Hidup Serba Kekurangan Bukan Jadi Halangan Untuk Berprestasi

Finda Anesia Cempaka Putri berhasil menepis mentah-mentah sebuah statement yang menyebutkan bahwa hidup serba kekurangan merupakan halangan terbesar untuk berprestasi. Meskipun hidup yang serba “kekurangan” Dia masih tetap mampu meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) periode wisuda Agustus 2013.

Finda Anesia

“Saya ingin buktikan, bahwa dengan kekurangan yang ada, bukan jadi penghalang untuk bisa kuliah dan menjadi orang berhasil.” Tutur Finda yang berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 tersebut.

Dimulai dari keadaan keluarga yang single parent, hanya tinggal Ibu karena sebuah perceraian, dan harus mencukupi kebutuhan Finda beserta kedua saudaranya seorang diri, lantas tidak membuat Finda berkecil hati untuk meraih cita-citanya.

“Ibu bercerai dengan Bapak sejak saya duduk di bangku TK, tapi Bapak tidak bertanggung jawab, sampai sekarang saya tidak tahu keberadaannya.” Ungkap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Setelah lulus SMA, Finda yang bercita-cita ingin menjadi dosen tersebut harus berusaha keras  mendapatkan sebuah beasiswa untuk bisa kuliah tanpa mengeluarkan biaya. Namun, keberuntungan masih belum berpihak padanya, beasiswa yang diincar gagal Ia peroleh.

Lolos Seleksi Penerimaan mahasiswa Baru (SPMB) di FKM Universitas Airlangga pun belum membuat Finda bangga saat itu karena masih harus memikirkan dana pembayaran daftar ulang yang cukup mahal baginya. Beruntungnya Ibunya ikut mendukung keinginan Finda untuk terus melanjutkan pendidikannya hingga ke bangku kuliah dengan mencarikan uang pinjaman untuk biaya daftar ulang.

“Ibu kerjanya serabutan, pernah jadi tukang antar beras, sales kacamata, bahkan pernah juga jadi TKW, jadi tidak pernah disiapkan biaya daftar ulang untuk masuk perguruan tinggi. Kalau selama ini biaya pendidikan selain dari ibu dibantu dengan uang pensiunan janda ABRI nenek, tapi uang pensiunan juga tidak seberapa, cuma 400ribu sudah dipotong hutang. Beruntungnya saat itu ada teman Ibu yang mau meminjami uang untuk biaya daftar ulang.” Ungkap gadis kelahiran Jember, 22 April 1991 tersebut panjang lebar.

Finda selalu mengingat perjuangan saat pertama kali masuk kuliah tersebut, ibu yang susah payah mencari pinjaman kesana kemari untuk biaya daftar ulangnya. Hal tersebutlah yang selalu berhasil memotivasi Finda untuk tidak menyia-nyiakan kuliahnya.

“Setiap akan ujian, yang selalu saya ingat adalah ibu dan nenek saya dirumah. Saya ingin membuat mereka bangga” tutur Finda yang selalu menulis target IP tiap semesternya di selembar kertas dengan besar dan ditempel di dinding kamar kosnya.

 Tak hanya saat pertama kali masuk kuliah saja Finda yang harus berusaha keras memenuhi biaya daftar ulangnya, saat menjalani perkuliahan pun Finda harus berjuang memenuhi biaya perkuliahnya. Berbagai macam usaha telah Dia lakukan, mulai dari bekerja menjadi guru Les anak SD, mencari beasiswa, hingga harus berhemat.

“Pernah saat semester 5-6, pas jaman-jamannya PKL dan KKN yang membutuhkan banyak uang, jadi saat itu saya harus rela memangkas uang makan dengan makan pakai nasi dan kerupuk saja.” Cerita Finda yang berhasil lulus dengan judul skripsi “Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja yanga Bertunangan di Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo”.

Tak berhenti hanya sampai lulus kuliah S-1, Finda berencana akan melanjutkan gelar S-2 dengan mengambil jurusan biostatistika dan Kependudukan di UGM dengan membidik beasiswa S-2 DIKTI. Semoga berhasil. (eNTe)

Iklan

2 thoughts on “Hidup Serba Kekurangan Bukan Jadi Halangan Untuk Berprestasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s