Durhaka!

Aku takut akan durhaka,
Durhaka pada Kedua orang tuaku,
Durhaka pada Rasulku,
Dan terlebih durhaka pada Tuhanku.

Sebelumnya, disetiap sholat malam, aku selalu berdo’a agar keselamatan dan kesehatan selalu dilimpahkan pada kedua orang tuaku.
Tapi belakangan ini namamu pun ikut menyusup dalam lantunan indahnya syair do’aku itu.

Sebelumnya, disela-sela waktu senggang, ku slalu berusaha untuk mengucap shalawat pada Rasulku,
Tapi belakangan ini namamu pun ikut menghiasi bibirku dalam waktu senggang.

Sebelumnya, di setiap waktu, aku selalu memohon petunjuk agar selalu berada dalam jalanNya,
Tapi belakangan ini, akupun ikut memohon petunjuk agar kita berada dalam iringan jalan yang sama.

Atau apakah aku telah DURHAKA?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s