Cegah Child Abuse Dengan Proteksi Anak Sejak Dini

Belakangan ini marak berita tentang child abuse (kekerasan pada anak). Hampir setiap hari tidak hanya di media televisi, tetapi radio, maupun koran selalu disiarkan berita tentang kekerasan pada anak. Lalu apa yang menyebabkan adanya kekerasan tersebut? Apa yang harus dilakukan untuk melindungi anak dari kekerasan?

Menanggapi permasalahan tersebut Sekretaris Pusat Studi Wanita, Sri Endah Nur Hidayati, S.Si., M.Si., ikut berkomentar. “Dulu trend-nya kekerasan yang sering terjadi pada anak adalah kekerasan fisik. Tetapi sekarang ini tak hanya kekerasan fisik, yang terjadi malah kekerasan seksual pada anak. Dan parahnya kekerasan pada anak paling sering dilakukan oleh orang terdekatnya, entah itu orang tuanya, keluarganya, gurunya, ataupun tetangganya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kita sedang sakit” tegas Endah mengomentari fenomena yang terjadi pada masyarakat saat ini, Kamis (25/04).

Bu Endah3Sri Endah Nur Hidayati, S.Si., M.Si., Sekretaris Pusat Studi Wanita LPPM Unair, saat ditemuai di FISIP Unair.

Belakangan ini marak berita tentang child abuse (kekerasan pada anak). Hampir setiap hari tidak hanya di media televisi, tetapi radio, maupun koran selalu disiarkan berita tentang kekerasan pada anak. Lalu apa yang menyebabkan adanya kekerasan tersebut? Apa yang harus dilakukan untuk melindungi anak dari kekerasan?

Menanggapi permasalahan tersebut Sekretaris Pusat Studi Wanita, Sri Endah Nur Hidayati, S.Si., M.Si., ikut berkomentar. “Dulu trend-nya kekerasan yang sering terjadi pada anak adalah kekerasan fisik. Tetapi sekarang ini tak hanya kekerasan fisik, yang terjadi malah kekerasan seksual pada anak. Dan parahnya kekerasan pada anak paling sering dilakukan oleh orang terdekatnya, entah itu orang tuanya, keluarganya, gurunya, ataupun tetangganya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kita sedang sakit” tegas Endah mengomentari fenomena yang terjadi pada masyarakat saat ini, Kamis (25/04).

Anak-anak terpilih menjadi subjek utama sasaran dari kekerasan yang terjadi dengan alasan karena usia anak-anak yang sangat rentan mendapat perlakuan kekerasan. Ketika mendapatkan perlakuan kekerasan, anak-anak tersebut tidak mempunyai daya untuk melakukan perlawanan. Selain itu Endah juga menjelaskan dalam segi posisinya, anak-anak paling tidak memiliki daya tawar jika dibandingkan dengan posisi kedua orang tuanya.

“Orang tua akan berfikir bahwa dialah yang menafkahi anaknya sehingga sangat berkuasa akan anaknya dan berhak untuk melakukan segala sesuatu kepada anaknya. Tidak hanya itu, sering kali seorang anak dituntut untuk menuruti keinginan orang tuanya. Dan ketika anak tersebut tidak menuruti, maka akan terjadi kekerasan.” Ungkapnya.

Proteksi Anak Sejak Dini

Seorang anak akan belajar konsep secara matang ketika berusia dibawah lima tahun. Setelah berusia diatas lima tahun, anak-anak tersebut akan mengembangkan prilaku dari konsep yang telah ditanamkan. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan pada anak, perlu ditanamkan beberapa konsep proteksi kepada anak sejak usia sedini mungkin.

“Semakin dini usia anak diberi pengertian untuk menjaga diri agar terhindar dari tindak kekerasan yang mungkin terjadi pada dirinya akan semakin lebih baik.” Tegasnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar dapat mencegah seoarang anak dapat terhindar dari kekerasan. Salah satunya adalah dengan cara mendesain seorang anak untuk membela diri.

“Selama ini para orang tua hampir tidak memberikan anak-anaknya tameng, misalnya kalau anak-anak menemui hal yang seperti ini harus seperti apa yang dilakukan oleh anak tersebut. Bahkan kalau anak-anak perempuan lebih ngeri lagi, anak perempuan diajari tidak boleh teriak-teriak, padahal berteriak itu merupakan senjata anak-anak ketika dia mengalami kejahatan atau kekerasan supaya ada orang yang datang menolong.” Jelasnya.

Selain memberi tameng kepada anak-anak agar terhindar dari tindak kekerasan, orang tua yang bertanggung jawab penuh dalam merawat anaknya juga harus mengajari seorang anak agar waspada. Waspada terhadap tindakan-tindakan yang mengarah pada kekerasan. Untuk melatih seorang anak agar waspada, orang tua harus menanamkan pada anak untuk berterus terang, dengan bertanya, dan meminta cerita pada anak terlebih dahulu. Contohnya bertanya; Ketika disekolahan gurunya bagaimana? Pernah dimarahin guru tidak? Pernah bertengkar dengan teman-teman? Dari situ orang tua akan tau dan dapat mengontrol apakah anaknya terancam dengan tindakan kekerasan atau tidak. Jadi sejak kecil anak-anak harus dilatih untuk bisa mendeskripsikan kejadian disekitarnya dan mewaspadai tindakan-tindakan kekerasan yang mungkin terjadi.

“Biasanya anak-anak yang menjadi korban kekerasan itu tidak terbiasa menyampaikan unek-unek. Baru setelah terjadi kejadian tindak kekerasan mereka mau menyampaikan, itupun sulit, dan perlu ditanya berulang-ulang terlebih dahulu.” Tambahnya.

Tak hanya itu, anak-anak juga harus diberikan proteksi khusus untuk menangkal kekerasan seksual pada anak. Salah satunya yaitu dengan tidak memperbolehkan anak tersebut melihatkan alat kelaminnya atau bagaian vital lainnya di depan umum.

“Contohnya saat membuang air kecil, anak-anak tidak boleh buang air kecil di sembarang tempat, jika mereka diperbolehkan buang air kecil di sembarang tempat, maka mereka akan berfikir bahwa alat kelamin itu boleh diperlihatkan kemana-mana. Hal tersebutlah yang dapat memicu terjadinya kekerasan seksual” Jelasnya.

Yang kedua, anak-anak harus dilatih untuk waspada agar tidak sembarangan orang boleh memegang dada, atau bagian tubuh lainnya yang vital.

“Kalau ada orang yang berusaha memegang bagian vital, anak-anak harus berteriak saja agar ada yang datang. Begitu juga sebaliknya anak-anak tidak boleh memegang bagian vital milik temannya atau orang lain. Dengan cara tersebut anak-anak akan lebih aman atau setidaknya dapat terhindar dari tindak kekerasan seksual” Pungkasnya.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s