Bukan Sekedar Santri, Tapi Mahasantri Berprestasi

Bermula dari nyantri di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Khirotul Ummah berhasil memperoleh beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) hingga dapat melanjutkan jenjang pendidikannya ke bangku perkuliahan. Masuk di Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga merupakan pilihan pertama yang dipilih oleh Ummah. Tak hanya bebas biaya perkuliahan, Ummah juga mendapatkan biaya livingcost per bulannya melalui program beasiswa tersebut.

2012-12-13 13.21.27-1

Sebagai seorang santri yang telah selesai masa nyantri-nya dan menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri ternama bukan berarti Ummah berhenti menjadi seorang santri, namun predikatnya semakin bertambah yakni menjadi seorang Mahasantri.

“Kalau ada Mahasiswa dari seorang Siswa, berarti ada Mahasantri untuk seorang Santri” Tutur Ummah yang lahir di Lamongan, 30 Mei 1991 tersebut.

Berbekal predikat Mahasantri Berprestasi tersebut, Ummah berhasil membuktikannya dengan menorehkan berbagai prestasi selama kuliahnya. Juara I Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ON-MIPA) dibidang Kimia berhasil Ia raih pada tahun 2011. Tak hanya itu, Ummah juga berhasil meraih Juara I Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa (MTQ-M) yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKM-KI) Universitas Airlangga tahun 2010 hingga Juara Harapan III MTQ-M tingkat Nasional XII mewakili Universitas Airlangga pada tahun 2011.

Ummah mengaku, bahwa berbagai keberhasilan yang Ia peroleh tersebut disamping dengan usaha yang sungguh-sungguh, dan fokus mengejar target-target yang telah ditentukan juga karena peran penting sebuah doa dan keikhlasan dari kedua orang tua.

“Semua keberhasilan tersebut tak pernah lepas dari usaha dan yang paling terpenting adalah do’a dari kedua orang tua di rumah” Ungkap Wisudawan terbaik FST periode wisuda Agustus 2013 ini dengan mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88.

Ummah yang menyelesaikan tugas akhirnya dengan judul “Sintesis dan Uji Aktivitas Senyawa Turunan Amino-Calkon dan Analognya Sebagai Inhibitor Dihidrofolat Reduktase (DHFR) Serta Analisis In Silico” di Malaysia ini mengaku setelah lulus akan mengabdi terlebih dahulu di Pondok Pesantren asalnya.

“Setelah lulus akan mengabdi dulu, ngajar jadi guru kimia di Aliyah (setara SMA) yang kebetulan guru kimianya dapat sertifikasi di sekolahan lain, jadi waktu ngajarnya di Aliyah berkurang. Selain itu juga mulai dibuka kelas baru, kelas unggulan putra yang juga membutuhkan tambahan tenaga pengajar” Cerita Ummah yang semasa kuliahnya juga aktif di berbagai organisasi intra maupun ekstra kampus seperti; BSO Bursa Eksakta (BETA), Jama’ah Intelektual Mahasiswa Muslim (JIMM), Himpunan Mahasiswa Departement Kimia (HIMAKI), Community of Santri Scholars of Ministry Of Religious Affair Universitas Airlangga (CSS MoRA UA) dan Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) komisariat Universitas Airlangga. (eNTe)

Iklan

4 thoughts on “Bukan Sekedar Santri, Tapi Mahasantri Berprestasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s