Tentang Gus Dur: Gus Dur Pahlawan Gereja?

doa-untuk-gus-dur-warnai.1472

Siapa yang tidak mengenal almarhum KH. Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur? Mantan presiden ke-empat Republik Indonesia ini terkenal dengan sosok yang kejawen nan sederhana. Pribadi Gus Dur yang nyentrik juga terlihat dari  hasil pemikiran-pemikiran beliau yang selalu kontroversial bagi orang awam yang mayoritas. Namun, dibalik sikap kontroversialnya, Gus Dur mempunyai banyak teka-teki yang jika dipecahkan akan membuat orang ternganga takjub.

Gus Dur pernah mendapatkan sebutan Pahlawan Gereja, karena Gus Dur, salah satu tokoh Islam, namun sering keluar masuk Gereja tanpa ada seorangpun yang tau alasannya. Terbukti ketika beliau wafat, tak hanya sebagian besar umat Islam yang merasa kehilangan, namun orang-orang beragama lain pun banyak yang merasa kehilangan, seperti umat Kristiani, umat Budha, Khonghucu, dll.

Kenapa Gus Dur keluar masuk Gereja? hal tersebutlah yang banyak mengundang kontroversial, terutama bagi beberapa pihak yang kurang senang atau sedikit kontra dengan kepribadian Gus Dur.

Ternyata, Gus Dur masuk ke gereja-gereja bukanlah tanpa maksud dan tujuan. Tetapi Gus Dur memiliki sebuah pemikiran yang tak mungkin orang lain meliriknya hingga beliau rela keluar masuk Gereja dan sempat digunjing sebagai seorang yang mungkar atau syirik karenanya.

Gus Dur sangat bertanggung jawab terhadap kaum minoritas, contohnya umat islam yang menjadi pegawai Gereja. Meskipun di dalam Gereja bukan berarti semua yang ada di dalamnya beragama Kristen. Terbukti, masih banyak pegawai, juru masak, juru parkir, Satpam, dll yang beragama Islam. Dari situlah Gus Dur keluar masuk gereja untuk mengayomi umat-umat Islam yang berada di lingkungan agama lain tersebut.

Gus Dur lah yang berusaha mengayomi dan meneguhkan iman para umat yang berada di lingkungan agama lain tersebut. Mendatangi satu persatu para pegawai muslim Gereja dan menasehati mereka agar tetap menjaga keimanannya dengan menepuk bahunya.

Bayangkan, seandainya umat-umat muslim tersebut tidak ada yang mengayomi, tentulah lama kelamaan jika imannya tidak teguh akan terseret untuk keluar dari agama islam.

Begitulah Gus Dur, dibalik pemikirannya yang kontroversial tersimpan berjuta misteri tanpa memperhatikan pandangan orang lain. Beramal tanpa tedeng aling-aling, tak perduli apa kata orang yang memandangnya, hanya ikhlas lillahi ta’ala. Sesuai dengan kalimat yang sering diucapkannya“Emang gue pikirin? Gitu aja kog repot”.

Kurang lebihnya, Wallahu a’lam bi al shawab.

Sumber: KH. Marzuki Mustamar, Malang, dalam ceramahnya pada Haul Nyai Ageng Dewi Sekardadu yang ke 581, di Ponpes Nurul Ulum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s