Tukang Tambal Ban Beromset Milyaran Rupiah

Sekilas bisnis tambal ban terlihat kurang menjanjikan. Tetapi jika bisnis tambal ban itu dikemas dengan cara dan metode yang berbeda, bisnis tersebut akan menjadi sangat menjanjikan. Terbukti Andri Firmansyah, alumnus Universitas Airlangga jurusan Management Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lulus tahun 2008 ini telah memiliki omset milyaran rupiah dari bisnis tambal ban yang Ia kelola.

IMG00948-20120129-1802
Andri Firmansyah, Tukang tambal ban yang sukses

Andri menjelaskan bahwa modal awal yang Ia gunakan Rp 500 juta untuk bisnis tambal bannya, kini bisa berkembang hingga mencapai 1 milyar rupiah pertahunnya. Bisnis tambal ban yang dikelola Andri berbeda dengan tambal ban yang ada di jalan-jalan. Jika tambal ban di jalan-jalan hanya menambal ban secara manual pada saat ban bocor, Andri membuat metode penambalan ban bocor secara otomatis dengan cara pencegahan sebelum bocor.

“Sebenarnya penambal ban otomatis ini sudah berkembang di luar negeri sekitar sepuluh tahun yang lalu, tapi di Indonesia baru berkembang enam tahunan” Tutur pemenang program wirausaha muda Mandiri (WMM) bidang perdagangan dan jasa tahun 2012

Andri bercerita bahwa bisnis yang sudah berjalan 1,5 tahun ini mulai terbesit dalam otaknya ketika Ia melihat lebih banyaknya sepeda motor yang terparkir di parkiran sebuah Mall di Surabaya dibanding mobil. Dari sinilah Andri berfikir keras mencari peluang bisnis yang dapat ia ambil dari sepeda motor.

“Kalau bisnis jual helm, helm itu rata-rata baru bener-bener rusak setelah tiga tahunan lebih, jadi lama dapat untungnya, kalau bisnis ban, pastilah kalah saing dengan produsen-produsen besar. Akhirnya sampai di rumah saya browshing, dan ketemu lah tambal ban otomatis ini.” Ungkap Andri.

Produk penambal ban otomatis bermerek dagang VionSeal yang dikembangkan oleh Andri tersebut berupa cairan penambal ban otomatis yang dimasukkan ke dalam ban. Cairan tersebut akan melapisi ban dan mampu bertahan untuk mencegah kebocoran ban hingga 1,5 tahun.

Cara kerja dari cairan ini untuk mencegah bocor adalah dengan menutup pori-pori karet ban pada saat roda mulai berputar hingga merata, termasuk jika saat itu terdapat lubang akibat terkena paku atau semacamnya.

“Cairan penambal otomatis ini dilengkapi dengan serbuk karet yang mampu untuk menambal kebocoran seketika hingga mencapai lubang 3-4 mm.” Jelas wirausahawan yang berusia 30 tahun ini.

Untuk pemakaian pada sepeda motor, cairan yang dijual seharga Rp 70.000.- per 500ml dan dapat dibeli di 35 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut cukup dimasukkan ke dalam ban sebanyak 250 ml. Sedangkan untuk mobil karena ukuran bannya lebih besar maka dibutuhkan cairan sebanyak 500 ml.

“Caranya, ban terlebih dahulu dikempeskan, kemudian cairan dimasukkan melalui lubang pentil, selanjutnya dipompa kembali, ban pun siap digunakan” Terang Direktur PT Cahaya Global Vision, pemilik brand VionSeal ini.

Kelayakan dari produk yang dihasilkan Andri ini sendiri telah diuji pada akhir tahun 2011 lalu dengan melakukan uji coba 125 sepeda motor melewati ranjau paku tanpa bocor. Acara tersebutpun telah masuk dalam daftar rekor MURI.eNTe

 

Iklan

2 thoughts on “Tukang Tambal Ban Beromset Milyaran Rupiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s