Bukankah 1+1=2 ?

Saya punya sedikit cerita tentang suatu bahasa. Bahasa yang sudah biasa digunakan oleh orang banyak, namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah menggunakan sebuah bahasa. Matematika. Bahasa Matematika sangat banyak berkontribusi dalam membantu kehidupan manusia, mulai dari pedagang, pegawai, nelayan, petani, sampai peneliti dan ilmuan. Tetapi Matematika bukanlah sebuah ilmu pengetahuan. Matematika hanya sebuah bahasa sebagai alat bantu.

Dalam bahasa Matematika selalu dibahas dan diajarkan bahwa 1+1=2. Sejak kecilpun, ketika kita mulai belajar berhitung, yang diajarkan pertama kali adalah hal tersebut. Tapi benarkah bahwa 1+1 hasilnya selalu 2? Saya rasa tidak.

Selanjutnya saya akan bercerita tentang sebuah aplikasi bahasa Matematika.  hanya anehnya aplikasi tersebut ada yang sesuai dengan aplikasi matematika, ada juga yang sama sekali tidak singkron dengan bahasa matematika yang notabene saklek tersebut. Lalu apakah bahasa Matematika masih layak untuk digunakan?

Cerita tersebut adalah sebuah cerita yang menceritakan tentang kehidupan keluarga Angsa. Angsa Putih. Angsa Putih selalu hidup secara berkelompok dengan keluarga-keluarga Angsa Putih lainnya. Angsa Putih biasanya tinggal di daerah yang dekat dengan perairan, seperti; danau, sungai, dan rawa-rawa. Tapi dalam cerita ini saya akan bercerita tentang angsa putih yang hidup di tepi Danau Cinta, danau konservasi yang ada di dalam Kampus C Unair, Kampus saya.

Dari awal hingga akhir, saya mengikuti perjalanan hidup keluarga tersebut. Mulai dari pedekate sang jantan pada betinanya, sampai pada saat mereka berdua mengikat janji mereka untuk menjadi pasangan sehidup semati.

Lalu dari sudut pandang mana cerita tersebut merupakan aplikasi dari bahasa Matematika? Belum…

Kembali lagi kita mengenang pelajaran berhitung saat kita masih menginjak bangku TK (Taman Kanak-kanak). Angka 2 sering digambarkan seperti gambar angsa yang lehernya berkelok bukan…

Selanjutnya kita kembali ke cerita keluarga Angsa Putih. Saat sang betina telah merasakan bahwa dirinya mengandung, secara alamiah dia langsung membuat sarang dari potongan-potongan ranting, daun, dan bahkan dengan bulunya sendiri yang sudah tanggal, hingga menjadi tempat yang nyaman untuk mengerami.

Hingga akhirnya tibalah waktunya sang betina untuk mengerami telurnya. Ada 4 (salah satu bahasa matematika) telur yang Ia erami. 4 telur yang diperolehnya dari hasil buah cintanya dengan sang jantan. lalu kenapa ada 4? bukankah 1 angsa betina + 1 angsa jantan harusnya menjadi= 2? kenapa jadi 4? (salah satu aplikasi penjumlahan dalam bahasa matematika). #Semoga ada satu orang biologi yang menjelaskan proses tersebut.

Selanjutnya, saat sang betina mengerami telur-telurnya, sang jantan dengan baik menjaga sang betina tersebut. Mulai dari menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan sang betina, makan, minum, dll. hingga keamanan sang betina dari bahaya luar yang mengancam.

Durasi waktu yang diperlukan bagi seekor angsa betina dalam mengerami telurnya antara 28-35 (aplikasi rentang/interval dalam bahasa matematika) hari. Tapi akhirnya sang angsa betina tadi ternyata hanya membutuhkan waktu 29 hari, satu persatu bakal anak mereka sudah mulai berusaha untuk menerobos keluar dari cangkang telurnya.

Betapa senang sang betina melihat jabang bayi mereka yang sehat-sehat dan langsung bisa berjalan dan menghampirinya. Namun, terkadang kebahagiaan memang selalu dibarengi dengan kesedihan. dari 4 telur yang ia erami, satu diantaranya tetap tanpa suara, tanpa gerak, dan tanpa kehidupan. Tetap bulat penuh tak ada sedikitpun retakan yang terlihat. 4-1=3 (aplikasi pengurangan dalam bahasa matematika)

Toet3128

Akhirnya lahirlah 3 ekor anak angsa ke dunia ini. Sang jantanpun tak kalah menyambut ketiga anaknya tersebut dengan suka cita. Seketika itu juga sang jantan dan betina langsung mengajak mereka bertiga untuk belajar berenang di danau.

Ada 2 ekor angsa putih yang bersatu hingga menghasilkan 3 ekor anak angsa kecil. jadi 1+1=5 (kembali lagi pada aplikasi penjumlahan dalam bahasa matematika). Bukankah 1+1=2 ???

#Artikel ini terposting dalam rangka meramaikan A Week Piclit Challenge yang diikuti oleh EnyaFiqihSeptiaTutus, dan Ilmi. Penantang kali ini adalah Saya sendiri 😀

Iklan

2 thoughts on “Bukankah 1+1=2 ?

  1. tapi.. apa dua angsa itu melakukan operasi matematika? kalaupun iya apa dua angsa yang saling jatuh cinta dan menghasilkan buah cinta melakukan operasi penjumlahan? 🙂 saya rasa tidak. #kaburrr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s