Cara Minuman Bersoda Agar Tetap Awet Desisnya

Siapa yang pernah minum minuman bersoda?

Saya yakin semuanya pasti pernah merasakan minuman bersoda bukan. Dengan sensansi desis atau “krenyeng-krenyeng” dari gelembung-gelembung airnya membuat kita merasakan kenikmatan tersendiri saat meminum air soda dari pada meminum air biasa.

soda

Ya, kali ini saya akan membahas tentang minuman bersoda, karena saya adalah salah satu pecinta minuman bersoda. Saat pertama kali membuka botolnya, akan terdengar bunyi desisan dan angin yang keluar dari dalam botol bukan.

Angin apakah itu?

Angin tersebut adalah gas karbon dioksida yang terlarut keluar dari cairan dalam wujut gelembung-gelembung. Gas tersebut sangat ingin keluar dari botol saat kita membukanya karena produsen yang membuatnya memaksa karbon dioksida menempati cairan soda yang kita minum dengan cara memompanya lebih banyak daripada biasanya yang bisa larut dalam kondisi atmosfer.

***

Sedikit cerita tentang kebiasaan saya. Saya biasanya membeli minuman bersoda dengan ukuran besar, alias 1liter. (sebut saja minuman Sprite). Dengan volume sebanyak itu, saya tidak mungkin sanggup menghabiskannya dalam sekali duduk. Yang menjadi masalah sekarang adalah ketika saya meminum soda tersebut beberapa saat setelah meminumnya pertama dan menutupnya kembali, rasanya tidak lagi sama seperti saat baru pertama kali membukanya. Rasa “krenyeng-krenyeng”nya kini berkurang, tak sebanyak saat baru pertama kali membukanya, bahkan ketika sudah berkali-kali dibuka bisa jadi rasa “krenyeng-krenyeng”nya hilang sama sekali dan berasa sepetti sirup biasa.

Lalu apa yang harus saya lakukan untuk tetap merasakan “krenyeng-krenyeng” meskipun sudah berkali-kali dibuka?

Yang bisa saya lakukan untuk mempertahankan rasa “krenyeng-krenyeng” tersebut adalah dengan cara menutup rapat-rapat tutup botolnya. Dengan menutup botol rapat-rapat tersebut bertujuan agar karbon dioksida yang ada dalam minuman tetap sebanyak mungkin karena itulah yang membuat minuman bergelembung dan berasa “krenyeng-krenyeng”. Namun, dengan menutup botol tidak dapat membantu banyak, karena tentu saja saat membuka-tutup botol berulang-ulang, sebagian besar gas lebihan itu menyeruak, meloloskan diri ke udara.

Lalu, apa lagi yang dapat saya lakukan agar “krenyeng-krenyeng” dalam minuman bersoda tersebut bisa tetap awet?

Sebelum kita membahas jauh permasalahan tersebut, marilah kita telaah terlebih dahulu penyebab gas karbon dioksida dapat terlarut dalam zat cair tersebut. Ada tiga hal yang menentukan berapa banyak suatu gas karbon dioksida dapat tetap terlarut dalam zat cair, yakni; Reaksi Kimia gas termaksud, Tekanan, dan Temperatur.

  • Reaksi: Karbon dioksida adalah suatu gas yang bereaksi dengan air. Hasilnya adalah Asam Karbonat, yakni zat yang menambahkan rasa agak tajam yang khas pada soda. Berbeda dengan udara (Nitrogen dan Oksigen) tidak bereaksi dengan air.
  • Tekanan: Makin tinggi tekanan gas yang ada diatas zat cair, makin banyak gas akan terdesak ke dalam zat cair. Dalam hal ini dikarenakan pada tekanan gas yang tinggi, maka molekul gas persatuan volumeruang di atas cairan semakin banyak, akibatnya lebih banyak molekul-molekul yang terus bergerak tersebut masuk menyelam dalam zat cair.
  • Temperatur (Suhu): Makin tinggi temperatur, makin sedikit gas yang terlarut. Demikian pula sebaliknya, makin rendah temperatur, makin banyak gas yang terlarut.

Oleh sebab itu, dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa untuk menjaga minuman bersoda agar tetap “krenyeng-krenyeng” yakni dengan cara menjaga agar karbon dioksida yang terlarut tetap sebanyak mungkin, maka kita harus menjaganhya agar tekanan gas tersebut tetap tinggi dengan temperatur serendah mungkin.

Untuk masalah temperatur, kita pasti merasa tidak kesulitan mendapatkan temperatur yang rendah karena kita tinggal menaruh botol minuman bersoda tersebut dalam lemari pendingin (kulkas). Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana caranya kita agar dapat tetap mempertahankan tekanan dalam botol minuman bersoda tersebut agar tetap memiliki tekanan yang tinggi??? (Sampai sekarangpun saya masih terus berfikir, dan belum menemukan jawabannya)

Jadi, memang kita dapat memperlampat pelarian karbon dioksida agar minuman bersoda tetap beras “krenyeng-krenyeng”, tapi kita tidak akan pernah dapat menghentikan karbon dioksida untuk keluar dari dalam botol minuman bersoda. Kenapa?

Karena dalam botol minuman bersoda, karbon dioksida dipaksa masuk ke dalam soda seperti menjejalkan orang yang takut kegelapan dalam ruang yang gelap. Begitu pintu ruang gelap kita buka, Wusssss!!! Semua berebut untuk kabur dari ruang tersebut tanpa basa-basi. Dan seperti itulah saat botol minuman bersoda baru pertama kali dibuka, semakin sering atau semakin lama botol dibuka, minuman kita akan semakin menjadi kempis. Masalahnya hanyalah hitungan waktu.

Terakhir, jangan sekali-kali pernah mengocok minuman bersoda tersebut karena itu hanya membuat gas karbon dioksida kesayangan kita akan semakin cepat kabur. Ketika kita mengocok botol, kita merangkap sebagian gas yang semula berada di permukaan cairan dalam wujud gelembung-gelembung kecil dalam cairan.

Gelembung-gelembung kecil tersebut merupakan nukleus yang baik untuk pertumbuhan gelembung-gelembung selanjutnya. Molekul-molekul karbon dioksida dalam cairan tersebut cenderung menyatu dengan gelembung-gelembung baru ini, dan semakin lama semakin besar. Sebelum kita sadari gelembung-gelembung tersebut telah berkumpul di bawah tutup botol dan siap menerobos keluar segera saat botol dibuka.

Akhirnya, selamat menikmati minuman bersoda ^_^

Iklan

3 thoughts on “Cara Minuman Bersoda Agar Tetap Awet Desisnya

  1. Ping-balik: A Week Piclit Challenge : Anakku | UNTUKMU DAN AKU JUGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s