Ibu Nomor Satu di Dunia

Dia memang hanya wanita biasa. Berpenampilan sederhana, namun berkarakter super. Dan dialah Ibu saya. Ibu nomor satu di dunia.

ibuk

 Ibu nomor satu di dunia

Hari ini saya teramat sangat ingin sekali menulis tentang Ibu. Ibu nomor satu di dunia. Kenapa? bukan karena hari ini hari ibu, bukan pula karena hari ini hari kartini, tapi karena hari ini adalah hari ulang tahun beliau. Ibu.

“Selamat Ulang Tahun buk… Semoga ibuk sehat selalu, Semoga Atut masih bisa terus berbakti ke ibuk, mohon maaf kalau Atut masih belum bisa maksimal buk… Atut Sayang Ibuk ” :*

***

Nasuhah, itulah nama ibu saya yang nomor satu di dunia. Dilahirkan pada tanggal 27 Rojab 57 tahun silam. Bertepatan dengan malam Isro’ dan Mi’roj bukan? sama seperti saya 😀 Namun di Kartu Keluarga beliau tertulis lahir pada tanggal 27 September 1957 alasannya karena jaman dulu hari kelahiran yang diingat hanyalah bulan jawa alias tahun Hijriyah, bukan yang tahun Masehi jadi tanggalnya di karang bebas, sesuai selera.

Ibu. Beliau adalah ibu yang pantang menyerah. Ibu yang rela mengorbankan cita-citanya hanya untuk kelangsungan hidup keluarganya. Ibu yang telah sangat banyak berkorban untuk keluarga tercintanya. Dan yang pasti Beliau adalah Ibu saya. 😀

Ibu. Sapaan yang mulai resmi disandangnya saat usianya yang masih cukup belia. Bicara tentang sapaan Ibu, saya punya sebuah cerita kawan. Cerita saat Ibu saya  baru pertama kali menjadi seorang Ibu.

Ibu saya menikah saat usianya masih belia kawan, saat masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA) yang sekarang setingkat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan saat ujian penyetaraan nasional pun (sekarang Unas), beliau sedang mengandung anak pertamanya (saudara tertua saya). Beliau tidak ingin berhenti sekolah meski sudah mengandung bulan tua hanya demi ingin menggapai cita-citanya.

Yah, cita-cita beliau adalah ingin menjadi seorang guru. Cita-cita yang sungguh mulia. Namun cita-cita itu hanya tinggal cita-cita karena harus memperjaungkan hidupnya yang cukup keras diawal bahtera rumah tangganya. Dan pada akhirnya beliau berhasil menjadi guru terbaik bagi anak-anaknya bukan. 😀

Ibu… Ibu… Ibu… Atut sayang Ibu… Atut teramat sangat ingin menjadi seperti Ibu.  Ibu yang tau dengan pasti segala sesuatu, segala hal, segala makanan, segala kebiasaan, dan apapun yang disukai maupun yang tak disukai oleh masing-masing dari setiap anaknya. Ibu yang selalu melimpahkan kasih sayangnya ke semua anak-anaknya tanpa pilih kasih. Ibu yang selalu setia mendengar segala keluh kesah anaknya. Ibu yang terus memberi motivasi anak-anaknya untuk terus maju. Dan ibu yang tak pernah berhenti untuk mendoakan segala kebaikan untuk anaknya. Ibu nomor satu di dunia. :*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s