga emosi.

Namun usahakan tak perlu berpikir sekali dua kali tentang manfaat yang akan kita peroleh kawan. Niatkan saja Ikhlas lillaa hita’ala (meski agak sulit), dan semoga mendapatkan keridhoan dari Allah, karena dengan keridhoan Allah kita akan sanggup untuk mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Amin…

  1. Mengaji (Membaca) Al-Qur’an

Dengan mengaji (membaca) Al-Qur’an setiap hari, hati kita akan selalu merasakan ketenangan kawan. Al-Qur’an merupakan salah satu obat termanjur sebagai penenang hati dikala kita menghadapi berbagai macam masalah atau cobaan. Bukankah Al-Qur’an merupakan mu’jizat Rasulullah SAW yang sampai saat ini masih bisa kita rasakan dan imani pula?

Bahkan ada sebuah penelitian yang menjelaskan bahwa otak seseorang yang sering digunakan untuk membaca Al-Qur’an, lebih cerdas dibandingkan dengan otak biasa yang tidak pernah digunakan untuk membaca Al-Qur’an. Amazing bukan…

Setiap hari usahakan kita sisihkan sebagian waktu dari 24 jam untuk mengaji. Biasanya, sehabis sholat Shubuh saya menyempatkan diri untuk mengaji beberapa Ayat Al-Qur’an, bisa hingga satu Juz Al-Qur’an (One Day One Juz). Selain itu saya pribadi juga mewajibkan diri untuk membaca 5 surat Rowatib setiap harinya, yakni; surat Yasin, surat Al-Sajdah, surat Ad-Dukhan, surat Al-Waqi’ah, dan terakhir surat Al-Mulk. Membaca 5 surat Rowatib ini sudah mulai saya lakukan sejak duduk di bangku MA (Madrasah Aliyah) atau yang setara dengan SMA (Sekolah Menengah Atas), dan itu karena ijazah (anjuran) dari bapak tercinta saya. 😀

  1. Sholat Dhuha

Sholat Dhuha merupakan sholat sunnah yang bisa dikerjakan setelah matahari terbit hingga matahari berada di ubun-ubun. Atau lebih tepatnya setelah waktu sholat Shubuh habis dan sebelum masuk waktu sholat Dhuhur kawan. Sholat Dhuha ini bisa dilakukan dengan dua roka’at satu salam, dan roka’at pertama setelah membaca surat Al-Fatekhah dilanjutkan dengan membaca surat Ad-Dhuha. Sholat Dhuha boleh dilakukan minimal dengan 2 roka’at sampai maksimal 12 roka’at kawan.

Dan Alhamdulillah saya juga sudah mulai mengamalkan Sholat Dhuha ini sejak duduk di bangku MA. Pengamalan sholat Dhuha ini saya lakukan karena dulu, saya diberi anjuran oleh salah satu guru supranatural saya #ea… (bukan Eyang Subur 🙂 ), yang sampai sekarang masih saya ingat, yakni agar saya senantiasa diberkahi rizki yang halal dan barokah oleh Allah SWT. Amin…

  1. Qiyamul Lail

Kawan-kawan pernah dengar mendengar syair Tmobo Ati (Obat Hati)? Salah satu obat hati adalah “Sholat malam dirikanlah”. Dan yang paling afdhol adalah sholat malam di waktu sepertiga terakhir malam. Selain sholat malam, saat Qiyamul Lail kita juga bisa berdzikir sebanyak-banyaknya kawan. “Dzikir malam perpanjanglah” ini juga salah satu syair di Tombo Ati kawan.

Sejak kapan saya mengamalkannya? Saya mulai istiqomah mengamalkannya saat duduk di semester akhir bangku perkuliahan kawan, meski sebelumnnya juga pernah melakukannya namun jarang. Semester akhir saat ketika mulai merasakan setres-nya tugas akhir, dan saat-saat sulit tidur karena harus berfikir akan keberhasilan tugas akhir. 😀

Lalu apa saja yang dilakukan saat Qiyamul Lail? Dan berapa lama? Yang bisa saya lakukan hanyalah sedikit kawan, bukan apa-apa, masih jauh, sangat jauh malah, jika dibandingkan dengan para Waliyullah yang bisa sampai berjam-jam atau sepanjang malam hanya untuk Sholat, Berdzikir, dan Bersujud. Paling-paling kita hanya mampu tidak lebih dari 30 menit.

Hal yang paling ni’mat dilakukan saat Qiyamul Lail adalah menangis kawan. Tentunya setelah melakukan beberapa ritual sholat seperti; sholat Tahajud, sholat Tasbih, sholat Hajat, dan sholat Witir. Menangis karena merenungi segala kesalahan yang telah kita perbuat kawan, baik hari itu, kemarin, kemarin lusa, atau dahulu, baik perbuatan dosa yang kita lakukan dengan sengaja maupun tidak, dan tentunya memohon ampunan kepadaNya. Dan yang terakhir menangis alias merengek kepada Allah SWT supaya segala do’a kita diijabah. Bukankah Allah maha pendengar segala do’a hambanya kawan? 😉

  1. Sholat Rowatib (Qobliyah-Ba’diyah)

Sholat Rowatib (Qobliya-Ba’diyah) sebenarnya banyak sekali kawan. Namun yang umum diketahui adalah;

  1. Sholat 2 roka’at sebelum sholat Shubuh
  2. Sholat 2 roka’at sebelum dan sesudah sholat Dhuhur
  3. Sholat 2 roka’at sebelum sholat Ashar
  4. Sholat 2 roka’at sesudah sholat Maghrib
  5. Sholat 2 roka’at sebelum dan sesudah sholat Isya’

Saya pernah mendengarkan sebuah pengajian kawan, yang isinya “Barang siapa yang bisa mendirikan sholat sebanyak minimal 50 Roka’at dalam satu hari, maka dalam satu hari tersebut kita akan diberi jaminan ketenangan dan kebahagiaan dunia” Jadi, jika kita mempunyai cukup waktu luang untuk mengerjakannya, kenapa tidak dilakukan?

  1. Shodaqoh

Shodaqoh ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja kawan. Yang penting usahakan ketika kita memberi shodaqoh kepada orang lain dengan tangan kanan kita, maka tangan kiri kita tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanan kita. Maksudnya tidak perlu diingat-ingat dan diungkit-ungkit kawan. Kalau kita ikhlas bershodaqoh biarlah hanya Allah yang mengetahuinya.

Ada lagi kawan, Shodaqoh bukan hanya berarti kita memberi uang kepada orang lain yang membutuhkan. Dengan memberi bantuan jasa, atau tenaga kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita pun hal tersebut juga merupakan sebuah shodaqoh. Tak hanya itu juga kawan, dengan memberi senyuman yang tulus pada saudara seiman kita disela-sela perjumpaan dan memberi salam kepada mereka, hal tersebut juga termasuk shodaqoh. Sungguh mudah sekali bukan? (biasanya mudah diucapkan sulit dikerjakanJ)

  1. Do’a Orang Tua

Inilah yang terakhir dan yang paling ampuh kawan. Jangan lupa meminta restu dan do’a kepada kedua orang tua, jika orang tua kita masih hidup bersama-sama kita di dunia yang sementara ini. Tidak menutup kemungkinan ridhanya Allah adalah ridhanya kedua orang tua bukan?

Selama apa yang kita kerjakan dan inginkan itu diridhai oleh kedua orang tua kita, minimal tiket ridha Allah bisa kita peroleh juga. Jadi beruntunglah kita yang masih diberi kenikmatan oleh Allah hidup berdampingan dengan kedua orang tua kita. Love you ibuk dan bapak… :*

***

Nah, saya rasa tirakat yang ingin saya sampaikan sebagai penutup serial Proses Berburu Beasiswa itu cukup sampai disini kawan. Sekali lagi saya tekankan, saya disini bukan ingin bersifat sombong atau pamer kawan. Saya hanya ingin berbagi kepada yang ingin menerima. Dan terakhir sekali lagi, semoga apa yang saya tulisakan bisa bermanfaat Fiddini waddunya wal akhirat. Amin…

Iklan

One thought on “Proses Berburu Beasiswa: Tirakat!

  1. Ping-balik: Proses Berburu Beasiswa: Ambil Semua Kesempatan Yang Datang! | Navigasi Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s