UA punya Komunitas Robotika

Siapa sangka bahwa di Universitas Airlangga (UA) yang tidak memiliki jurusan teknik ternyata memiliki komunitas robotika. Komunitas robotika tersebut bernama ASTRAI (Airlangga Strike Team Robotic And Instrumentation). ASTRAI mulai dibentuk pertama kali pada tahun 2008.

DSC_0064

“Pada tahun 2008 itu ASTRAI mulai dibentuk dan langsung berkompetisi dengan komunitas-komunitas robotika dari perguruan tinggi lain dalam  kompetisi robot pemadam api beroda.” Ungkap Deni Arifianto, Dosen departemen Fisika sekaligus alumni angkatan pertama ASTRAI.

Deni juga menjelaskan bahwa sejak dibentuk sampai sekarang ASTRAI masih di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) UA dengan markas khusus di Laboratorium Robotika Medis yang berada di gedung belakang Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Muchammad Arizky Pratama selaku ketua ASTRAI juga menambahkan bahwa ASTRAI dibentuk untuk mengembangkan Divisi Ristek (Riset dan Teknologi) HIMAFI.

Sebagian besar anggota ASTRAI berasal dari jurusan Otomasi Sistem Instrumentasi (OSI). Jurusan OSI yang berada dalam naungan departemen Fisika tersebut secara garis besar juga mempelajari ilmu yang diajarkan dalam Teknik Elektro.

DSC_0043

“Pelajaran yang dipelajari di jurusan OSI dan Teknik Elektro sebenarnya hampir sama. Hanya saja jurusan OSI lebih menggaris besarkan pembuatan instrumentasi yang diaplikasikan secara otomatis, karena pada Teknik Elektro pembuatan instrumentasi dapat diaplikasikan secara otomatis maupun secara manual (dikendalikan)” Terang Arizky.

Bermodal dari pelajaran bangku akademik tersebutlah para anggota ASTRAI tetap melakukan eksistensinya dalam dunia robotika.

Yang membedakan antara ASTRAI dengan komunitas-komunitas robotika di perguruan tinggi lain yang memang terdapat jurusan tekniknya adalah ASTRAI berkonsentrasi pada robot medis. Hal tersebut sesuai big goal UA yakni menjadi pusat ilmu pengetahuan kesehatan bagi dunia.

Berbagai macam alat kesehatan telah tercipta oleh tangan para anggota-anggota ASTRAI. Tak tanggung-tanggung pada tahun 2011 lalu ASTRAI berhasil mengantarkan anggotanya untuk mendapatkan medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional PIMNAS XXIV Makassar melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) dengan menciptakan alat THD, instrumen medis yang mampu mengukur intensitas hemoglobin dalam darah sebagai salah satu pemeriksaan indikator kebocoran plasma pada demam berdarah. Tak hanya itu ASTRAI juga banyak berkontribusi dalam penelitian-penelitian akhir para mahasiswa UA yang kebetulan menggunakan alat untuk aplikasi kesehatan. Beberapa contoh robot medis yang pernah diciptakan adalah robot lengan yang mampu mengontrol cairan infus, robot line follower yang mampu masuk ke kamar-kamar pasien untuk pengiriman obat.

“Robot-robot medis yang diciptakan tersebut sebagai alat bantu otomatis, sehingga mampu meringankan pekerjaan para perawat kesehatan.” Tutur Arizky.

Tak hanya robot medis, ASTRAI juga telah menghasilkan banyak robot yang biasa di ikutkan dalam kontes robot. Beberapa kontes robot yang pernah diikuti ASTRAI adalah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). (eNTe)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s