Jamanku Dan Jamanmu

Seorangpun tak kan pernah tau apa yang bisa aku lakukan. Akupun sendiri tak kan pernah tau apa yang bisa aku lakukan. Aku hanyalah sebuah kehendak. Dan pencipta kehendakku adalah manusia. Manusia pun demikian ada yang menciptanya, Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi siapa yang menciptakan Allah? Ah sungguh pertanyaan konyol dan sama sekali tak patut untuk membahasnya. Astaghfirllah hal Adzim…

Teringat sebuah cerita tentang leluhurku yang sangat memilukan. Bahkan menjadi cerita sejarah dalam kaumku dan kaum manusia. Jaman Keemasan bagi kami. Jaman dimana kaumku sangatlah berjaya. Bahkan kedudukan kaumku lebih tinggi dari pada kedudukan manusia yang menciptakanku. Tapi jaman kejahiliaan bagi manusia.

Jaman itu para leluhurku dengan gagahnya berdiri dan memenuhi dalamnya Ka’bah (Rumah suci yang ada di Mekkah).  Gagah tapi tetap tanpa daya. Cukup lama. Hingga pikiran dan nafsu manusia dapat dikendalikan oleh sesuatu lain yang mengkambinghitamkan para leluhurku untuk membodohi manusia. Dialah Syaitan.

Leluhurku sama tak kuasanya seperti apa yang aku rasakan sekarang. Leluhurku hanya mampu menuruti dan mamatuhi apa yang dilakukan manusia dan Syaitan terhadapnya.

Tapi untunglah ada secercah cahaya pelita yang dibawa oleh seorang utusan Allah yang akhirnya mampu memerangi Syaitan dan menyelamatkan leluhurku dari pengkambinghitaman yang tak berujung. Dialah Nabi Muhammad SAW. Datang pada waktu dan tempat yang tepat. Hingga saat ini, saat aku diciptakan dimuka bumi ini.

Allah bersabda dalam firmannya:

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ingatlah, Hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. (QS. Az-Zumar : 3)

Artikel ini terposting dalam rangka meramaikan A Week Piclit Challenge yang diikuti oleh EnyaIlmiFiqih, Septi, dan Tutus. Tantangan kali ini diberikan oleh Fiqih

Iklan

10 thoughts on “Jamanku Dan Jamanmu

  1. Ping-balik: sepasang topeng Anggi | Tuaffi's Weblog

  2. Ping-balik: A Week Piclit Challenge #2 : Topeng mu, dan Topeng ku | UNTUKMU DAN AKU JUGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s