Terkadang Sinetron Itu Ada Benarnya…

Sinetron. Siapa yang tidak kenal sinetron. Apalagi sinetron Indonesia. Sinetron yang endingnya selalu bisa ditebak dan episodenya pun tak pernah habis-habis. Meskipun demikian, penonton pun tetap selalu setia menanti kelanjutannya.

Dan ternyata, siang ini saya benar-benar merasakan menjadi seorang lakon dalam suatu sinetron. Penasaran??

Begini ceritanya…

Toet0771

Tepat saat jam tangan saya menunjukkan pukul 11.30 WIB, saya sedang mengendarai motor Supra Fit Biru-Silver dari kampus B kembali menuju ke kampus tercinta, FST. Kala itu, kelajuan motor yang saya kendarai kurang lebih 60-80 Km/jam lah,, (spidometer motor sedang dalam proses renovesi).

Sepanjang perjalanan, saya mendapati teriknya matahari yang menyulap seluruh kulit dari tubuh saya yang tak tertutupi oleh pakaian menjadi lebih gelap dari semula. Tak hanya itu, polusi dari berbagai macam kendaraan pun menyesakkan dada.

Untungnya saya bukan tergolong orang yang memiliki alergi pada debu, coba kalau punya, pasti sudah kolaps di tengah jalan karena debu-debu pun banyak beterbangan bagai partikel-partikel raksasa yang terkena pantulan cahaya matahari. Jadinya saya tetap nyantai dan enjoy menikmati pemandangan yang tersaji sepanjang jalan kampus B-kampus C.

Kala hendak sampai di perempatan Danau kampus C Unair, dari kejauhan saya melihat lampu lalu lintas yang menyalakan lampu hijaunya pertanda kendaraan dipersilahkan melintas. Tanpa membuang kesempatan langkah, saya pun melajukan motor saya dengan menambah putaran gas di tangan kanan sedikit lebih dalam. Dan hasilnya kecepatan motor saya pun bertambah drastis.

Tanpa disangka dan tanpa dinyana, meskipun lampu masih menyala hijau, ternyata ada sebuah sepeda motor nakal dari arah kanan jalan yang menyerobot ikut-ikutan melintas tepat memotong jalan yang akan saya lewati.

Tepat saat itulah saya merasakan hembusan angin yang berjalan melambat bagai slow motionnya kamera di sinetron-sinetron, saat sepeda motor nakal itu tepat tegak lurus berada pada roda depan motor yang saya kendarai.

Bak di sinetron-sinetron, ketika seseorang aktris yang ber-acting akan ketabrak, aktris tersebut akan berteriak alay dan hanya diam meskipun seandainya lari dia akan terbebas dari bencana kecelakaan. Begitupula lah yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor nakal tadi, dia malah berusaha mengerem motornya, semakin berada tepat memotong jalur saya. 3:)

Dan sekali lagi untungnya saya masih mampu untuk mengerem kaki plus tangan, meskipun semua itu sudah kehendak Yang Maha Kuasa, akhirnya, kami berdua (kendaraan nakal, dan saya) sama-sama mematung dengan kendaraan masing-masing di tengah perempatan jalan. Wow kereenn, kali ini bukan seperti sinetron lagi, tapi seperti filmnya James Bond 007 😀

Terimakasih ya Allah…
Akhirnya saya dan orang yang berkendara nakal tersebut terselamatkan dari bahaya kecelakaan. Dan sayapun sampai di kampus tercinta dengan selamat sentosa (meskipun agak gemetaran sedikit)… 😀

Iklan

2 thoughts on “Terkadang Sinetron Itu Ada Benarnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s