Hujan-Mu Membasahi Kalbuku

Semalam hujan deras mengguyur kotaku. Sepanjang malam, tepat setelah adzan sholat Isya’ berkumandang hujan itu turun mambasahi gersangnya tanah yang sudah sangat lama tidak tersentuh oleh dinginya air. Bahkan Seng yang mayoritas menjadi bahan atap rumah penduduk disini sudah mulai menunjukkan karatnya yang kering, tak terkecuali atap rumahku.

doa-apabila-hujan-turun

Do’a apabila turun hujan

Air hujan yang terlihat dari balik jendela rumahku itu begitu membuat kalbu ini merasa damai. Entah sejak kapan aku mulai menyukai memandang berlama-lama tetesan air hujan yang turun dari langit itu. Air hujan melambangkan turunnya rizky yang diberikan-Nya kepada para umat-Nya. Air hujan melambangkan betapa kuasanya Allah membuat air yang biasanya berada di daratan menjadi muncul dari atas langit. Air hujan sekali lagi terlalu banyak alasan yang membuat aku semakin mengaguminya.

Turunnya hujan untuk yang pertama kalinya tersebut, belum membuat kami, para warga bergerak untuk menadah airnya dan memasukkannya ke dalam tandon air di kamar mandi seperti yang biasa kami lakukan selama hujan turun dengan derasnya. Satu alasan, saat hujan turun pertama kalinya, air hujan baru membasahi atap seng kami, seng yang penuh dengan karat, belum lagi ditambah jika ada kucing atau tikus yang membuang kotorannya di atap rumah kami. Biarlah untuk pertama kalinya air hujan itu membasuh dan membersihkan atap rumah kami hingga layak untuk di tadah dan dimasukkan ke dalam tandon air.

Apakah selama ini kami hidup hanya mengandalkan air bersih dari turunnya hujan? Tidak, selama ini kami sudah mengenal air sumur, sebelum mengenal air minum PDAM. Namun, semakin lama semakin jarang warga yang memiliki sumur di rumahnya. Semakin lama juga air PDAM yang sudah mulai memasuki kampungku itu menunjukkan keberingasannya dengan harga yang terkadang sulit dijangkau para warga yang notabene hanya berpenghasilan minim dari buruh pabrik swasta. Jadi air hujanlah satu-satunya rizky alternatif yang paling terjangkau bagi seluruh warga.

Hujan benar-benar merupakan anugrah terindah yang Engkau berikan untuk kami ya Allah…

Hujan benar-benar membuat kami bahagia ya Allah…

Sungguh berdosa jika kami mengkufuri ni’matmu yang terindah ini…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s