Happy New Years 2014? Why Not?

Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya

Seperti yang kita ketahui kalender Masehi yang dijadikan sebagai patokan umum dalam penanggalan dalam berbagai agenda dinas baik itu sekolahan, bank-bank, rumah sakit, sampai institusi pemerintahan, bahkan Kementrian Agamapun juga menggunakan pengkalenderan Masehi meski tanpa mengesampingkan pengkalenderan Hijriyah. Oleh karena itu tanggal merah yang ada di penanggalan Masehi seperti Tahun baru, Kenaikan Isa al-Masih, Waisak, Nyepi pun tak luput juga diikuti oleh institusi tersebut sebagai hari libur. Apakah hal tersebut juga termasuk ikut merayakan hari besar tersebut?

Dan besok adalah tanggal merah Tahun Baru Masehi, 1 Januari 2014, yang juga diperingati oleh seluruh penduduk Indonesia sebagai hari libur nasional. Lalu, apakah dalam rangka memperingati tahun baru Masehi kita sebagai umat islam dilarang untuk merayakannya?

Saya sebagai salah satu umat islam yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat tauhid dan rasulullah secara pribadi berfikir bahwa tidak ada salahnya kita ikut merayakannya. Namun, ada satu catatan garis besar yang harus diperhatikan, yakni perayaan yang kita lakukan itu harus diniatkan bukan sebagai ibadah dan mengikuti ritual orang kafir pada umumnya. Selain itu yang diharamkan adalah jika perayaan tahun baru digunakan dengan perbuatan-perbuatan yang mubadzir dan haram, seperti menghambur-hamburkan uang hanya untuk beli petasan yang mahal, minum-minuman keras, berzina, dll.

Bukankah “Innamal A’maalu Binniyyat…” -Setiap pekerjaan itu tergantung pada niatnya…-

Wallahu’alam…

***

Sedikit selingan cerita tentang kegiatan saya dalam perayaan tahun baru. Seperti halnya tahun lalu, malam tahun baru 2013, di kampung halaman saya bukan ikut merayakan, hanya meramaikan malam tahun baru dengan tasyakuran para warga dengan acara yang biasa di sebut “liwetan” (masak nasi).

Tua muda, kaya miskin, laki perempuan, besar kecil, semuanya berpartisipasi berkumpul menjadi satu. Para wanita menyiapkan konsumsi, mulai dari makanan, minuman, hidangan penutupm cemilan, sampai buah-buahan. Sedangkan yang laki-laki sejak hari mulai petang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, mulai dari menutup jalan, menyiapkan sound system, tikar, lampu, hingga susunan acara yang akan digelar.

Acara dimulai sedikit agak larut mendekati pergantian hari. Tepat pukul 10.00 semua warga sudah berkumpul, duduk di tikar yang telah disiapkan. Acara inti hanyalah makan-makan bersama, namun didalamnya terdapat esensi yang cukup banyak dipetik, mulai dari silaturrahmi antar warga yang jarang bertemu, mengetahui kabar masing-masing seperti ada yang baru diterima kerja di salah satu perusahaan bonafit disini, ada yang baru lulus kuliah, tahun depan ada yang mau menikah, sampai yang mau naik haji, dll.

Sebelum acara makan-makan dimulai, terlebih dahulu acara dipimpin oleh salah satu Pinihsepuh untuk berdoa di penghujung tahun, semoga apa yang telah diperbuat di tahun sebelumnya mendapatkan ridho dari Allah SWT, dan juga semoga tahun depan kehidupan serta pribadi dari kita semua menjadi lebih baik lagi, dan Selalu dalam perlindungan dan petunjukNya agar selalu berada di jalanNya. Amin…

IMG_42648482563023

Yang haram adalah maksiatnya bukan merayakan malam tahun barunya!

***

Jadi, merayakan malam Tahun Baru Masehi?

Kenapa tidak!!!

Happy New Years 2014 ***….***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s