Proses Berburu Beasiswa: Fokus!

Sinar matahari tidak bisa membakar kertas, tapi kalau sinar ini difokuskan lewat sebuah kaca pembesar, sinar ini mampu membakar tidak hanya kertas tetapi bahkan daging pun akan matang terbakar.
~Jack Canfield dan Mark Victor Hansen~

Kawan, sebelum bercerita lebih banyak, saya ingin menyampaikan terlebih dahulu bahwa saya, Alhamdulillah telah resmi mendapatkan sebuah beasiswa. Yah, beasiswa full study untuk kuliah master di negeri Taiwan. Tepatnya Master Program di Graduate Institute of Applied Science and Technology, National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan, pada Fall Semester 2014.

ntustAda nama saya di barisan pertama kawan, 😀

Selanjutnya kawan, sesuai dengan judul yang saya buat, saya akan bercerita tentang segala proses saya selama berburu beasiswa. Namun rasanya tidak cukup jika hanya saya ceritakan dalam satu tulisan. Jadi saya akan membaginya dalam beberapa posting tulisan. Dan yang pertama ini adalah tentang sebuah ilmu FOKUS!

Fokus dapat membuat kita memiliki energi yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang ingin di capai.

Jadi, saya akan bercerita mulai dari start awal saya berburu beasiswa. Bermula dari semester akhir saat kesibukan mengerjakan skripsi mulai mereda dan yang tertinggal hanya mempersiapkan berkas-berkas untuk yudisium. Sejak saat itu saya sudah mulai memantapkan niat dan menata masa depan. Saya harus melanjutkan kuliah. Bagaimanapun caranya! (Segala cara yang penting halal 😀 )

Pagi, siang, dan malam, pikiran saya hanya dipenuhi dengan keinginan untuk melanjutkan S2 tersebut. Inikah yang dinamakan fokus? Belum, jika hanya dipikir dalam benak saja tanpa action, mimpi atau keinginan kita tidak akan pernah terwujud kecuali jika kita punya ilmu sulap atau punya kantung ajaib Doraemon yang bisa mewujudkan keinginan Nobita tanpa usaha yang lebih keras.

Lalu apa yang saya lakukan? Tak perlu bertanya-tanya kawan, saya akan menceritakannya secara detail. 😉 Yang pertama kali saya lakukan tentunya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya perihal beasiswa S2. Yah, beasiswa! Saya harus kuliah S2 dengan beasiswa! Bukanlah hal yang aneh bagi seorang seperti saya untuk menginginkan sebuah beasiswa, bahkan orang yang sudah mampu secara finansial pun tidak sedikit yang juga berburu beasiswa bukan? Apalagi saya yang tentu tidak mungkin membebani orang tua untuk membiayai kuliah yang biayanya juga tidak mungkin murah tersebut.

Kawan-kawan tak perlu berpikir; Emang bisa ya dapat beasiswa? Punya IPK berapa sih? Trus nilai TOEFL-nya udah bagus? IPK saya memang tidak seberapa bagus kawan, bahkan nilai TOEFL saya juga bisa dibilang hanya setara dengan nilai TOEFL anak SMA mungkin karena memang, saya nyatakan dengan tegas “Saya payah dalam pelajaran Bahasa Inggris!”.

Lalu apa kelebihan yang bisa saya andalkan? Kelebihan yang saya miliki adalah kemauan yang sangat keras melebihi kerasnya baja sekalipun! Saya sangat yakin dengan kelebihan saya tersebut saya bisa mendapatkan beasiswa S2. Bukankah banyak yang sudah bilang bahwa “Beasiswa bukanlah hanya diperuntukkan untuk mereka yang pintar dan beruntung, tapi beasiswa itu diperuntukkan untuk mereka yang memiliki kemauan yang keras untuk mendapatkannya!”

Akhirnya tanpa terasa, serasa waktu bergulir begitu cepat, dan saya resmi dinyatakan sebagai seorang alumni Sarjana lulusan perguruan tinggi negeri. Bagaikan sebuah mimpi sebagai bunga tidur yang sedikitpun tak bisa menjadi kenyataan.

Sekali lagi apa yang saya lakukan? Yang saya lakukan adalah semakin mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk S2 kelak. Selain itu tentu saya harus melakukan kewajiban pengabdian terlebih dahulu selama satu tahun. Oh ya saya bahas sedikit ya kawan-kawan yang belum tau, selama kuliah S1 saya sudah mendapatkan beasiswa Full study dari Kementrian Agama RI, jadi sekarang setelah lulus saya harus berkomitmen terlebih dahulu untuk mengabdi di Pondok Pesantren asal yang telah merekomendasikan saya hingga bisa kuliah gratis tanpa mengeluarkan sepeser uang pun. Baru setelah satu tahun itulah saya bisa melanjutkan study lagi. 😀

Satu tahun bukanlah waktu yang cukup singkat. Lalu apakah semangat saya untuk melanjutkan semakin luntur karena kesibukan yang terus merajalela? Bukan, justru inilah planning yang telah saya rencanakan sejak semula. Selama pengabdian itu harusnya saya semakin matang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mendaftar kuliah S2, dan kemungkinan untuk mendapatkannya pun tentu semakin besar pula.

Sejak awal mengabdi saya sudah pamit dan juga mohon maaf terlebih dahulu kepada Pimpinan karena saya akan mengabdi hanya satu tahun dulu, tahun berikutnya saya akan melanjutkan kuliah S2. Suatu keputusan yang cukup berani meski Pimpinan saya sangat mengapresiasinya. Bukankah saya belum tau bahwa tahun depan saya dengan pasti akan bisa melanjutkan kuliah? Lalu kalau seandainya saya tidak berhasil melanjutkan S2 mau ditaruh mana muka saya? Ah sudahlah… Namun dari situlah keinginan saya semakin bulat dan semakin bersemangat untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan kuliah S2.

Inilah inti dari fokus itu, hingga akhirnya saya bisa mendapatkannya bukan? Tenang dulu kawan cerita masih belum selesai sampai disini. Masih sangat singkat untuk disudahi. Silahkan ikuti saja tulisan selanjutnya ya,,,

To be continued…

Iklan

12 thoughts on “Proses Berburu Beasiswa: Fokus!

  1. Ping-balik: Proses Berburu Beasiswa: Never Give Up! | Navigasi Kehidupan

  2. Ping-balik: Proses Berburu Beasiswa: Ambil Semua Kesempatan Yang Datang! | Navigasi Kehidupan

  3. Ping-balik: Proses Berburu Beasiswa: Tirakat! | Navigasi Kehidupan

  4. Ping-balik: Proses Berburu Beasiswa: Tirakat! | Navigasi Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s