Goresan

Goresan-goresan itu sengaja  aku buat hanya dari sebatang pensil. Membentuk sebuah sosok dalam gambar dengan nyata. Dan pensil dipilih hanya untuk satu alasan yakni memudahkan sang pemilik untuk menghapus bagian-bagian yang kurang dikehendakinya.

Sang pemilik bebas untuk menghapus bagian-bagian yang mungkin sangat mengganggu pemandangannya, atau bahkan sangat tidak penting untuk di”ada”kan. Sekali lagi, kebebasan hanya ada pada sang pemilik. Dan pemilik itu adalah Dia.

Goresan pensil itu tak akan pernah berarti tanpa ada sebuah cerita di dalamnya. Dan mulai dari sinilah aku akan mengungkapkan sebuah cerita tentang goresan pensil yang tak beraturan tersebut.

Sebuah cerita terkadang dapat diceritakan dari berbagai sudut pandang. Namun kali ini, aku akan menceritakan berbagai tumpukan cerita yang bersudut pandang orang pertama dan orang ketiga, yakni aku dan Dia.

Dan entah mengapa niat itu hanya sekedar niat. Cerita itu selesai, tak ber-episode lagi tanpa ada sebuah episode pun…
Kalaupun ada episode selanjutnya, mungkin dengan judul dan lakon yang berbeda, bukan hanya aku dan Dia…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s