Tentang Gus Dur: Gus Dur Dan Agama Khonghucu

doa-untuk-gus-dur-warnai.1472

Siapa yang tidak mengenal almarhum KH. Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur? Mantan presiden ke-empat Republik Indonesia ini terkenal dengan sosok yang kejawen nan sederhana. Pribadi Gus Dur yang nyentrik juga terlihat dari  hasil pemikiran-pemikiran beliau yang selalu kontroversial bagi orang awam yang mayoritas. Namun, dibalik sikap kontroversialnya, Gus Dur mempunyai banyak teka-teki yang jika dipecahkan akan membuat orang ternganga takjub.

Jika kita kembali flash back mengingat masa-masa pemerintahan Indonesia dibawah pimpinan Gus Dur, kita akan ingat bahwa pada jaman tersebut agama Khonghucu telah diperjuangkan oleh Gus Dur hingga resmi disahkan oleh pemerintahan menjadi agama ke-enam di Indonesia. Tidak hanya itu, Gus Dur juga berjasa atas tahun baru Imlek yang menjadi hari libur opsional yang kemudian diperjuangkan beliau menjadi hari libur nasional. Karena jasa-jasa itulah Gus Dur dinobatkan sebagai Bapak Tionghoa Indonesia oleh beberapa tokoh tionghoa semarang pada tanggal 10 Maret 2004.

Sekali lagi banyak sekali muncul kontroversial dari uamt Islam atas langkah Gus Dur yang memperjuangkan agama Khonghucu tersebut. Tapi ternyata dibalik langkahnya tersebut Gus Dur memiliki pemikiran yang sangat besar bagi umat Islam.

Atas tindakan beliau tersebut, Gus Dur dapat mengayomi warga Islam di CIna yang mayoritas penduduknya beragama Komunis. Lebih dari 120 juta warga Cina yang beragama Islam. Semula, warga Islam di Cina merasa kesulitan dalam melaksanakan ibadahnya, mulai dari sholat jum’atan, puasa ramadhan,  mengaji, haji, dll. semua susah dilakukan oleh warga Islam di Cina tersebut. Tetapi semenjak kebebasan beragama di Indonesia ditegakkan dengan di bebaskannya umat Khonghucu beribadah, negara Cina pun ikut menerapkan kebebasan beragama. Dan sejak saat itulah, mulai banyak umat Islam Cina yang dapat berangkat dengan bebas menunaikan ibadah haji tak berhenti sampai sekarang.

Tak hanya umat Islam di Cina yang mengalami imbas dari pemikiran Gus Dur yang sepektakuler tersebut, umat Islam di Indonesia pun ikut terayomi. Jika kita telaah lebih jauh, sebelum agama Khonghucu disahkan, banyak Bos-bos Cina yang memeluk agama Kristen. Di dalam Gereja terdapat kewajiban yang bernama sedekah dan dilakukan rutin oleh jemaatnya. Dari dana yang terkumpul tersebutlah digunakan untuk menyumbang orang Islam yang miskin dengan syarat masuk agama Kristen dengan nama lain ‘membeli’ agama (iman) orang Islam. Oleh karena itulah, harapannya setelah agama Khonghucu disahkan para Bos Cina yang memberikan sumbangan besar ke Gereja dapat berkurang karena mereka dapat kembali memeluk agama Khonghucu dengan tenang. Akhirnya banyak umat Islam miskin terselamatkan imannya jika dana sumbangan Gereja berkurang.

Begitulah Gus Dur, dibalik pemikirannya yang kontroversial tersimpan berjuta misteri tanpa memperhatikan pandangan orang lain. Beramal tanpa tedeng aling-aling, tak perduli apa kata orang yang memandangnya, hanya ikhlas lillahi ta’ala. Sesuai dengan kalimat yang sering diucapkannya“Emang gue pikirin? Gitu aja kog repot”.

Kurang lebihnya, Wallahu a’lam bi al shawab.

Sumber: KH. Marzuki Mustamar, Malang, dalam ceramahnya pada Haul Nyai Ageng Dewi Sekardadu yang ke 581, di Ponpes Nurul Ulum.

Baca juga:
Tentang Gus Dur: Gus Dur Pahlawan Gereja?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s