Mencicipi Dim Sum di Warung Mbledos

Pernahkan anda makan Dim Sum?
Saya baru pertama kali ini merasakan, dan rasanya?
Hmmm… Maknyus…

DSCN3478
Dim Sum (Makanan kecil)

Hari pertama kuliah semester delapan, Senin (25/12) menuntut saya untuk kembali ke bumi perantauan pagi-pagi. Di perjalanan, saya melihat sebuah warung di tepi jalan, dengan tenda putih yang dihiasi dengan lampion-lampion merah serta lampu berwarna merah. Mewah. Dalam hati saya berfikir, “Wah pasti kalau malam tempat ini sangat indah, tapi ngomong-ngomong disitu jualan apa ya?”. Karena saya mengendarai motor dengan kecepatan yang lumayan cepat, jadi saya tidak sempat melihat tulisan di plang warna merah yang terpampang didepan warung tersebut.

Malam harinya, setelah selesai mengikuti acara rapat di kampus, saya diajak salah seorang kawan, dia senior saya (cewek.red), untuk makan malam di warung Dim Sum. “Warung apa itu?” tanya saya. Katanya, warung itu berjualan aneka makanan oriental, yang harganya juga lumayan terjangkau. tempatnya di jalan sebelum Pom bensin yang ada di Jalan Ir. Soekarno. Batin saya berkata “Wah berarti tempat yang tadi pagi saya lirik tuh”.

DSCN3464Senior galau saya 😉

Akhirnya kami berdua memutuskan untuk langsung berangkat kesana, ke Warung Dim Sum. Sesampainya di tempat yang dituju, ternyata warung tersebut bernama “Warung Mbledos”.

DSCN3460Tampak muka: Warung Mbledos Dim Sum

DSCN3481Tampak dalam: Warung Mbledos Dim Sum yang dipenuh sesaki oleh pengunjung

DSCN3479Tampak Bule: Pengunjung bule pun datang untuk menikmati makanan yang tersedia

Akhirnya setelah memilih-milih makanan yang masih diangetkan dalam besek-besek akhirnya kami berdua memilih tempat yang nyaman. tepat disamping poster bergambar wanita-wanita yang memakai kimono. Indah.

DSCN3463Poster Wanita berpakaian kimono

Makanan yang kami pilih berjumlah 5 besek. satu beseknya seharga Rp 8.000,- lumayan,, (lumayan mahal ternyata 🙂 )

Besek pertama yang kami pilih adalah makanan dengan bungkus kembang tahu, isinya ada daging ikan, entah ikan apa, dan juga wortel.

DSCN3470Besek Dim Sum Pertama

Besek kedua yang kami pilih adalah makanan semacam Siomai, tapi rasanya agak berbeda. Rasanya kentel dengan aroma ikan khas, entah ikan apa juga kurang tau, 😀

DSCN3465

DSCN3468Besek Dim Sum Kedua

Besek Dim Sum yang ketiga yang kami pilih adalah makanan semacam pentol yang diletakkan di semacam putih telur yang sangat lembut dan halus. Seluruhnya juga beraroma kentel ikan. Khas.

DSCN3471

DSCN3474Besek Dim Sum Ketiga

Besek Dim Sum yang keempat yang kami pilih adalah makanan yang kulitnya berbentuk seperti kulit kerang, dan isinya juga ikan. yang pasti semua serba ikan, hmmm…. 😀

DSCN3475Besek Dim Sum keempat

Besek Dim Sum yang kelima yang kami pilih kali ini adalah ceker bumbu merah. Cekernya sangat lembut, samapai-sampai bagian ujungnya bisa langsung dimakan sekalian dengan tulangnya tanpa disisihkan, 😉

DSCN3473Besek Dim Sum kelima (ceker)

So, bagi yang mengaku pecinta wisata kuliner, wajib nih hukumnya mencicipi Dim Sum yang serba ikan ini, dijamin Halal 100 % 😉

Iklan

5 thoughts on “Mencicipi Dim Sum di Warung Mbledos

  1. hehehe .. afaik jgn terlalu mudah utk bilang halal lho ya. FYI, di keluarga dim sum ada varian (yg aku lupa namanya) yg isian didalamnya (biasanya) memakai daging babi lho. Entah yg model seperti bakpau/bapau ataupun yg model dibungkus daun itu resminya memakai daging babi lho. lha wong dari sejarahnya, kata ‘ba/bak’ pada kata “bak so”, “bak mi”, ‘bak pau” , “bak cang/ba cang” itu utk penyebutan bahan dari babi (ba/bak). jadi ati2 aja kl memilih tempat makan dimsum.

    • tenang pak mufid,,,
      kalo yang di warung mbledos ini, udah aku konpirmasi ke penjualnya kog, disini gak jual yang namanya daging babi, atau semacamnya 😉 penjualnya udah berani me labeli halal 100% 😀

      • mbaknya udah pernah lihat sertifikasi MUI HALALnya kah?
        kok sampe memberi garansi halal hanya karena berdasarkan “konpirmasi”, wow…. (y)

      • kalo di poster dan spanduknya ada tulisan halal-nya kang, trus pas saya tanyain pegawainya, memang disana tidak menjual dimsum dari bahan babi maupun bahan haram lainnya jadi (sekali lagi kata pegawanya) menu dimsum yang dijual disana “halal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s