Evolusi Moral Para Pengguna Jalan Bermotor

Teringat saat masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar) dulu saya pernah mendapatkan satu pelajaran yakni tentang jembatan penyebrangan “Zebra Cross”. Rekan-rekan semuanya tentunya juga pernah kan mendapatkan pelajaran tentang Zebra Cross? Apa itu Zebra Cross? Dan untuk apakah Zebra Cross itu?

Zebra Cross adalah suatu lukisan indah yang biasa menghiasi jalan raya, berbentuk garis selang-seling putih dengan background hitam aspal jalanan sehingga membuatnya seperti warna zebra (hitam-putih). Zebra Cross ini berfungsi sebagai jembatan penyebrangan bagi para pejalan kaki yang ingin menyebrang menuju sisi jalan raya yang lainnya.

***

Lalu apakah sekarang Zebra Cross masih ada dan berfungsi dengan baik? Jawabannya ada, namun untuk berfungsi dengan baiknya itu baru relativ.

Jaman dahulu ketika saya masih duduk di bangku SD, yang namanya Zebra Cross menjadi salah satu hal yang favorit sebagai alat bantu penyebrangan. Jalan raya yang dahulu (di tempat tinggal saya masih sedikit kendaraan bermotor melintas) sangat membantu dan mempermudah para pejalan kaki untuk menyebrang. Si pengguna jalan yang bermotorpun tanpa diberi aba-aba dengan legowonya langsung berhenti ketika melihat ada pejalan kaki yang akan menyebrang.

Namun seiring bertambahnya waktu dan seiring banyaknya para pemakai kendaraan bermotor yang memenuhi jalan raya membuat fungsi Zebra Cross menjadi sedikit bergeser, dari yang sebagai alat bantu penyebrangan menjadi asesoris jalanan yang hanya memperindah gelapnya jalanan aspal. Belakangan ini bahkan para pengguna jalan bermotor terlihat semakin cuek meskipun ada beberapa pejalan kaki yang hingga berdiri berjam-jam di samping Zebra Cross, menunggu sepinya jalan raya yang dipadati oleh kendaraan bermotor, dan menunggu belas kasihan para pengguna jalan bermotor agar memberinya kesempatan melintasi Zebra Cross. Mulai tak ada beda antara menyebrang dengan menggunakan Zebra Cross dan dengan tanpa bantuan Zebra Cross. Sama-sama lama dan berbahaya, karena kurangnya kepedulian para pengguna jalan bermotor terhadap para pejalan kaki.

Oleh karena itulah belakangan ini sebagian besar Zebra Cross kini dilengkapi dengan lampu lalu lintas sehingga mempermudah memperingatkan para pengguna jalan bermotor agar berhenti ketika lampu menyala merah, dan memberi kesempatan para pejalan kaki untuk menyebrang dengan aman. Namun, meski demikian, terkadang banyak para pengguna jalan yang masih “nakal” dan tetap menyerobot lampu merah dengan alasan tergesa-gesa, terburu waktu karena telat, ataupun karena kurang sabar menunggu jalannya para pejalan kaki yang tak kunjung sampai di sisi jalan tujuan. Sekali lagi sama-sama tak ada beda antara menyebrang jalan dengan bantuan Zebra Cross + Lampu lalu lintas dan dengan tanpa bantuan Zebra Cross + Lampu lalu lintas.

Dan sekali lagi akhirnya kini sebagian besar Zebra Cross yang sudah dilengkapi dengan lampu lalulintas semakin ditambah lagi dengan bantuan penjaga Zebra Cross yang bertugas membawa peluit dan marka jalan untuk mengingatkan para pengguna jalan bermotor yang masih “nakal” dan biasa menerobos lampu merah. Barulah masalah penyebrangan sedikit bisa diatasi oleh para penjaga jalanan ini.

***

Lalu, kalau sudah sedemikian rupa upaya yang dilakukan untuk meng up-grade Zebra Cross ternyata masih ada ke”nakal”an yang masih diperbuat oleh para pengguna jalan bermotor, kira-kira apa lagi usaha yang harus dilakukan? Dan siapakah yang harus dipersalahkan jika hal tersebut benar-benar terjadi? Sekali lagi segalanya mari kita kembalikan kepada para pengguna jalan yang bersangkutan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s