Plesiran Ke Pulau Pasir

Tak seperti biasanya yang setiap selesai kuliah hari Jum’at saya selalu menyegerakan pulang ke kampung halaman, minggu ini saya mengundurnya hingga keesokan harinya, hari Sabtu. Alasannya, Sabtu pagi ini saya dan rekan-rekan seperjuangan berencana untuk plesiran terlebih dahulu ke Kenjeran Park Baru sabil mengontel ria.

Kami berenam (Saya, Ani, Ima, Nani, Ilmi, dan Qisthy), berangkat pagi-pagi buta dengan menggunakan ontel pribadi dan beberapa ontel pinjeman (termasuk ontel bapak kosan).

Lomba Perahu Layar

Sampai di Kenpark baru, kami langsung menuju ke tempat pangkalan persewaan perahu yang biasa digunakan untuk mengantar ke Pulau Pasir. Tapi naas, ternyata tempat tersebut sedang digunakan untuk perlombaan perahu layar yang diadakan oleh Himatekpal (ITS). Setelah sedikit mengobrol dengan Pak Shohib, salah seorang nelayang daerah sekitar, kami mengetahui bahwa perlombaan akan diselenggarakan mulai jam 10 nanti dan akan dihadiri oleh Ibu Risma, Walikota Surabaya. Perlombaan diikuti oleh para nelayan kota Surabaya dan sekitarnya, kurang lebih ada 49 perahu yang akan berpartisipasi dalam perlombaan ini.

Pak Shohib juga menjelaskan bahwa perlombaan akan berlangsung selama dua hari, hari ini dan besok. Untuk hari ini adalah babak penyisihan, dan besok adalah finalnya.

Di pangkalan perahu inilah kami sedikit menikmati pemandangan sunrise, yang kemudian kami lanjutkan perjalanan kami untuk mengelilingi Kenpark baru dan menikmati pemandangannya.

Plesiran Ke Pulau Pasir

Setelah puas berkeliling, kamipun beristirahat di ayunan yang tersedia. Dan tiba-tiba datang seorang bapak-bapak agak gendut yang menghampiri kami, dan menawari kami untuk naik perahu menuju ke Pulau Pasir. Bagai pucuk ditimpa ulam pun tiba, akhirnya setelah sedikit berdiskusi kami pun bersedia untuk berangkat ke Pulau Pasir.

Semula Bapak tersebut yang akhirnya kami kenal bernama Pak Toha itu menawari kami dengan harga 5rb/orang. Namun, karena keahlian dan ketangkasan kami menawar, akhirnya Pak Toha menyerah pada angka 2.500/orang 😀

Toet2973
Pak Toha yang mulai menarik perahunya

Toet2974
Teman-teman yang berinisiatif ikut menarik perahu itu

Toet2975
Perahu Pak Toha siap dinaiki

Kamipun akhirnya dapat menikmati indahnya lautan dengan perahu Pak Toha yang sudah berusia lebih dari 7 tahun. Di tengah-tengah laut Pak Toha juga bercerita bahwa perahu yang dimilikinya tersebut dahulu dibelinya dengan harga 14jt, tanpa mesin dieselnya.

Sampai di pulau pasir, sebutir pasirpun tak tampak. Yang tampak hanya sama-sama air laut yang membentang. Hal ini dikarenakan matahari yang sudah meninggi, jadi air lautpun sudah mulai pasang, dan Pulau Pasir terendam. Kami memang berencana tidak turun ke dalam Pulau Pasir, yang katanya Pak Toha tenggelam hanya sampai pinggul, karena malas berbasah-basahan tanpa baju ganti.

Pulau pasir terletak sedikit jauh dari daratan, kurang lebih sekitar 3 Km mungkin. Disini kami juga bisa menikmati bentangan Jembatan Suramadu yang sedikit tertutup oleh kabut. Selain itu, keberuntungan kami hari ini adalah kami bisa menikmati puluhan perahu layar yang siap mengikuti perlombaan nanti. Awesome…

Toet3003

Kebetulan hari itu akan diselenggarakan lomba balap Perahu layar yang diadakan oleh temen-temen Himatekpal (ITS)

Toet3004Patung Dewi Kwang In yang tampak membelakangi lautan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

2 thoughts on “Plesiran Ke Pulau Pasir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s