Gagal Ditipu :P

Sore itu, perasaan capek yang teramat sangat membuat saya terkapar tak berdaya diatas kasur untuk menghabiskan waktu menunggu datangnya beduk Maghrib. Tiba-tiba tepat pukul 17.04 WIB HP saya berdering pertanda ada panggilan masuk yang membangunkan saya dari tidur yang nyenyak.

Nomor yang tertera pada layar HP saya adalah 085764002849 (catat baik-baik nomor ini!). Nomor baru yang belum tersimpan dalam kontak HP saya. Setelah saya mengangkat panggilan tersebut ternyata saya mendapatkan kabar semula gembira bahwa nomor INDOSAT saya telah beruntung mendapatkan hadiah dari undian berhadiah yang ditayangkan disalah satu stasiun TV pagi tadi. Hadiah yang saya peroleh sebesar Rp 10.000.000,-.

Sontak saat itu saya yang semula belum sadar sepunuhnya langsung sadar 100% saat mendengar akan mendapatkan hadiah sebesar 10jt. Berbagai macam angan tentang uang sebesar itu langsung muncul diatas kepala. Alhamdulillah beruntungnya saya… Lumayan, dicelengi buat mbrangkatin emak bapak naik haji ah… Ato bisa juga buat tambahan daftar S2 kelak… Bisa juga buat ngajak anak-anak panti bukber sekalian ngasih bingkisan lebaran… Wah senangnya…

Berbagai macam kata-kata manis telah terucap dari penelpon seberang. mulai dari Selamat, Alhamdulillah, bersyukur, sampai terakhir menanyakan tentang nomor rekening bank.

#Sedikit cuplikan percakapan saat itu.

Penelpon: Selamat ya ibu, nomor INDOSAT anda telah mendapatkan hadiah sebesar 10jt. Nomor ibu terpilih dari undian yang disiarkan tadi pagi di TV**.
Saya: Alhamdulillah..
Penelpon: Kalau boleh tau dengan ibu siapa?
Saya: Ni’matut
Penelpon: Ibu berdomisili di Jawa…
Saya: Timur.
Penelpon: Oke, ibu sudah punya rekening bank bu?
Saya: Iya punya,
Penelpon: kalau boleh tau bank apa bu? hadiahnya akan kami transfer melalui rekening bank. karena kami sudah bekerjasama dengan 23 bank yang ada di Indonesia.
Saya: bank Mandiri
Penelpon: ibu sadah punya fasilitas online kan bu?
Saya: belum
Penelpon: jadi ibu hanya punya rekeningnya saja, belum punya kartu ATMnya?
Saya: oh kalau kartu ATM punya.
Penelpon: kapan terakhir ibu melakukan transaksi? takutnya nanti kami mengirim hadiah ke rekening yang tidak aktiuf bu,
Saya: (mikir) oh tadi pagi saya melakukan transaksi kok.
Penelpon: Baik, kalau begitu nomor rekeningnya ibu berapa?
Saya: 141-XXX-XXX-XXX-X
Penelpon: Oke saya ulang ya bu, 141-XXX-XXX-XXX-X
Saya: benar.
Penelpon: baik bu, sekarang ibu kan sudah memberi saya nomor rekening. jadi merupakan tanggung jawab saya untuk memastikan bahwa hadiah yang akan ibu terima itu sudah terkirim. Jarak terdekat dari tempat ibu sekarang ke ATM berapa lama bu?
Saya: dekat, paling sekitar 5 menitan.
Penelpon: jadi sekarang ibu silahkan berangkat menuju ATM, dan jangan ditutup ya bu telpon saya ini, karena akan kami rekam dan memastikan bahwa uang telah masuk kedalam rekening ibu. Nanti kalau sudah sampai di ATM silahkan menjawab halo dua kali ya bu, Halo-Halo. nanti disana akan kami pandu.
Saya: ok baik pak. (tiba-tiba telpon terputus sendiri)
Penelpon: (dengan nomor yang berbeda, tapi saya tidak sadar, nomornya 082332351212) lho jangan diputus bu, ini kami rekam.
Saya: tidak kok, putus sendiri.

Berasa di hipnotis, saya langsung berangkat menuju ATM yang terdekat, yakni di dalam kawasan kampus.

#Setelah sampai di ATM

Saya: Halo-halo
Penelpon: baik bu, sekarang sudah sampai ATM ya,
Saya: iya
Penelpon: saya pandu ya bu ya, dan jangan matikan telponnya karena sekali lagi ini kami rekam dan memastikan bahwa uang sudah masuk di rekening anda.
Saya: iya pak,
Penelpon: Sekarang silahkan masukkan kartu ATM ibu ke mesin ATMnya.

Saya: iya,
Penelpon: pilih menu English
Saya: iya,
Penelpon: Masukkan PIN ibu
Saya: iya,
Penelpon: tekan menu Other
Saya: iya,
Penelpon: sekarang tekan menu (#lupa yang pasti kalau bahasa indonesianya menu cek saldo)
Saya: iya,
Penelpon: Yang tertera di layar apa?
Saya: Z (nominal saldo ATM saya), kok belum masuk ya? (waduh, saya memberitahukan nominal saldo saya #keceplosan)
Penelpon: iya, sebenarnya sudah kami transfer, tinggal nunggu validasi, jadi silahkan lanjut ikuti panduan dari kami.
Saya: oke,
Penelpon: Sekarang kembali, dan tekan menu Transfer Online
Saya: iya,
Penelpon: ketik angka 002-XXX-XXX-XXX
Saya: iya,
Penelpon: Selanjutnya masukkan nomor telpon ibu, 08564XXXXXXX
Saya: iya,
Penelpon: Masukkan lagi nomor voucher ibu, dimulai dari nol ya bu, 00(nilai saldo saya -176.125)
Saya: lho kok nol nya gak muncul?
Penelpon: iya memang sudah otomatis kok, memang diprogram begitu, gpp. Kalau sudah langsung tekan menu corect.
Saya: (melihat nominal yang tertera Z-176.125) lho ini berarti lak saya yang transfer? #mulai curiga
Penelpon: bukan bu, tadi kan ibu pilih menu Transfer Online, kalau sebelumnya nominal diberi angka nol berarti ibu mengirim ke rekening ibu sendiri, dan mencairkan voucer ibu.
Saya: begitu, (langsung tekan cencel, dan mengeluarkan kartu.)
Penelpon: ya langsung lanjut tekan corect bu,
Saya: iya,
Penelpon: lalu yes bu,
Saya: iya,
Penelpon: sudah bu?
Saya: saya gak percaya,
Penelpon: lho jadi kartunya dikeluarkan ibu?
Saya: Iya
Penelpon: MasyaAllah bu, ini beneran bu, saya gak bohong, ibu puasa kan, saya juga puasa bu, ini tanggung jawab saya bu, saya berani taruhan nyawa bu, kalau hadiahnya sudah saya transfer ke ibu, ini kami rekam bu, di atas mesin ATM ada kameranya kan, nanti kalau sudah terkirim ibu bisa langsung menghadap ke kamera, baru kami bisa lega bu. Sekarang ibu dimana?
Saya: di luar ATM
Penelpon: baik bu, sekarang ditenangkan dulu bu, bismillah dulu, sekarang silahkan masuk ATM lagi bu.
Saya: (dan bodohnya saya menurut, tapi kali ini saya punya ide) iya,
Penelpon: sudah siap bu?
Saya: Masih antri.
Penelpon: oh, ok, berapa antrian bu?
Saya: dua (padahal cuma satu)
Penelpon: (Sambil nyrocos gak jelas) sudah bu?
Saya: belum (sambil masukin kartu ke ATM, langsung saya ambil semua saldo yang ada -100.000)
Penelpon: kurang berapa antrian bu?
Saya: satu. (uang sukses terambil semua dan saya masukkan kedalam tas)
Penelpon: baik bu,
Penelpon: sudah bu?
Saya: Sudah.
Penelpon: ya sekarang kembali masukkan kartu ATMnya bu,
Saya: ya,
>> skip sama seperti sebelumnya
Penelpon: tekan menu correct.
Saya: iya, siapa ini Sinta Y?
Penelpon: iya itu bendahara kami bu, yang mentransfer uang hadiahnya. sekarang tekan Yes.
Saya: Lho kok keluar struk sama kartu ATMnya juga keluar?
Penelpon: Lho, struknya warna apa bu? merah atau biru? (perasaan semua struk warna putih)
Saya: putih, sek sampean namanya siapa?
Penelpon: saya Bambang S bu,
Saya: nomor pegawainya sampean berapa?
Bambang: nanti dulu bu, saya beneran kerja di Indosat pusat Jakarta bu, trus tulisan struknya tadi apa bu?
Saya: Record..
Bambang: itu saja?
Saya: iya, (padahal ada tulisan lagi Transfer declined :D). Sudah saya gak percaya, kalau mau ngasih hadiah, silahkan ke orang lain saja.
Bambang: Masyaallah bu, ini beneran, uangnya sudah kami transfer, tinggal nunggu validasi dari ibu, silahkan dicek lagi saldonya,
Saya: gak, trimakasih.
Bambang: Baik bu, kalau memang ibu tidak mau hadiahnya, berarti 10jtnya kami tarik kembali dengan konsekuensi saldo yang ada di rekening ibu akan tersedot.
Saya: Silahkan, wong uangnya sudah saya ambil semua 😛
Bambang: Bang**t (singkat padat dan jelas, obrolan langsung terputus.)

Tepat saat satu kata itu terucap dari mulut sang penipu, seketika adzan Maghrib telah berkumandang dengan nyaringnya.

Ya Allah, terima kasih, engkau masih melindungi hamba dari tindakan penipuan, sekali lagi terima kasih masih menyelamatkan hamba ya Allah…

Tulisan ini diikut sertakan dalam:

IMG_20130809_213159

22 thoughts on “Gagal Ditipu :P

  1. haha, teringat masalalu ketika saya ditipu sama maling bpkb huhu, jadi ngerasa sedih 😀

    Yang ada uangnya jangan d kasih2 tut nomer rekeningnya..km pakek ambil aja..g usah transfer

  2. Ayah saya juga pernah kena penipuan kayak gitu. Pas puasa-puasa, dan orangnya terus-terusan bilang, “Ini puasa, nggak mungkin saya bohong.” Zzz… Dan ayah saya percaya aja. Dan sayangnya waktu itu saya di lagi di Jakarta, saya baru tahu ceritanya pas pulang ke rumah. Kalau saya di rumah pasti udah saya bilangin kalo itu penipuan.

    • iya, memang sekarang para penipu tu profesional banget, terlalu profesional malah sampai bawa2 puasa >.<
      semoga selanjutnya kita selalu dilindungi dari hal-hal penipuan seperti itu, dan tetap selalu waspada 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s