Tempel Foto Keluarga di Dinding Kamar Sebagai Pengingat Saat Belajar

Peran keluarga sangatlah penting dalam menunjang kesuksesan seseorang, demikianlah yang dirasakan oleh Erlina Nurmahasasi. Meskipun jauh dari jangkauan keluarga karena berada dalam bumi perantauan Erlina atau yang biasa dipanggil Cindud oleh teman-temannya mengaku sangat merasakan efek dari peran dan kontrol keluarganya hingga Ia berhasil menyelesaikan masa studi S-1 nya dengan predikat wisudawan terbaik FST.

Foto kel2Foto keluarga Erlina: Kedua orang tua beserta kakak semata wayangnya

Gadis kelahiran Malang, 16 Juli 1991 tersebut bercerita bahwa dia dengan sengaja menempel foto keluarganya di dinding kos-kosannya yang terletak di daerah Jl. Mulyorejo Tengah, Surabaya sebagai pemicu semangatnya untuk belajar. Selain itu Ia juga mengaku bahwa dengan menempel foto kedua orang tuanya dan kakak semata wayangnya tersebut dapat mengobati rasa rindunya akan keluarganya meskipun berada dalam jarak yang cukup jauh.

“Melihat foto bapak dan ibu yang tertempel di dinding kamar membuat saya kembali bersemangat ketika rasa malas untuk belajar mulai menyerang. Bagaimana tidak, dengan melihat foto tersebut saya jadi berfikir, seberapa kerja kerasnya kedua orang tua saya mencari uang untuk membiayai keperluan dan memenuhi kebutuhan saya, terkadang sampai hari liburpun mereka tetap bekerja.” Ungkap anak dari bapak dan ibu yang berprofesi sebagai seorang dokter tersebut.

Selain foto keluarga, Cindud juga menempel tulisan “Wajib lulus 3,5 tahun dan IPK 3,88” di dinding kamar kosnya sebagai targetnya selama menempuh pendidikan S-1 jurusan Matematika di Universitas Airlangga.

Untuk mewujudkan target-target yang telah dituliskannya tersebut Cindud bercerita bahwa Dia harus berusaha lebih keras lagi. Ketika di dalam kelas, Dia mengaku selalu menempati bangku terdepan agar apa yang diterangkan oleh dosennya dapat terserap semua dan tak luput sedikitpun. Tak hanya itu, setelah selesai pulang dari kampus pun dia langsung belajar sampai larut dengan menyalin kembali catatan yang telah ia catat di kelas tadi.

“Matematika itu tidak bisa dibaca tapi bisanya ditulis, jadi saya juga harus menulisnya. Banyak latihan soal bareng teman juga salah satu bentuknya belajar Matematika yang tidak bisa dibaca tersebut” Cerita Cindud yang memotivasi dirinya dengan menulisi setiap sampul buku pelajarannya dengan tulisan “Semangat dapat A” tersebut.

Siapa yang berusaha, dia akan menuai hasilnya. Akhirnya Cindud pun berhasil meraih targetnya tersebut dengan menyelesaikan tugas akhir yang berjudul ”Keterbatasan operator Integral di Ruang Lebesgue Pada Ruang Euclid Tak Homogen Dengan Menggunakan Sebarang Metrik” tepat 3,5 tahun dengan IPK 3,83.

”Memang sedikit meleset dari target IPK sih, tapi sudah bersyukur alhamdulillah, yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tinggal nunggu hasilnya ditentukan oleh yang maha kuasa, dan itupun pasti sudah yang terbaik buat kita” kata gadis yang mahir dengan berbagai bahasa pemrograman, seperti; C++, SPSS, S-Plus, Minitab, Maple, Mathlab, WinQSB tersebut.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s