Programer, “Kerja Superman Gaji Supermie”

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) belakangan ini semakin berkembang. Demikian pula dengan ilmu-ilmu lain yang mendukung kemajuan IPTEK tersebut, salah satunya adalah Bahasa Pemrograman. Bahasa pemrograman atau yang sering diistilahkan dengan bahasa komputer tersebut sangat bermanfaat untuk membantu dan mempermudah seseorang untuk melakukan perhitungan atau pekerjaan (dalam aspek komputer) yang sesuai dengan kebutuhan. Meskipun demikian bahasa pemrograman sangat jarang diminati oleh kebanyakan orang karena diperlukan kemampuan algoritma, logika, dan yang paling terutama adalah matematika yang harus mendalam. Salah satu alasan bahwa kurangnya minat terhadap bahasa pemrograman tersebut adalah sedikitnya gaji yang akan diperoleh ketika seorang programer telah menyelesaikan pekerjannya.

Nuri FauziyahNuri Fauziyah

“Jadi seorang programer itu kerjanya mikir banget, trus gajinya tidak sebanding dengan apa yang sudah dikerjakan. Istilahnya kerja kayak Superman tapi gaji Supermie” tutur Nuri Fauziyah, wisudawan terbaik FST yang sejak bulan Oktober 2012 hingga sekarang tengah bekerja di CV sumber Agung, Distributor Hp Lokal dan server pulsa kota Surabaya, sebagai seorang programer.

Nuri mengaku tak pernah patah arang untuk menjadi seorang programer meskipun gaji yang diperolehnya tak sebanding dengan kerja memeras otak yang sudah Ia kerjakan. Salah satu alasannya ialah kecintaannya akan komputer sejak menduduki bangku SMA. Oleh karena itu, meskipun sudah memiliki pekerjaan, Nuri yang menyelesaikan pendidikan D3 Sistem Informasi di Unair dengan IPK 3,70 tersebut berencana akan merintis sebuah Softwere House, penyedia jasa pemrograman, bersama dengan 4 orang teman lainnya.

“Kalau kerja ikut orang lain (jadi pegawai) bagian ini, ya tahunya bagian ini saja, tapi kalau kerja sendiri (jadi manager) tahu prosesnya, jadi seandainya jatuh bisa tahu cara bangkitnya kembali.” Ungkap gadis kelahiran Jombang, 29 Mei 1990 tersebut.

Softwere House yang akan dirintis Nuri beserta keeempat temannya tersebut rencananya akan dikonsep berbeda dengan penyedia jasa pemrograman lain yang sudah ada. Nuri mengaku bahwa selama ini seorang penyedia jasa hanya mendapatkan gaji bila pekerjaannya telah diselesaikan, setelah itu selesai tanpa ada pengontrolan rutinya, selain itu kelemahannya adalah harga dari sebuah program akan terasa mahal bagi konsumen. Oleh karena itu, Nuri beserta temannya menggagas jasa pemrograman dengan sistem royalty.

“Jadi kami berencana untuk membuat Softwere House dengan sistem royalty. Program yang telah kita buat tidak serta merta langsung jadi milik konsumen, tapi kami akan terus mengontrolnya dan mengevaluasinya. Untuk pembayaranpun tidak sekaligus langsung jadi satu, tapi sistem royalty, contohnya kalau kita membuat program untuk kasir, stiap struk yang di cetak dari hasil program yang kita buat, maka kita akan mendapatkan royalty-nya sesuai dengan kontrak atau perjanjiannya.” Papar wisudawan yang lulus dengan tugas akhir yang berjudul “Sistem Penilaian Sikap dan Ekstrakulikuler SMA Negri 2 Jombang” tersebut.

Meskipun telah disibukkan dengan kesibukan bekerja, Nuri masih tetap berkeinginan untuk melanjutkan study-nya hingga ke jenjang yang lebih tinggi lagi. “Inginnya setelah lulus D3 ini bisa melanjutkan ke D4 yang sinergi dengan jurusan pemrograman tentunya” Papar gadis yang bercita-cita menjadi seorang Analis Sistem tersebut.eNTe

Iklan

9 thoughts on “Programer, “Kerja Superman Gaji Supermie”

  1. lha wisudawan terbaik kok gak freelance aja…temenq dulu lho sekali dapat proyek yang kecil aja udah puluhan juta lebih,,,tuh seminggu uda tuntas satu program…

    tapi memang harus lincah mencaari job

  2. saya baru masuk di perush asing di jakarta dengan start gaji 11jt/bulan sebagai php programmer.
    menurut temen2 apakah ini pas2 an atau tinggi ?
    saya berpengalaman di bidang php sudah 10 tahun, berapa kira2 maksimal yang masih bisa saya raih?

    • Wah pengalamannya sudah lama ya bang,
      Klo masalah gaji menggaji sy kurang faham bang, artikel yg sy tulis itu aja berdasarkan wawancara, hehehe
      Jd maaf sanget ya bang, belum bisa ngasih jawaban yg memuaskan 😥

  3. Jarang sekali perempuan menjadi programmer, karena jam kerja programmer yg harus extra. Banyak programmer yg kurang beruntung bekerja di perusahaan, namun tidak sedikit pula yg beruntung, seperti mas someone yg bergaji 11jt/bulan, teman saya saja dengan pengalaman sama di kota sama, beda perusahaan, gajinya tidak kurang dari setengahnya. Ingin sudah berpengalaman bisa mencari tambahan income menjadi konsultan software.
    Salam sukses.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s