Ikhlas Vs Ni’mat

Ini cerita saya. Cerita yang memang benar-benar saya alami. Hari ini. Meski belum banyak cerita tertulis yang mengisahkan tentang pengabdian saya pasca lulus dari pendidikan S1-Fisika di Universitas Airlangga. Meski belum banyak cerita tertulis yang mengisahkn tentang kesibukan hari demi hari saya disini. Namun tidak pernah ada kata terlambat, saya akan mulai menulisnya dari sekarang.

Pagi ini, sudah kesekian kalinya bahkan tak terhitung sudah  saya menginjakkan kaki saya dan berkutan untuk menyalurkan energi, tenaga, usaha, dan daya yang saya miliki untuk sebuah pertanggung jawaban. Mengabdi. Tepatnya posisi yang saya duduki adalah seorang PU (Pembantu Umum) di MA. Masyhudiyah. Sekolah asal tempat saya dibesarkan.

Yang saya lakukan tidaklah banyak, hanya mendampingi para siswa-siswa terpilih untuk mengikuti olimpiade atau lomba-lomba yang informasinya berhasil masuk ke sekolahan, menggantikan guru yang mungkin sedang berhalangan mengajar, membantu sedikit kesibukan administrasi sekolahan jika mampu saya kerjakan, dan yang terakhir adalah memulai, membentuk, membimbing dan mengoordinir sebuah tim baru yang bergelut dalam dunia tulis menulis (Jurnalistik).

Untuk pembimbingan siswa olimpiade, terakhir adalah lomba Medspin (Medical Sains and Aplication) XIII yang diadakan oleh mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas Airlangga. Dan Alhamdulillah salah satu tim didikan saya yang terdiri dari tiga siswa berhasil lolos mengikuti babak perempat final setelah terpilih menjadi juara ketiga se kabupaten Gresik, menyisihkan lebih dari 200an tim lainnya. Sekarang adalah masa intensif saya untuk membimbing tim yang berhasil lolos tersebut untuk melaju pada babak perempat final yang akan diselenggarakan besok pada tanggal 7 Desember 2013. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Aamiin…

Sedangkan untuk menggantikan guru yang berhalangan mengajar ini hanya saya lakukan untuk ranah pelajaran yang setidaknya sedikit saya kuasai (Matematika dan Fisika). Pernah beberapa kali saya diminta untuk menggantikan guru pengajar Bahasa Arab dan Al-Qur’an hadist, meski sedikit saya tau pelajaran tersebut, namun saya masih belum berani untuk mengajar para siswa pada pelajaran tersebut. Alhasil, semula yang kelas bahasa Arab sukses berubah menjadi kelas Motivasi. Semula kelas Qur’an Hadist, sukses menjadi kelas Cerita dan Sharing.

Yang namanya membantu administrasi sekolah, bukan berarti saya yang menulis atau menyimpan arsip. Yang saya lakukan hanyalah simple, membukakan pintu dan melayani siswa yang berkepentingan di kantor sepert; siswa yang izin keluar lingkungan sekolah, siswa yang mau membayar spp, ataupun siswa yang membeli perlengkapan seragam sekolah (topi, dasi, bros dan bedge).

Yang terakhir, mebentuk tim jurnalistik, baru berjalan setengah bulanan yang lalu. Setelah membuat poster promosi, sosialisasi ke kelas-kelas akan manfaat dan keuntungan bergabung dalam tim, menyebarkan formulir, sekarang masih dalam proses open rekruitmen dan menunggu kembalinya formulir yang telah tersebar beserta beberapa contoh hasil tulisan mereka.

1398074_763650586985476_303879530_o

Ini poster hasil karya pribadi

Hari ini adalah hari kedua para siswa melaksanakan ujian semester ganjil. Yang saya lakukan sekali lagi membantu membagi soal sesuai dengan ruang kelas dan menggantikan guru jaga yang sedikit berhalangan. Pukul 07.00 tepat saya sudah berada di dalam kantor.

Hari ini adalah tanggal 3 Desember 2013. Hari dimana biasanya dibagikannya I’anah Syahriyah bagi para pemangku kepentingan sekolah, mulai dari Guru, TU, Satpam, sampai Tukang kebun pun mendapatkan sebagaian haknya. Saya? “Belum dulu ya…” Itu perkataan kepalah madrasah saat bertemu dengan saya dan saat beliau membagi-bagikan I’anah kepada para guru dan yang lainnya. Untuk kesekian kalinya…

Apa yang saya lakukan? Memberontak dan pulang? Tidak! yang saya lakukan hanyalah tersenyum. Meski ada sedikit perasaan aneh yang muncul di dalam lubuk hati, entah perasaan apa itu. Saya kembali memantapkan niat yang sudah sejak lama berkobar. Mengabdi tanpa batas! IKHLAS!

Ilmu ikhlas iku ilmu sing paling nduwur nak ndunyo iki nduk…

Pancene abot lan soro lelakonane ilmu ikhlas iku…

Kito kudu biso ngadepi sembarang kalir pekoro ing ndunyo iki karo roso percoyo, yakin, lan pasrah marang gusti Allah, senajan iku seneng, susah, loro lopo…

#belajar ikhlas

#status Fb pagi itu

Sudah dua bulan uang livingcost yang semula selalu mengalir tiap bulannya itu mulai berhenti. Tidak berfikir ada pemasukan lain yang akan masuk ke dalam rekening meski sedikit berharap ada rejeki. Entah dari mana. Rejeki Allah tidak pernah ada yang bisa menebak.

Sekitar satu jam setelah merasakan perasaan aneh tadi, akhirnya masuk sebuah massage dari salah seorang kerabat lama. Kerabat dari Warta Unair.

Tut honor Wartamu dititipin di aku 400rb – (padahal sejak mengabdi, saya sudah resign dari Warta Unair)

Bagaikan hujan yang turun di tanah tandus. Perasaan aneh yang semula mengendap dalam kalbu seketika menguap. Nikmat Allah yang mana lagi yang akan kau dustakan?? Benar-benar anugrah ni’mat yang sempurna.

#Pengabdian tanpa batas

Iklan

9 thoughts on “Ikhlas Vs Ni’mat

  1. wahhh atut selamat/.. btw traktirane boss… nasi padang.. 😀
    hahaha sabar ae lah namanya juga baru beberapa bulan kerja, dulu aku malah pertama kali cuma 500 ribu, sedangkan yang lain udah 800 ribu, 900 ribu. tapi alhamdulillah sekarang udah naek. hehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s